» Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang » Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Media
17-10-2014
Rusia Sahkan UU Pembatasan Kepemilikan Asing di Media Massa

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani UU yang membatasi kepemilikan asing di media massa Rusia hingga maksimal hanya 20%. Kantor berita RIA Novosti melaporkan, Rabu (15/10) petang.


10-10-2014
Pantauan Media
Indonesia Darurat Energi dan Pangan
Tidak adanya strategi ketahanan nasional (grand strategy) di bidang energi, pangan dan pertahanan membuat Indonesia dalam kondisi darurat di tiga sektor tersebut. Karena itu, para pemimpin bangsa dan DPR untuk segera meningkatkan kesadaran geopolitik Indonesia di tengah ancaman hegemoni asing belakangan ini.  

10-10-2014
Pantauan Media
Jokowi Dapat Warisan Masalah di Sektor Pertanian

Presiden terpilih Jokowi mendapatkan warisan masalah di sektor pertanian dan perkebunan dari pemerintah Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).


10-10-2014
Pantuan Media
KMP atau Jokowi-JK yang Berani Ubah UU Migas?

Dualisme kekuatan politik antara pemerintah Jokowi-JK dengan koalisi merah putih (KMP) di parlemen akan diuji keberpihakannya melalui amandemen undang-undang (UU) minyak dan gas bumi nomor 22 tahun 2001.


10-10-2014
Pantauan Media
Yang Terlupakan dari Jokowi dalam Menyusun Kabinet
Jakarta - Global Future Institute (GFI) menilai, Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), hanya berkutat pada latar belakang calon menteri-menterinya saja, apakah berasal dari profesional atau profesional partai dalam menyusun kabinetnya.

19-09-2014
Pendidikan Tanpa Konsep: Pertanyaan untuk Pemerintah Baru

Rencana pemerintahan baru untuk membagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjadi dua kementerian, yaitu kementerian yang mengurusi pendidikan dasar dan menengah dengan kementerian yang mengurusi pendidikan tinggi dan riset, terus terang menerbitkan tanda tanya. Siapakah gerangan penggagas konsep tersebut? Apa yang melatarbelakangi lahirnya konsep tersebut? Sudahkah konsep awalnya diuji dengan melibatkan para ahli yang kompeten dan mumpuni? Lalu, dimana nomenklatur "kebudayaan" akan ditempatkan?


16-09-2014
Ayo Kita Bangun Masyarakat Baru

(Disampaikan dalam Seminar Prospek Media Massa Nasional, yang diselenggarakan oleh Global Future Institute, 28 Agustus 2014).

Saya tertarik ketika, secara pribadi diundang pada acara seminar ini. Kebetulan selain sebagai salah seorang staf di Kementeria Dalam Negeri,  saya juga aktif di Ormas gerakan Indonesia. Apalagi temanya prospek media massa 2015, memang sebuah tema yang cukup menarik dibahas. Memang sejak pilpres kali ini, kualitas media massa kita sangat menurun sekali sehingga apapun yang diinformasikan kepada masyarakat walaupun saya jadi timses juga, tapi saya merasa apa yang disampaikan kepada masyarakat sepertinya tidak lengkap.


15-09-2014
Media Massa Sudah Menjelma Sebagai Aktor Politik

(Disampaikan dalam Seminar Prospek Media Massa Nasional, yang diselenggarakan oleh Global Future Institute, 28 Agustus 2014).

Mengenai media kalau tidak salah, hari ini media sudah menjelma sebagai aktor politik, atau menjadi sebuah lembaga politik. Ketika media menjadi sebuah lembaga politik media membawa satu ideologi politik atau satu kepentingan politik.  Dalam konteks media sebagai lembaga politik, kalau merujuk pada sebuah buku, maka seorang jurnalis berusaha agar masyarakat tidak menyadari bahwa media atau jurnalis adalah aktor politik.


12-09-2014
Perlu Menggarap 60 Juta Warga Masyarakat Yang Tak Puas Dengan Hasil Pemilu Presiden 2014

(Disampaikan dalam Seminar Prospek Media Massa Nasional, yang diselenggarakan oleh Global Future Institute, 28 Agustus 2014).

Intinya kita mengalami keprihatinan yang luar biasa dalam peristiwa Pilpres kemarin entah di pemberitaan nge-blok karena sudah berlebihan dan tajam. Sehingga dari kacamata saya pribadi sebagai wartawan yang makin meredup adalah Laporan investigasi  sudah tidak ada lagi.


12-09-2014
Kenapa Kita Bisa Kecolongan Sehingga Terjadi Monopoli Kepemilikan Media Massa?

(Disampaikan dalam Seminar Prospek Media Massa Nasional, yang diselenggarakan oleh Global Future Institute, 28 Agustus 2014).

Dulu saya berminat untuk menjadi wartawan, alhamdulilah saya sempat berbincang bertemu dengan generasi tua seperti Profesor Oemar Seno Aji, Rosihan Anwar, Abdurrahman Sumiharjo, Djafar assegaf, Mochtar Lubis, dan beberapa tokoh pers senior lainnya. 




PREVIOUS   12345678   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak
Kalau benar manuver diplomatik AS melalui DK-PBB tersebut dimaksudkan untuk mengajak seluruh dunia mengisolasi dan mengembargo Korea Utara, lantas bagaimana sikap Indonesia? ...

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB

Dibalik Sukses Pengendalian Harga-harga Pangan pada Idul Fitri 2017

Freeport: Memperpanjang Pelecehan dan "Freedom of Looting"

Arab Saudi dan Sekutu Beri Tambahan Waktu Dua Hari kepada Qatar

TNI Belum Berencana Kirim Pasukan ke Marawi

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »