» Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Media
14-08-2015
Kita, Turki dan Israel, Salah Info, Bisa Fatal

Pebruari 1993, saya bersama tiga wartawan Indonesia lainnya Taufik Darusman (Indonesia Business Weelky), Wahyu Indrasto (Majalah Eksekutif) dan Nasir Tamara (Harian Republika), mencatat sejarah. Menjadi wartawan Indonesia pertama yang mewawancarai pemimpin Israel di tanah Israel.


20-04-2015
KWAA: Jurnalis Progresif Asia Afrika Bersatu!

Ketika semangat KAA di ulangtahunnya ke-60 di tahun 2015 ini lebih menampakkan diri konferensi untuk bertukar kabar investasi dan bisnis-perjalanan (turisme) ketimbang isu geopolitik, saya teringat kaum jurnalis.


25-02-2015
Sudah Independenkah Pers Kita?

Pers merupakan pilar keempat demokrasi negara kita. Dengan ditinggikannya pers dalam tatanan hidup bernegara, merupakan tugas maha berat tugas yang diemban insan pers di Tanah Air ini.


27-11-2014
Welcome Dinner Kongres Aliansi Jurnalis Independen di Bukittinggi

Ratusan delegasi AJI Kota dari seluruh penjuru Indonesia, serta peserta Kongres AJI ke IX dijamu makan malam di Istana Bung Hatta Bukittinggi, Rabu (26/7/2014). Prosesi penyambutan para insan pers dari media cetak dan elektronik yang bertugas diberbagai daerah itu, menandai dimulainya perhelatan akbar tiga tahunan organisasi pers profesional ini.


29-10-2014
Media Sosial
Jokowi dan Facebook

Presiden terpilih Jokowi memang semakin hari semakin terbukti marketable dan ramah pasar, memang seperti itulah seharusnya Presiden NKRI: heboh dipuja-puji Barat sebagai pemimpin yang demokratis dan populis. Memang, apabila menilik pada sejarah negara ini, dipastikan siapapun yang tidak disukai pasar dan Barat, pasti tidak akan menjadi orang nomor satu di Republik ini. Bahkan ketika sudah duduk di tampuk kekuasaan pun, apabila Barat/Pasar sudah tidak menyukai pemimpin kita, mereka akan menjatuhkannya melalui satu operasi intelijen yang disebut “gerakan demokrasi/reformasi”, istilah kerennya “People Power”. Apa yang dialami Soekarno dan Soeharto di akhir masa jabatannya membuktikan hal tersebut.


21-10-2014
Kebangkitan Jurnalis
Kilas balik sejarah, peranan pers nasional sebagai alat perjuangan dengan orientasinya yang mendukung perjuangan pergerakan nasional telah mengambil bagian penting dari epsidoe perjuangan dalam upaya mencapai kemerdekaan. Di samping sebagai wadah di mana ide-ide dan aspirasi organisasi disuarakan, juga telah berperan dalam menyadarkan dan membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan yang kemudian menjadi senjata ampuh melawan politik penjajah (devide et impera). 

21-10-2014
ATHG Komisi Penyiaran dan Komisi Informasi Tahun 2015
Setelah reformasi berdiri berbagai lembaga baru yang muncul sebagai respon atas public distrust terhadap kinerja dari organ pemerintahan yang ada.  Lembaga baru ini disebut dengan berbagai istilah, semisal komisi negara independen (independent regulatory agencies), administrative agencies baik di bawah cabang pemerintahan eksekutif maupun lembaga yang independen.  Komisi negara independen merupakan organ negara (state organs) yang dirancang untuk dapat bersifat independen, dan karenanya berada di luar cabang eksekutif, yudikatif dan legislatif.  Implementasi peranan komisi ini justru mempunyai fungsi gabungan ketiganya, baik itu kuasi eksekutif, kuasi legislatif atau kuasi yudikatif (Funk & Richard, 2001:23-24).  Dalam istilah lain suatu model organ yang demikian disebut juga sebagai lembaga kuasi negara atau auxilarry state institution.

17-10-2014
Rusia Sahkan UU Pembatasan Kepemilikan Asing di Media Massa

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani UU yang membatasi kepemilikan asing di media massa Rusia hingga maksimal hanya 20%. Kantor berita RIA Novosti melaporkan, Rabu (15/10) petang.


10-10-2014
Pantauan Media
Indonesia Darurat Energi dan Pangan
Tidak adanya strategi ketahanan nasional (grand strategy) di bidang energi, pangan dan pertahanan membuat Indonesia dalam kondisi darurat di tiga sektor tersebut. Karena itu, para pemimpin bangsa dan DPR untuk segera meningkatkan kesadaran geopolitik Indonesia di tengah ancaman hegemoni asing belakangan ini.  

10-10-2014
Pantauan Media
Jokowi Dapat Warisan Masalah di Sektor Pertanian

Presiden terpilih Jokowi mendapatkan warisan masalah di sektor pertanian dan perkebunan dari pemerintah Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).




PREVIOUS   1234567   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Iran Tingkatkan Pembelian Minyak Sawit Indonesia

Myanmar Bantah terjadi Pembersihan Suku Rohingya

Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »