» Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang » Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Media
13-11-2015
Berita Media Massa dan Semangat Bertempur Kelompok Teror
Pemberitaan yang dilakukan oleh media massa menyangkut tentang berita terorisme merupakan sebuah pemberitaan yang sarat akan muatan-muatan yang berbau politik, kekerasan, kekuasaan, dan materi berupa uang. Hal ini tentunya mengundang perhatian dari publik, dimana secara tidak langsung suatu kegiatan terorisme pasti menyangkut tentang keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan orang banyak (khalayak). Menanggapi hal ini media tentunya bisa membaca situasi tentang apa yang khalayak ingin ketahui. Keterkaitan antara media dengan terorisme sarat akan aspek bisnis, dimana melalui pemberitaanya tentang masalah terorisme di media akan mendapat perhatian utama dari khalayak karena menyangkut keselamatan, keamanan dan kesejahteraan khalayak. Namun, ada kemungkinan juga komunitas jurnalis kurang menyadari bahwa pemberitaannya telah “menjaga” semangat bertempur dan eksistensi kelompok teror.

31-08-2015
Intelijen Israel
Mencari Ismael, Sahabat Lama di Betlehem

Sebelum tiba di Israel (Februari 1993), saya sudah mempersiapkan diri untuk tetap kritis. Tidak ingin termakan atau terpengaruh oleh ceritera versi sepihak. Sebisa mungkin ada acara yang saya buat sendiri, bebas pengaruh dari pihak pengundang.


21-08-2015
Kembali ke Fitrah Jurnalisme TVRI

Jauh setelah Idul Fitri tiba saya ingin mengajak siapa saja untuk kembali ke “fitrah”, maksudnya fitrah jurnalisme TV yang relatif lebih murni dibanding media televisi yang dikuasai para cukong merangkap politisi. Media yang sudah dikangkangi “monster-monster” politik ini dijamin tidak berimbang, kurang obyektif, informasinya dipelintir sesuai kepentingan cukongnya, tendensius, menipu publik dengan informasi “plasebo” demi nafsu syahwat politik mereka. Televisi menjadi alat propaganda politik mengabaikan kepentingan publik (jelasnya rakyat!).


14-08-2015
Kita, Turki dan Israel, Salah Info, Bisa Fatal

Pebruari 1993, saya bersama tiga wartawan Indonesia lainnya Taufik Darusman (Indonesia Business Weelky), Wahyu Indrasto (Majalah Eksekutif) dan Nasir Tamara (Harian Republika), mencatat sejarah. Menjadi wartawan Indonesia pertama yang mewawancarai pemimpin Israel di tanah Israel.


20-04-2015
KWAA: Jurnalis Progresif Asia Afrika Bersatu!

Ketika semangat KAA di ulangtahunnya ke-60 di tahun 2015 ini lebih menampakkan diri konferensi untuk bertukar kabar investasi dan bisnis-perjalanan (turisme) ketimbang isu geopolitik, saya teringat kaum jurnalis.


25-02-2015
Sudah Independenkah Pers Kita?

Pers merupakan pilar keempat demokrasi negara kita. Dengan ditinggikannya pers dalam tatanan hidup bernegara, merupakan tugas maha berat tugas yang diemban insan pers di Tanah Air ini.


27-11-2014
Welcome Dinner Kongres Aliansi Jurnalis Independen di Bukittinggi

Ratusan delegasi AJI Kota dari seluruh penjuru Indonesia, serta peserta Kongres AJI ke IX dijamu makan malam di Istana Bung Hatta Bukittinggi, Rabu (26/7/2014). Prosesi penyambutan para insan pers dari media cetak dan elektronik yang bertugas diberbagai daerah itu, menandai dimulainya perhelatan akbar tiga tahunan organisasi pers profesional ini.


29-10-2014
Media Sosial
Jokowi dan Facebook

Presiden terpilih Jokowi memang semakin hari semakin terbukti marketable dan ramah pasar, memang seperti itulah seharusnya Presiden NKRI: heboh dipuja-puji Barat sebagai pemimpin yang demokratis dan populis. Memang, apabila menilik pada sejarah negara ini, dipastikan siapapun yang tidak disukai pasar dan Barat, pasti tidak akan menjadi orang nomor satu di Republik ini. Bahkan ketika sudah duduk di tampuk kekuasaan pun, apabila Barat/Pasar sudah tidak menyukai pemimpin kita, mereka akan menjatuhkannya melalui satu operasi intelijen yang disebut “gerakan demokrasi/reformasi”, istilah kerennya “People Power”. Apa yang dialami Soekarno dan Soeharto di akhir masa jabatannya membuktikan hal tersebut.


21-10-2014
Kebangkitan Jurnalis
Kilas balik sejarah, peranan pers nasional sebagai alat perjuangan dengan orientasinya yang mendukung perjuangan pergerakan nasional telah mengambil bagian penting dari epsidoe perjuangan dalam upaya mencapai kemerdekaan. Di samping sebagai wadah di mana ide-ide dan aspirasi organisasi disuarakan, juga telah berperan dalam menyadarkan dan membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan yang kemudian menjadi senjata ampuh melawan politik penjajah (devide et impera). 

21-10-2014
ATHG Komisi Penyiaran dan Komisi Informasi Tahun 2015
Setelah reformasi berdiri berbagai lembaga baru yang muncul sebagai respon atas public distrust terhadap kinerja dari organ pemerintahan yang ada.  Lembaga baru ini disebut dengan berbagai istilah, semisal komisi negara independen (independent regulatory agencies), administrative agencies baik di bawah cabang pemerintahan eksekutif maupun lembaga yang independen.  Komisi negara independen merupakan organ negara (state organs) yang dirancang untuk dapat bersifat independen, dan karenanya berada di luar cabang eksekutif, yudikatif dan legislatif.  Implementasi peranan komisi ini justru mempunyai fungsi gabungan ketiganya, baik itu kuasi eksekutif, kuasi legislatif atau kuasi yudikatif (Funk & Richard, 2001:23-24).  Dalam istilah lain suatu model organ yang demikian disebut juga sebagai lembaga kuasi negara atau auxilarry state institution.



PREVIOUS   1234567   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak
Kalau benar manuver diplomatik AS melalui DK-PBB tersebut dimaksudkan untuk mengajak seluruh dunia mengisolasi dan mengembargo Korea Utara, lantas bagaimana sikap Indonesia? ...

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB

Dibalik Sukses Pengendalian Harga-harga Pangan pada Idul Fitri 2017

Freeport: Memperpanjang Pelecehan dan "Freedom of Looting"

Arab Saudi dan Sekutu Beri Tambahan Waktu Dua Hari kepada Qatar

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »