» Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Media
11-09-2014
Menyoal Komunikasi Politik Presiden Terpilih

Dalam bukunya, Komunikasi Politik, Dan Nimmo menyatakan terdapat empat macam pencitraan politik, yaitu pure publicity (publisitas melalui aktivitas masyarakat dengan setting sosial apa adanya),  free ride publicity (memanfaatkan akses untuk publisitas) yang banyak terlihat pada kampanye dalam mensponsori kegiatan sosial di masyarakat, tie-in publicity (memanfaatkan kegiatan luar biasa untuk publisitas), dan paid publicity (publisitas berbayar lewat pembelian rubrik di media massa) yang terpampang pada advertorial di berbagai media massa dan spanduk-spanduknya. Dengan demikian politik akan berjalan dengan baik apabila komunikasi verbal dan nonverbal terjalin dengan baik pula. Citra yang  akan dinilai bukan hanya dari tahap pendekatan tetapi juga ketika para calon presiden yang telah terpilih menjadi presiden itu membuktikan apa yang telah dijanjikan dan dicitrakan sebelumnya.


09-09-2014
The Death of Conventional Journalism (4)

Kemampuan publik untuk menyelenggarakan jaring komunikasinya sendiri, sebenarnya merupakan reaksi atas “otoritarian” jurnalisme konvensional yang sekarang di tanah air dikuasai para pemodal kuat. Publik sudah mampu menjawab segala dikte yang selama ini mereka terima. Asas hak jawab di masa lalu tidak sepenuhnya sesuai dengan harapan publik. Dan harapan itu kini ada pada satu bentuk mekanisme komunikasi baru yang sangat revolusioner: internet.


02-09-2014
Seminar Media Massa GFI
60 Juta Orang Butuh Akses Informasi Yang Akurat dan Mendalam
Pendahuluan
 
Tema pagelaran diskusi kita kali ini sangat menarik. Terutama mengenai prospek media di tanah air pada 2015 mendatang. Menarik karena media massa telah menjadi alat perang asimetris kekuatan asing yang ingin memaksakan agenda politiknya guna melemahkan kekuatan NKRI.

02-09-2014
Seminar Media Massa GFI
Pengaruh Opini Dunia Dikuasai Tujuh Orang Pebisnis Media Yahudi

Berbicara tentang pengaruh media asing yang berdampak buruk dan menyesatkan bagi Indonesia, kita harus tahu latar belakangnya. Opini dunia atau informasi di dunia sekarang ini didominasi oleh barat yang dipimpin oleh Amerika. Dan di Amerika sendiri sekitar 90% media dikuasai oleh hanya tujuh orang pebisnis media Yahudi. Bisa dikatakan itu Zionis-lah, karena mereka pendukung utama Israel, baik dari segi lobi maupun dari bantuan keuangan. Dengan sendirinya, pengaruh opini dunia termasuk ke dalam Indonesia juga negatif  bagi Indonesia.


02-09-2014
Seminar Media Massa GFI
Perlu Media Alternatif yang Diilhami Lima Butir Pancasila

Satu fenomena yang membuat saya dan beberapa teman merasa tidak bergairah lagi menjadi jurnalis sekarang ini. Sehingga ketika ke kantor ataupun bertemu teman-teman wartawan, apa sih yang harus kita lakukan sekarang ini?


01-09-2014
Seminar Media Massa GFI
Masyarakat Pembaca Perlu Pencerahan Informasi Dalam Menghadapi Perang Asimetris Asing di Indonesia

Inti dari diskusi kita hari ini adalah mencoba menyerap hikmah dari politik pemberitaan  dari berbagai media massa cetak, elektronik, maupun digital khususnya selama Pilpres 2014.


29-08-2014
Seminar Media Massa
Seminar GFI: Pengaruh Asing Dominan sebagai Kiblat Penyajian Berita

Pengaruh asing sangat dominan sebagai kiblat penyajian berita yang dilakukan oleh wartawan-wartawan Indonesia saat ini. Demikian disampaikan Syarif  Hidayat, wartawan senior kantor berita ANTARA pada seminar terbatas Global Future Institute (GFI) bertajuk Prospek Media Massa Nasional 2015: Peluang dan Hambatan, Kamis (28/08/2014).


29-08-2014
Ketika Jurnalistik Kian Tertepikan

(Tulisan ini merupakan materi yang disampaikan oleh Penulis pada Seminar Terbatas GFI dengan tema: Prospek Media Massa Nasional 2015: Peluang dan Hambatan pada Kamis, 28 Agustus 2014 di Jakarta)

Dunia kini semakin dihadapkan pada pergeseran nilai-nilai dari modern ke posmodernisme (posmo). Diduga ini terjadi akibat modernisme yang hanya membangun infrastruktur dan berproduksi, gagal menjawab sejumlah persoalan seperti kesenjangan sosial, ekonomi, politik, lingkungan hidup, dan sebagainya.


29-08-2014
Matinya "Juru Kisah" Indonesia Jadi Diskusi Hangat di Jakarta

Aktivis dari berbagai kelompok dan media menyelenggarakan diskusi mengenai pudarnya peran media sebagai “juru kisah” sejak keberpihakan kepada pemilik modal membudaya di kalangan pers.


18-08-2014
Dua Sisi Dampak Sosial Media

Sosial media, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan sarana untuk berkomunikasi dengan sesama manusia di suatu lingkungan kelompok secara bersama yang sangat baik dan pas digunakan dalam menyebarkan berbagai informasi penting terlepas dari hanya sekedar hiburan, informasi pribadi bahkan hingga informasi yang sifatnya propaganda. Sosial media ini juga tidak jarang dijadikan sasaran para oknum yang memiliki kepentingan dalam menggalang, propaganda bahkan untuk provokasi yang lebih cenderung ke arah negatif.




PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Pemerintah Pastikan Blokir Telegram

Dilihat Dari Gelagatnya, NATO Memang Ingin Agresi Militer ke Rusia

KPK Dalami Proses Penentuan Opini Kasus Kemendes-BPK

Anggaran Polri Naik di Masa Presiden Jokowi

Ketua OPEC Optimistis Stok Minyak Global Turun

Mengunjingkan Epistemologi Keraton

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »