» Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang » Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Sejarah Nusantara
24-03-2016
Pemerintah RI Menolak Melakukan Penelitian Mengenai Sejarah Agresi Belanda 1945-1950
Rekan-rekan yang budiman,
 
Saya forward ulang berita yang disampaikan oleh teman saya, sejarawati Belanda/Italia, Dr. Stef Scagliola, bulan Februari 2013. 
 
Dr. Stef Scagliola memberikan informasi, bahwa tiga lembaga penelitian sejarah terbesar di Belanda: NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdokumentatie/Institut Belanda untuk Dokumentasi Perang), KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde/Lembaga Kerajaan untuk Ilmu Bahasa, Negara dan Antropologi) dan NMH (Netherlands Institute for Military History) membuat proposal untuk melakukan penelitian yang sangat rinci mengenai berbagai peristiwa yang terjadi di Indonesia selama agresi militer Belanda antara tahun 1945 – 1950. Namun pemerintah Indonesia yang menolak.

08-03-2016
Geger Cina di Batavia

TAHUN 1730-1740-an terjadi pemberontakan orang-orang Cina di Batavia. Pada bukunya yang fenomenal, The History of Java, Thomas Stamford Raffles menyebutkan bahwa saat itu kota Batavia berada dalam tingkat kemakmuran yang sangat tinggi. Para pedagang berdatangan dari semua penjuru. Barang-barang yang diperdagangkan sangat melimpah. Hal ini mengundang kehadiran para budak.


22-02-2016
Sejarah Melayu
Menyatukan Bangsa Serumpun Melayu Nusantara yang Berserakan

Sebagian besar orang Jawa, Batak, Bali dan suku-suku lainnya di Indonesia tidak mengakui ataupun tidak menyadari bahwa dirinya sebenarya adalah bangsa Melayu. Mereka beranggapan bahwa Melayu itu hanya meliputi suku Melayu Banjar, Melayu Riau, Melayu Minang, Melayu Deli, Melayu Pontianak dan seterusnya. Padahal jelas sekali bahwa Jawa, Batak, Madura, Bali bahkan Papua Bagian Barat masuk dalam rumpun bangsa Melayu. Hanya katena entitas politik kesukuan dan diperparah oleh pecah belah kolonial belanda yang membuat kita yang serumpun ini menjadi asing sebagai satu rumpun Melayu Nusantara.


15-02-2016
Membaca Teks Peradaban Besar Bangsa Nusantara (Bagian 4/Selesai)
5. Meruntuhkan Teori Klasik Cinaisasi dan Indianisasi
 
Selama ini para ahli telah lalai beranggapan bahwa budaya Asia Tenggara hanyalah cabang sekunder dari peradaban Asia daratan di Cina dan India. Pandangan yang cenderung meremehkan data-data kuno itu tentu secara tidak langsung telah menghilangkan khazanah kesejarahan suatu bangsa besar yang selama ini ditenggelamkan oleh feodalisme akademik.  

15-02-2016
Membaca Teks Peradaban Besar Bangsa Nusantara (Bagian 3)
4. Persebaran Budaya Nusantara di Afrika, Benua, Australia, Amerika, Arab, Vietnam dan Cina
 
Dalam cacatan Reid (2008), Oppenheimer (2010) yang diulas dari sumber data yang berlimpah sepakat menyebutkan bagaimana kapal-kapal bercadik orang-orang Nusantara dengan ilmu navigasi12 yang canggih dan didukung oleh tubuh yang kuat dengan perawakan langsing berisi dengan tatapan mata tajam, mereka orang-orang Nusantara tegar melawan badai dan ombak besar berlayar mengarungi ribuan mil samudera sehingga sampai menyentuh dan menjadi pemberi pengaruh primer dalam kebudayaan afrika yang dapat dilihat pada masa kini. Reid menyebutkan bahwa persebaran budaya tangible Nusantara terlihat dari penggunaan bahasa bantu yang  telah mencapai wilayah afrika Timur, Tengah, dan Selatan seperti di Kamerun, Mozambik, Uganda, Sudan Selatan, Somalia, Burundi, Kongo, Angola, Tanzania, Oman, Republik Afrika Tengah dan Afrika Selatan. Walaupun antara Reid dan Oppenheimer tidak bersintesis dalam penelitiannya terkait dengan bahasa Bantu tersebut namun keduanya menyepakati bahwa  bahasa bantu memiliki tipe bahasa aglutinatif sebagaimana bahasa-bahasa Nusantara, dimana bahasa tersebut berdiaspora secara masif sejak ribuan tahun yang lalu di Horn of Afrika

14-02-2016
Membaca Teks Peradaban Besar Bangsa Nusantara (Bagian 2)
2. Asal Bangsa Nusantara 
 
Terkait dengan tanah asal bangsa Nusantara terdapat beberapa pandangan atau perspektif dari berbagai kajian keilmuan. Beberapa pandangan tersebut berasal dari kajian linguistik, antropologi, arkeologi dan genetika atau bahkan pandangan gabungan dari dua kajian keilmuan seperti kajian antropolinguistik, genolinguistik, linguistik historis komparatif dll. 

14-02-2016
Peradaban Nusantara
Membaca Teks Peradaban Besar Bangsa Nusantara (Bagian 1)

Bangsa Nusantara adalah sebuah entitas sebuah bangsa besar yang telah eksis sejak puluhan ribu tahun yang lalu. Berdiam di sebuah wilayah yang dikenal dengan berbagai sebutan antara lain: Nusantara, Melayu, Austronesia/Polynesia. Bangsa Nusantara  dikenal sebagai pelaut tangguh dengan keahlian navigasi yang baik dan didukung oleh teknologi kapal yang canggih sehingga mampu menyentuh sebagian besar tanah Afrika, Amerika dan benua Oseania asumsi ini  didasarkan pada temuan unsur kesamaan bahasa bertipe aglutinatif yang tersebar di benua-benua tersebut. 

Kritik pedas datang dari Oppenheimer (2010) terkait subordinasi Nusantara oleh Cina dan India, ia menilai bahwa para ahli selama ini telah lalai menganggap bahwa budaya Asia Tenggara hanyalah cabang sekunder dari peradaban Asia daratan di Cina dan India. Pandangan yang cenderung meremehkan data-data kuno itu tentu telah menghilangkan khazanah kesejarahan suatu bangsa besar yang selama ini ditenggelamkan oleh feodalisme akademik.  


25-01-2016
Anatomi Geopolitik Papua
Secara tak sengaja, saya menemukan sebuah buku menarik karya Dr Bernarda Meteray, bertajuk Nasionalisme Ganda Orang Papua. Buku terbitan tahun 2012 ini mulanya merupakan disertasi S-3 penulis yang aslinya berjudul Penyemaian Dua Nasionalisme; Papua dan Indonesia di Nederlands Nieuw Guinea pada Masa Pemerintahan Belanda 1925-1962. 

05-01-2016
Mengenang Komunitas Mahasiswa Prapatan-10 Penggerak Denyut Nadi Revolusi Kemerdekaan Indonesia
Siapa sangka, jika sebuah gedung yang berlokasi di jalan Prapatan No 10, yang terletak dekat pasar Senen pada Jalan kembar Prapatan Kwitang, pernah mengukir sejarah sebagai tempat penggemblengan para pemuda-mahasiswa yang membidani lahirnya para pemimpin bangsa yang kelak dikenal sebagai Angkatan 45. Para pemuda-mahasiswa inilah yang mendesak Sukarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. 

19-12-2015
Agresi Militer Belanda 2
Menguggat Serangan Kepada Bangsa yang Berdaulat

Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaan tepat pada 17 Agustus 1945. Sejak hari bersejarah itu, jajaran kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke telah sah menjadi Negara berdaulat bernama Indonesia. Lebih dari 17 ribu pulau telah bersatu menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sejak saat itu, tak ada lagi satu bentuk penjajahan apapun yang diperkenankan menginjak harga diri sebuah bangsa yang berdaulat. Namun Belanda melancarkan serangan militernya  ke negeri yang sudah berdaulat ini?




PREVIOUS   1234567   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak
Kalau benar manuver diplomatik AS melalui DK-PBB tersebut dimaksudkan untuk mengajak seluruh dunia mengisolasi dan mengembargo Korea Utara, lantas bagaimana sikap Indonesia? ...

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB

Dibalik Sukses Pengendalian Harga-harga Pangan pada Idul Fitri 2017

Freeport: Memperpanjang Pelecehan dan "Freedom of Looting"

Arab Saudi dan Sekutu Beri Tambahan Waktu Dua Hari kepada Qatar

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »