» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Media
19-09-2014
Pendidikan Tanpa Konsep: Pertanyaan untuk Pemerintah Baru

Rencana pemerintahan baru untuk membagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjadi dua kementerian, yaitu kementerian yang mengurusi pendidikan dasar dan menengah dengan kementerian yang mengurusi pendidikan tinggi dan riset, terus terang menerbitkan tanda tanya. Siapakah gerangan penggagas konsep tersebut? Apa yang melatarbelakangi lahirnya konsep tersebut? Sudahkah konsep awalnya diuji dengan melibatkan para ahli yang kompeten dan mumpuni? Lalu, dimana nomenklatur "kebudayaan" akan ditempatkan?


16-09-2014
Ayo Kita Bangun Masyarakat Baru

(Disampaikan dalam Seminar Prospek Media Massa Nasional, yang diselenggarakan oleh Global Future Institute, 28 Agustus 2014).

Saya tertarik ketika, secara pribadi diundang pada acara seminar ini. Kebetulan selain sebagai salah seorang staf di Kementeria Dalam Negeri,  saya juga aktif di Ormas gerakan Indonesia. Apalagi temanya prospek media massa 2015, memang sebuah tema yang cukup menarik dibahas. Memang sejak pilpres kali ini, kualitas media massa kita sangat menurun sekali sehingga apapun yang diinformasikan kepada masyarakat walaupun saya jadi timses juga, tapi saya merasa apa yang disampaikan kepada masyarakat sepertinya tidak lengkap.


15-09-2014
Media Massa Sudah Menjelma Sebagai Aktor Politik

(Disampaikan dalam Seminar Prospek Media Massa Nasional, yang diselenggarakan oleh Global Future Institute, 28 Agustus 2014).

Mengenai media kalau tidak salah, hari ini media sudah menjelma sebagai aktor politik, atau menjadi sebuah lembaga politik. Ketika media menjadi sebuah lembaga politik media membawa satu ideologi politik atau satu kepentingan politik.  Dalam konteks media sebagai lembaga politik, kalau merujuk pada sebuah buku, maka seorang jurnalis berusaha agar masyarakat tidak menyadari bahwa media atau jurnalis adalah aktor politik.


12-09-2014
Perlu Menggarap 60 Juta Warga Masyarakat Yang Tak Puas Dengan Hasil Pemilu Presiden 2014

(Disampaikan dalam Seminar Prospek Media Massa Nasional, yang diselenggarakan oleh Global Future Institute, 28 Agustus 2014).

Intinya kita mengalami keprihatinan yang luar biasa dalam peristiwa Pilpres kemarin entah di pemberitaan nge-blok karena sudah berlebihan dan tajam. Sehingga dari kacamata saya pribadi sebagai wartawan yang makin meredup adalah Laporan investigasi  sudah tidak ada lagi.


12-09-2014
Kenapa Kita Bisa Kecolongan Sehingga Terjadi Monopoli Kepemilikan Media Massa?

(Disampaikan dalam Seminar Prospek Media Massa Nasional, yang diselenggarakan oleh Global Future Institute, 28 Agustus 2014).

Dulu saya berminat untuk menjadi wartawan, alhamdulilah saya sempat berbincang bertemu dengan generasi tua seperti Profesor Oemar Seno Aji, Rosihan Anwar, Abdurrahman Sumiharjo, Djafar assegaf, Mochtar Lubis, dan beberapa tokoh pers senior lainnya. 


11-09-2014
Menyoal Komunikasi Politik Presiden Terpilih

Dalam bukunya, Komunikasi Politik, Dan Nimmo menyatakan terdapat empat macam pencitraan politik, yaitu pure publicity (publisitas melalui aktivitas masyarakat dengan setting sosial apa adanya),  free ride publicity (memanfaatkan akses untuk publisitas) yang banyak terlihat pada kampanye dalam mensponsori kegiatan sosial di masyarakat, tie-in publicity (memanfaatkan kegiatan luar biasa untuk publisitas), dan paid publicity (publisitas berbayar lewat pembelian rubrik di media massa) yang terpampang pada advertorial di berbagai media massa dan spanduk-spanduknya. Dengan demikian politik akan berjalan dengan baik apabila komunikasi verbal dan nonverbal terjalin dengan baik pula. Citra yang  akan dinilai bukan hanya dari tahap pendekatan tetapi juga ketika para calon presiden yang telah terpilih menjadi presiden itu membuktikan apa yang telah dijanjikan dan dicitrakan sebelumnya.


09-09-2014
The Death of Conventional Journalism (4)

Kemampuan publik untuk menyelenggarakan jaring komunikasinya sendiri, sebenarnya merupakan reaksi atas “otoritarian” jurnalisme konvensional yang sekarang di tanah air dikuasai para pemodal kuat. Publik sudah mampu menjawab segala dikte yang selama ini mereka terima. Asas hak jawab di masa lalu tidak sepenuhnya sesuai dengan harapan publik. Dan harapan itu kini ada pada satu bentuk mekanisme komunikasi baru yang sangat revolusioner: internet.


02-09-2014
Seminar Media Massa GFI
60 Juta Orang Butuh Akses Informasi Yang Akurat dan Mendalam
Pendahuluan
 
Tema pagelaran diskusi kita kali ini sangat menarik. Terutama mengenai prospek media di tanah air pada 2015 mendatang. Menarik karena media massa telah menjadi alat perang asimetris kekuatan asing yang ingin memaksakan agenda politiknya guna melemahkan kekuatan NKRI.

02-09-2014
Seminar Media Massa GFI
Pengaruh Opini Dunia Dikuasai Tujuh Orang Pebisnis Media Yahudi

Berbicara tentang pengaruh media asing yang berdampak buruk dan menyesatkan bagi Indonesia, kita harus tahu latar belakangnya. Opini dunia atau informasi di dunia sekarang ini didominasi oleh barat yang dipimpin oleh Amerika. Dan di Amerika sendiri sekitar 90% media dikuasai oleh hanya tujuh orang pebisnis media Yahudi. Bisa dikatakan itu Zionis-lah, karena mereka pendukung utama Israel, baik dari segi lobi maupun dari bantuan keuangan. Dengan sendirinya, pengaruh opini dunia termasuk ke dalam Indonesia juga negatif  bagi Indonesia.


02-09-2014
Seminar Media Massa GFI
Perlu Media Alternatif yang Diilhami Lima Butir Pancasila

Satu fenomena yang membuat saya dan beberapa teman merasa tidak bergairah lagi menjadi jurnalis sekarang ini. Sehingga ketika ke kantor ataupun bertemu teman-teman wartawan, apa sih yang harus kita lakukan sekarang ini?




PREVIOUS   12345678   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »