» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Sejarah Nusantara
04-05-2015
“Bagi-Bagi Daerah Jajahan” dan Dampaknya Bagi Indonesia

Sejarah mencatat, bahwa Belanda menguasai beberapa wilayah di bumi Nusantara selama lebih dari 300 tahun, terutama Sunda Kalapa (Jayakarta, Jakarta), yang oleh Belanda dinamakan Batavia. Sementara di beberapa daerah, seperti Aceh, Tanah Batak, Bali dan beberapa daerah lain, kekuasaan Belanda hanya berlangsung selama sekitar 30 atau 40 tahun saja. Namun permasalahannya bukanlah pada lama atau tidaknya penguasaan suatu bangsa atau negara terhadap bangsa atau negara lain, melainkan pada keabsahan penguasaan tersebut, yang lazim disebut sebagai kolonialisme atau penjajahan.


28-04-2015
Peran Inggris dan Australia Bantu Belanda Berkuasa Kembali di Indonesia Harus Masuk Lembaran Sejarah

Selama lebih dari 50 tahun -tepatnya sampai 10 November 1999, yaitu ketika Komite Pembela Hak Asasi Rakyat Surabaya Korban Pemboman November 1945 (KPHARS) menuntut pemerintah Inggris atas pemboman Surabaya November 1945- tidak ada satupun, baik perorangan maupun lembaga di Republik Indonesia yang mempertanyakan, apalagi mempermasalahkan berbagai kejahatan perang, kejahatan atas kemanusiaan dan peristiwa-peristiwa pembantaian terhadap penduduk sipil yang terjadi di wilayah pendudukan Jepang antara tahun 1942 – 1945, dan yang terjadi di wilayah Republik Indonesia antara tahun 1945 – 1950, yaitu ketika Belanda melancarkan agresi militer.


28-04-2015
Beberapa Catatan Penting Tentang Kejahatan Terbesar Tentara Jepang di Indonesia

Setelah berhasil mengalahkan tentara sekutu di Pulau Jawa, maka tentara Jepang telah menguasai seluruh negara-negara di Asia Tenggara, yang sebelumnya merupakan jajahan negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.


21-04-2015
Dahsyatnya Peradaban Nusantara

Masih ingatkah kita akan sejarah Peradaban Wangsa Keling yang konon menguasai hampir 2/3 penjuru dunia? Wilayah kekuasaannya terbentang mulai dari benua Amerika (Suku Indian), Amerika Latin, Mesir, India, Hawai hingga ujung Lautan Teduh (kutub utara) yang dikemudian hari di era kejayaan Medang Kamulyan/Kamulan mereka ini disebut sebagai Sansekerta atau Wangsa Kerta atau 4 (empat) Bangsa besar penghuni nusantara.


30-03-2015
PUPUTAN MARGARANA: AGRESI MILITER BELANDA TERHADAP REPUBLIK INDONESIA YANG MERDEKA DAN BERDAULAT
Pendahuluan
 
Dalam kesempatan ini, saya tidak akan memaparkan mengenai jalannya perang Puputan Margarana, karena mengenai hal ini, telah banyak ditulis oleh pelaku sejarah dan saksi mata yang tentu lebih kompeten.

18-03-2015
Sirna Ilang Kertaning Bumi

HILANG lenyap ditelan bumi, begitu kita bisa memaknai ungkapan berbahasa sanskerta: ‘sirna ilang kertaning bumi’. Ungkapan ini sekaligus menandakan tahun keruntuhan Majapahit, 1400 saka atau 1478 masehi.


18-03-2015
OISRAA Sumbangsih Indonesia untuk Asia-Afrika

PERINGATAN 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) akan berlangsung 22-24 April 2015 di Bandung, Jawa Barat. Selain melahirkan Dasa Sila Bandung, KAA menumbuhkan semangat solidaritas di antara negara-negara Asia dan Afrika.


17-02-2015
Revolusi Fisik Setara dengan Pertempuran 10 November

Pemberontakan tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Kota Blitar memiliki bobot sejarah yang setara dengan Pertempuran 10 November Surabaya.


06-02-2015
Seri Nusantara
Pupusnya semboyan "Nenek Moyangku Seorang Pelaut"

Salah satu alasan yang menyebabkan pelaut Bugis tidak bisa melanglangbuana lagi ke seluruh penjuru dunia ini tiada lain karena perjanjian Bungaya yang ditanda-tangani antara pihak kompeni Belanda dengan Kesultanan Gowa tanggal 18 November 1667 yang memaksa rakyat Gowa menjadi dipenjara di rumahnya sendiri (nusantara).


03-02-2015
Perang Diponegoro (1825~1830)
Pangeran Diponegoro merupakan salah satu tokoh nasionalis bangsa yang independen, merdeka dan loyal terhadap bangsanya sendiri yang sempat mengegerkan percaturan global.



PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »