» Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan » Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Media
10-10-2014
Pantuan Media
KMP atau Jokowi-JK yang Berani Ubah UU Migas?

Dualisme kekuatan politik antara pemerintah Jokowi-JK dengan koalisi merah putih (KMP) di parlemen akan diuji keberpihakannya melalui amandemen undang-undang (UU) minyak dan gas bumi nomor 22 tahun 2001.


10-10-2014
Pantauan Media
Yang Terlupakan dari Jokowi dalam Menyusun Kabinet
Jakarta - Global Future Institute (GFI) menilai, Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), hanya berkutat pada latar belakang calon menteri-menterinya saja, apakah berasal dari profesional atau profesional partai dalam menyusun kabinetnya.

19-09-2014
Pendidikan Tanpa Konsep: Pertanyaan untuk Pemerintah Baru

Rencana pemerintahan baru untuk membagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjadi dua kementerian, yaitu kementerian yang mengurusi pendidikan dasar dan menengah dengan kementerian yang mengurusi pendidikan tinggi dan riset, terus terang menerbitkan tanda tanya. Siapakah gerangan penggagas konsep tersebut? Apa yang melatarbelakangi lahirnya konsep tersebut? Sudahkah konsep awalnya diuji dengan melibatkan para ahli yang kompeten dan mumpuni? Lalu, dimana nomenklatur "kebudayaan" akan ditempatkan?


16-09-2014
Ayo Kita Bangun Masyarakat Baru

(Disampaikan dalam Seminar Prospek Media Massa Nasional, yang diselenggarakan oleh Global Future Institute, 28 Agustus 2014).

Saya tertarik ketika, secara pribadi diundang pada acara seminar ini. Kebetulan selain sebagai salah seorang staf di Kementeria Dalam Negeri,  saya juga aktif di Ormas gerakan Indonesia. Apalagi temanya prospek media massa 2015, memang sebuah tema yang cukup menarik dibahas. Memang sejak pilpres kali ini, kualitas media massa kita sangat menurun sekali sehingga apapun yang diinformasikan kepada masyarakat walaupun saya jadi timses juga, tapi saya merasa apa yang disampaikan kepada masyarakat sepertinya tidak lengkap.


15-09-2014
Media Massa Sudah Menjelma Sebagai Aktor Politik

(Disampaikan dalam Seminar Prospek Media Massa Nasional, yang diselenggarakan oleh Global Future Institute, 28 Agustus 2014).

Mengenai media kalau tidak salah, hari ini media sudah menjelma sebagai aktor politik, atau menjadi sebuah lembaga politik. Ketika media menjadi sebuah lembaga politik media membawa satu ideologi politik atau satu kepentingan politik.  Dalam konteks media sebagai lembaga politik, kalau merujuk pada sebuah buku, maka seorang jurnalis berusaha agar masyarakat tidak menyadari bahwa media atau jurnalis adalah aktor politik.


12-09-2014
Perlu Menggarap 60 Juta Warga Masyarakat Yang Tak Puas Dengan Hasil Pemilu Presiden 2014

(Disampaikan dalam Seminar Prospek Media Massa Nasional, yang diselenggarakan oleh Global Future Institute, 28 Agustus 2014).

Intinya kita mengalami keprihatinan yang luar biasa dalam peristiwa Pilpres kemarin entah di pemberitaan nge-blok karena sudah berlebihan dan tajam. Sehingga dari kacamata saya pribadi sebagai wartawan yang makin meredup adalah Laporan investigasi  sudah tidak ada lagi.


12-09-2014
Kenapa Kita Bisa Kecolongan Sehingga Terjadi Monopoli Kepemilikan Media Massa?

(Disampaikan dalam Seminar Prospek Media Massa Nasional, yang diselenggarakan oleh Global Future Institute, 28 Agustus 2014).

Dulu saya berminat untuk menjadi wartawan, alhamdulilah saya sempat berbincang bertemu dengan generasi tua seperti Profesor Oemar Seno Aji, Rosihan Anwar, Abdurrahman Sumiharjo, Djafar assegaf, Mochtar Lubis, dan beberapa tokoh pers senior lainnya. 


11-09-2014
Menyoal Komunikasi Politik Presiden Terpilih

Dalam bukunya, Komunikasi Politik, Dan Nimmo menyatakan terdapat empat macam pencitraan politik, yaitu pure publicity (publisitas melalui aktivitas masyarakat dengan setting sosial apa adanya),  free ride publicity (memanfaatkan akses untuk publisitas) yang banyak terlihat pada kampanye dalam mensponsori kegiatan sosial di masyarakat, tie-in publicity (memanfaatkan kegiatan luar biasa untuk publisitas), dan paid publicity (publisitas berbayar lewat pembelian rubrik di media massa) yang terpampang pada advertorial di berbagai media massa dan spanduk-spanduknya. Dengan demikian politik akan berjalan dengan baik apabila komunikasi verbal dan nonverbal terjalin dengan baik pula. Citra yang  akan dinilai bukan hanya dari tahap pendekatan tetapi juga ketika para calon presiden yang telah terpilih menjadi presiden itu membuktikan apa yang telah dijanjikan dan dicitrakan sebelumnya.


09-09-2014
The Death of Conventional Journalism (4)

Kemampuan publik untuk menyelenggarakan jaring komunikasinya sendiri, sebenarnya merupakan reaksi atas “otoritarian” jurnalisme konvensional yang sekarang di tanah air dikuasai para pemodal kuat. Publik sudah mampu menjawab segala dikte yang selama ini mereka terima. Asas hak jawab di masa lalu tidak sepenuhnya sesuai dengan harapan publik. Dan harapan itu kini ada pada satu bentuk mekanisme komunikasi baru yang sangat revolusioner: internet.


02-09-2014
Seminar Media Massa GFI
60 Juta Orang Butuh Akses Informasi Yang Akurat dan Mendalam
Pendahuluan
 
Tema pagelaran diskusi kita kali ini sangat menarik. Terutama mengenai prospek media di tanah air pada 2015 mendatang. Menarik karena media massa telah menjadi alat perang asimetris kekuatan asing yang ingin memaksakan agenda politiknya guna melemahkan kekuatan NKRI.



PREVIOUS   12345678   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »