» Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan » Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Media
02-09-2014
Seminar Media Massa GFI
Pengaruh Opini Dunia Dikuasai Tujuh Orang Pebisnis Media Yahudi

Berbicara tentang pengaruh media asing yang berdampak buruk dan menyesatkan bagi Indonesia, kita harus tahu latar belakangnya. Opini dunia atau informasi di dunia sekarang ini didominasi oleh barat yang dipimpin oleh Amerika. Dan di Amerika sendiri sekitar 90% media dikuasai oleh hanya tujuh orang pebisnis media Yahudi. Bisa dikatakan itu Zionis-lah, karena mereka pendukung utama Israel, baik dari segi lobi maupun dari bantuan keuangan. Dengan sendirinya, pengaruh opini dunia termasuk ke dalam Indonesia juga negatif  bagi Indonesia.


02-09-2014
Seminar Media Massa GFI
Perlu Media Alternatif yang Diilhami Lima Butir Pancasila

Satu fenomena yang membuat saya dan beberapa teman merasa tidak bergairah lagi menjadi jurnalis sekarang ini. Sehingga ketika ke kantor ataupun bertemu teman-teman wartawan, apa sih yang harus kita lakukan sekarang ini?


01-09-2014
Seminar Media Massa GFI
Masyarakat Pembaca Perlu Pencerahan Informasi Dalam Menghadapi Perang Asimetris Asing di Indonesia

Inti dari diskusi kita hari ini adalah mencoba menyerap hikmah dari politik pemberitaan  dari berbagai media massa cetak, elektronik, maupun digital khususnya selama Pilpres 2014.


29-08-2014
Seminar Media Massa
Seminar GFI: Pengaruh Asing Dominan sebagai Kiblat Penyajian Berita

Pengaruh asing sangat dominan sebagai kiblat penyajian berita yang dilakukan oleh wartawan-wartawan Indonesia saat ini. Demikian disampaikan Syarif  Hidayat, wartawan senior kantor berita ANTARA pada seminar terbatas Global Future Institute (GFI) bertajuk Prospek Media Massa Nasional 2015: Peluang dan Hambatan, Kamis (28/08/2014).


29-08-2014
Ketika Jurnalistik Kian Tertepikan

(Tulisan ini merupakan materi yang disampaikan oleh Penulis pada Seminar Terbatas GFI dengan tema: Prospek Media Massa Nasional 2015: Peluang dan Hambatan pada Kamis, 28 Agustus 2014 di Jakarta)

Dunia kini semakin dihadapkan pada pergeseran nilai-nilai dari modern ke posmodernisme (posmo). Diduga ini terjadi akibat modernisme yang hanya membangun infrastruktur dan berproduksi, gagal menjawab sejumlah persoalan seperti kesenjangan sosial, ekonomi, politik, lingkungan hidup, dan sebagainya.


29-08-2014
Matinya "Juru Kisah" Indonesia Jadi Diskusi Hangat di Jakarta

Aktivis dari berbagai kelompok dan media menyelenggarakan diskusi mengenai pudarnya peran media sebagai “juru kisah” sejak keberpihakan kepada pemilik modal membudaya di kalangan pers.


18-08-2014
Dua Sisi Dampak Sosial Media

Sosial media, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan sarana untuk berkomunikasi dengan sesama manusia di suatu lingkungan kelompok secara bersama yang sangat baik dan pas digunakan dalam menyebarkan berbagai informasi penting terlepas dari hanya sekedar hiburan, informasi pribadi bahkan hingga informasi yang sifatnya propaganda. Sosial media ini juga tidak jarang dijadikan sasaran para oknum yang memiliki kepentingan dalam menggalang, propaganda bahkan untuk provokasi yang lebih cenderung ke arah negatif.


05-08-2014
Cyber dan Politik Adu Domba
Pemilihan Presiden sudah berakhir. Bahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menetapkan pemenang pilpres tersebut. Meski ada ketidakpuasan dari pasangan capres-cawapres yang kalah. Inilah demokrasi yang ada di negara ini dan pastinya lebih absahnya kemenangan Jokowi-Jusuf Kalla, akan ditentukan di Mahkamah Konstitusi (MK), yang diharapkan berbagai kalangan akan bersikap adil dan bijaksana dalam memutuskan perkara perselisihan hasil Pemilu tersebut, karena keputusan MK yang berat sebelah dikhawatirkan akan memicu gejolak sosial. Namun, jika MK sudah memutuskan secara adil dan bijaksana, maka pihak manapun harus menghormati keputusannya. Di sini penulis tidak mengurai tentang persoalan pemenang dan yang kalah. 

05-08-2014
Jurnalis Profesional
Secara umum dapat dikatakan bahwa Jurnalistik adalah seperangkat atau suatu alat madia massa, jurnalistik mempunyai fungsi sebagai pengelolaan laporan harian yang menarik minat khalayak, mulai dari peliputan sampai penyebarannya kepada masyarakat mengenai apa saja yang terjadi. Apapun yang terjadi baik peristiwa faktual (fakta) atau pendapat seseorang (opini), untuk menjadi sebuah berita kepada khalayak. Dengan demikian berita yang disampaikan kepada masyarakat haruslah berdasarkan fakta yang sudah di cross check kebenarannya dan bukan bersifat fitnah. 

20-07-2014
Mengawal Suara Tanpa Perlu Menjadi Ahli IT

Jargon yang santer muncul pasca pemungutan suara 9 Juli 2014 usai, adalah 'mengawal suara'. Sejumlah berita menyebutkan bahwa sekelompok orang hingga ribuan akan dikerahkan di depan lembaga yang berwenang melakukan penghitungan suara untuk mengawal suara kandidat pilihannya.




PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »