» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Media
29-08-2014
Seminar Media Massa
Seminar GFI: Pengaruh Asing Dominan sebagai Kiblat Penyajian Berita

Pengaruh asing sangat dominan sebagai kiblat penyajian berita yang dilakukan oleh wartawan-wartawan Indonesia saat ini. Demikian disampaikan Syarif  Hidayat, wartawan senior kantor berita ANTARA pada seminar terbatas Global Future Institute (GFI) bertajuk Prospek Media Massa Nasional 2015: Peluang dan Hambatan, Kamis (28/08/2014).


29-08-2014
Ketika Jurnalistik Kian Tertepikan

(Tulisan ini merupakan materi yang disampaikan oleh Penulis pada Seminar Terbatas GFI dengan tema: Prospek Media Massa Nasional 2015: Peluang dan Hambatan pada Kamis, 28 Agustus 2014 di Jakarta)

Dunia kini semakin dihadapkan pada pergeseran nilai-nilai dari modern ke posmodernisme (posmo). Diduga ini terjadi akibat modernisme yang hanya membangun infrastruktur dan berproduksi, gagal menjawab sejumlah persoalan seperti kesenjangan sosial, ekonomi, politik, lingkungan hidup, dan sebagainya.


29-08-2014
Matinya "Juru Kisah" Indonesia Jadi Diskusi Hangat di Jakarta

Aktivis dari berbagai kelompok dan media menyelenggarakan diskusi mengenai pudarnya peran media sebagai “juru kisah” sejak keberpihakan kepada pemilik modal membudaya di kalangan pers.


18-08-2014
Dua Sisi Dampak Sosial Media

Sosial media, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan sarana untuk berkomunikasi dengan sesama manusia di suatu lingkungan kelompok secara bersama yang sangat baik dan pas digunakan dalam menyebarkan berbagai informasi penting terlepas dari hanya sekedar hiburan, informasi pribadi bahkan hingga informasi yang sifatnya propaganda. Sosial media ini juga tidak jarang dijadikan sasaran para oknum yang memiliki kepentingan dalam menggalang, propaganda bahkan untuk provokasi yang lebih cenderung ke arah negatif.


05-08-2014
Cyber dan Politik Adu Domba
Pemilihan Presiden sudah berakhir. Bahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menetapkan pemenang pilpres tersebut. Meski ada ketidakpuasan dari pasangan capres-cawapres yang kalah. Inilah demokrasi yang ada di negara ini dan pastinya lebih absahnya kemenangan Jokowi-Jusuf Kalla, akan ditentukan di Mahkamah Konstitusi (MK), yang diharapkan berbagai kalangan akan bersikap adil dan bijaksana dalam memutuskan perkara perselisihan hasil Pemilu tersebut, karena keputusan MK yang berat sebelah dikhawatirkan akan memicu gejolak sosial. Namun, jika MK sudah memutuskan secara adil dan bijaksana, maka pihak manapun harus menghormati keputusannya. Di sini penulis tidak mengurai tentang persoalan pemenang dan yang kalah. 

05-08-2014
Jurnalis Profesional
Secara umum dapat dikatakan bahwa Jurnalistik adalah seperangkat atau suatu alat madia massa, jurnalistik mempunyai fungsi sebagai pengelolaan laporan harian yang menarik minat khalayak, mulai dari peliputan sampai penyebarannya kepada masyarakat mengenai apa saja yang terjadi. Apapun yang terjadi baik peristiwa faktual (fakta) atau pendapat seseorang (opini), untuk menjadi sebuah berita kepada khalayak. Dengan demikian berita yang disampaikan kepada masyarakat haruslah berdasarkan fakta yang sudah di cross check kebenarannya dan bukan bersifat fitnah. 

20-07-2014
Mengawal Suara Tanpa Perlu Menjadi Ahli IT

Jargon yang santer muncul pasca pemungutan suara 9 Juli 2014 usai, adalah 'mengawal suara'. Sejumlah berita menyebutkan bahwa sekelompok orang hingga ribuan akan dikerahkan di depan lembaga yang berwenang melakukan penghitungan suara untuk mengawal suara kandidat pilihannya.


15-07-2014
Mencegah Media Partisan Dalam Pemilu

Kebebasan pers merupakan salah satu wujud nyata dari era reformasi. Implikasinya, negara tidak boleh dibiarkan terlalu dalam mengatur kehidupan media massa. Namun ini tak berarti dengan sendirinya media massa boleh bersikap partisan atau menjadikan diri sebagai juru propaganda kubu politik pengelola dan pemilik media.


15-07-2014
KPI Hentikan Siaran Quick Qount, Real Qount, dan Klaim Kemenangan Capres

No: 1640/K/KPI/07/14

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengingatkan tentang potensi pelanggaran terhadap pasal 36 (5) huruf a Undang-Undang nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran yang berbunyi: *“Isi siaran dilarang: a. bersifat fitnah, menghasut, menyesatkan dan/atau berbohong.”* dalam penyiaran quick count, real count, atau klaim kemenangan dari calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2014. Demikian disampaikan Ketua KPI Pusat Judhariksawan, di kantor KPI Pusat, di Jakarta (11/7).


07-07-2014
Netralitas LIPI Dalam Pilpres Dipertanyakan ?
Juni 2014 lalu,  Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P LIPI) merilis hasil survey terkait peta dukungan kepada dua pasangan calon presiden dan wakil presiden 2014. Survey tersebut dilaksanakan pada 5 s/d 14 Juni 2014 dengan 790 responden berusia diatas 17 tahun, pada 33 propinsi,  melalui wawancara tatap muka. Hasil survey menempatkan pasangan Jokowi/JK unggul dengan 43 persen, sementara pasangan Prabowo/Hatta mendapat 34 persen dibawah pasangan nomor urut dua, Jokowi/JK. Dalam survei ini juga masih ada 23 persen responden yang belum menentukan pilihan atau undecided voters. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode multistage random sampling. Berdasarkan jumlah sampel tersebut, diperkirakan margin of error sebesar kurang lebih 3,51 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Tingkat keterpilihan ini didasarkan pada pertanyaan penelitian, jika pemilihan presiden dan wakil presiden diselenggarakan hari ini, siapa yang akan dipilih. Survey ini hanya bertujuan untuk memotret persepsi masyarakat dalam  rentanag waktu tertentu, dengan  menggunakan dana negara yang berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2014. 



PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Imigrasi Bekasi Deportasi 9 WNA China

Jasa Presiden Soekarno buat bangsa Indonesia

RESENSI: Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Partai Berkuasa di Hungaria Ingin Usir "LSM George Soros"

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »