» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Sejarah Nusantara
28-08-2015
Mengukir Sejarah Baru Melalui Generasi Baru

Dalam perjalanan zaman, sejarah baru selalu ditandai dengan lahirnya generasi baru. Dalam kancah sejarah, generasi baru yang mengukir sejarah baru itu adalah dari kalangan kaum muda. Perputaran sejarah juga telah membuktikan bahwa setiap generasi itu ada umurnya. Dengan demikian, nama-nama yang muncul sekarang sebagai calon pemimpin yang sebenarnya adalah satu generasi, juga ada umurnya. Inilah peluang yang mesti dijemput oleh kaum muda saat ini. Sebuah peluang untuk mempertemukan berakhirnya umur generasi itu dengan muara dari gerakan kaum muda untuk menyambut pergantian generasi dan menjaga perputaran sejarah dengan ukiran-ukiran prestasi baru.


03-08-2015
Sejarah Aceh, Fondasi Hubungan Luar Negeri Ri-Turki?

30 Juli hingga 1 Agustus 2015, Presiden Turki Tayyip Erdogan berkunjung ke Indonesia. Secara geografis jarak Indonesia dan Turki memang berjauhan. Tapi kalau menengok ke belakang, di era abad ke-16 dan abad ke-19, Aceh pernah menjadi "Sahabat terjauh Turki" (Secara geografis) dalam konstalasi global saat itu.


24-07-2015
Pandangan Habib Luthfi Bin Yahya Pekalongan tentang NKRI dan Islam Nusantara

Lebaran ketiga kemarin saya berkesempatan bersilaturahim dengan Habib Muhammad Luthfi bin Yahya di Pekalongan. Menuntut kesabaran memang ketika harus bersilaturahim dengan beliau. Mengingat begitu banyak tamu yang datang dan perlu "matur-matur" dengan beliau; dari soal uang hilang, anak mau nikah, panitia wisudaan, anak mau sekolah, Islam Nusantara, Sunii-Syiah hingga persoalan insiden Tolikara Papua.


10-06-2015
Menyerap Insipirasi dari Aliansi Strategis Raden Wijaya-Aria Wiraraja

Kerajaan Singasari dalam kurun waktu antara 1268-1292, belum banyak kajian yang mendalami politik luar negeri kerajaan Singasari di era Kertanegara dalam menghadapi Cina, yang kala itu dikuasai oleh Mongol atau Dinasti Yuan. Yang banyak dibahas umumnya soal peristiwa kronologis menjelang tewasnya Kertanegara akibat penghianatan orang-orang dekatnya sendiri, seperti Jayakatwang.


06-06-2015
Kapal Junyo Maru
Tragedi Tenggelamnya Kapal Junyo Maru yang Tenggelam di Perairan Sumatra

Latar belakang
Selama Perang Dunia II, sekitar 70.000 atau lebih tawanan perang yang terdiri dari tentara sekutu dan Romusha (buruh paksa) dari Asia termasuk Indonesia dipindahkan ke kapal dagang Jepang dan dikirim ke daerah pendudukan untuk bekerja paksa membangun lapangan terbang, jalur kereta api, dll.


02-06-2015
Seri Nusantara
“NEGERI SHIND”

Atas dasar membaca komen-komen dari para sahabat yang sering kali menyebutkan bahwa : “Tuntutlah ilmu sampai negeri China” maka saya berkehendak untuk menyampaikan:


01-06-2015
Membaca Ulang Prediksi Sam Ratulangi Soal Asia Pasifik

Buku Karya Dr Sam Ratulangi yang diterbitkan pada Juni 1937—dialihbahasakan oleh Prof. Poeradisastra dan diterbitkan kembali dengan judul Indonesia di Pasifik. Analisa Masalah-Masalah Pokok Asia Pasifik (1982)— Menarik untuk dikupas kembali. Mari kita kutip paragraf pembuka berikut:

"Pada saat ini diketahui oleh hampir setiap orang, bahwa di Pasifik telah terbentuk sebuah kawasan politik tersendiri. Kawasan itu mengesampingkan, malah melebihi arti dunia lama Samudra Atlantik. …”


19-05-2015
Pembantaian Westerling dan Puputan Margarana, Bali: Australia Dan Inggris Ikut Bertanggungjawab

Pengantar

Akhir Februari 2012 yang lalu berbagai media di Indonesia dan Australia memberitakan, bahwa sejumlah anggota parlemen Australia mendorong dilaksanakannya referendum di Papua Barat. Langkah ini sangat jelas bentuk intervensi terhadap masalah internal Indonesia. Dan tentu saja makin memperkeruh situasi yang sedang memanas lagi di bumi cendrawasih.


11-05-2015
Kuhandel di Kaliurang (1948)

Kesekian kalinya soal Indonesia Belanda di perundingkan, sekarang di Kaliurang. Di sini delegasi Indonesia berhadapan muka dengan Delegasi Belanda, ialah Kadir dan Husein, yang dimandori oleh Dr. Van Vresdenburgh.


08-05-2015
Militer Jepang di Indonesia
Mengingatkan Kembali Tiga Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Kejahatan perang tentara Jepang di Indonesia antara 1942-1945 merupakan sejarah hitam  yang tidak boleh kita lupakan. Adanya kebijakan pemerintahan fasisme Jepang di Indonesia yang secara sistematis dan terencana merekrut kaum perempuan Indonesia untuk direkrut secara paksa sebagai “budak seks” tentara Jepang (Ianfu), perekrutan paksa warga masyarakat untuk direkrut paksa sebagai tenaga kerja (Romusha), maupun perekrutan paksa sebagai wajib militer (Heiho) merupakan tragedi dan penderitaan lahir dan batin yang dialami para leluhur bangsa kita saat. Betapa kemajuan yang dicapai Jepang saat ini, ternyata bertumpu pada penderitaan rakyat Indonesia.




PREVIOUS   12345678   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Waspadai Eskalasi Propaganda Aktivis Pro Papua Merdeka

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »