» “Kegenitan Geopolitik” » Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Sejarah Nusantara
06-02-2015
Seri Nusantara
Pupusnya semboyan "Nenek Moyangku Seorang Pelaut"

Salah satu alasan yang menyebabkan pelaut Bugis tidak bisa melanglangbuana lagi ke seluruh penjuru dunia ini tiada lain karena perjanjian Bungaya yang ditanda-tangani antara pihak kompeni Belanda dengan Kesultanan Gowa tanggal 18 November 1667 yang memaksa rakyat Gowa menjadi dipenjara di rumahnya sendiri (nusantara).


03-02-2015
Perang Diponegoro (1825~1830)
Pangeran Diponegoro merupakan salah satu tokoh nasionalis bangsa yang independen, merdeka dan loyal terhadap bangsanya sendiri yang sempat mengegerkan percaturan global.

30-01-2015
Pesan Simbolik Prabowo-Jokowi Melalui Pencak Silat
Kita pada terpaku pada berita pertemuan Prabowo-Jokowi seputar isu politik apa yang mereka bahas. Sehingga lupa, pesan sesungguhnya justru di soal pencak silat yang seakan cuma berita sampingan. Padahal itulah pesan sesungguhnya dari pertemuan mereka berdua. Coba baca lagi deh berita-berita di media dengan seksama. To read between the line, kalau istilah orang bule. Membaca yang tersirat melalui pertemuan tersurat Prabowo-Jokowi di Istana Bogor, Kamis 29 Januari 2015. 

16-11-2014
Seri Nusantara
SANEPO atau Ungkapan Rahasia Nusantara

Banyak yang bertanya-tanya tentang negeri nusantara ini. Candi itu sebenarnya apa sih? dan hampir semua buku-buku sejarah yang kebanyakan mengacu ke sumber luar (penjajah) justru makin mendangkalkan makna sebenarnya dan cenderung dibuat makin samar atau mistis yang dalam bahasa belandanya disebut Klenik.


07-11-2014
Napak Tilas Kejayaan Nusantara di wilayah Gempol - Pasuruan
Tak komplit kiranya kalau kita melewati lumpur Lapindo di Porong tanpa pergi ke wilayah kecamatan Gempol yang hanya berjarak 5 km dari lumpur Lapindo. Selain terkenal dengan makanan khasnya yaitu cenil dan klepon, di wilayah ini kita akan menemukan banyak sekali situs sejarah peninggalan era Mpu Sendok di abad ke 9 hingga peninggalan Airlangga dan Majapahit.

15-09-2014
Pemilihan Kepala Desa

Kalau kita simak The History of Java yang ditulis Raffles, tradisi pemilihan kepala desa dulunya menggunakan sistem musyawarah mufakat. Baru setelah kedatangan Belanda, sistem itu berubah.


25-08-2014
Gunung Padang
Panglima TNI Terima TTRM Gunung Padang

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko didampingi Kasum TNI, Asintel Panglima TNI, Asops Panglima TNI, Aster Panglima TNI dan Kapuspen TNI menerima Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) Gunung Padang yang dipimpin oleh Dr. Danny Hilman mewakili Andi Arief selaku Staf Khusus Presiden RI Bidang Bantuan Sosial dan Bencana beserta 12 personel TTRM, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (25/8/2014).


30-05-2014
Ianfu di Indonesia
JSII Dorong Jepang Bertanggung Jawab Terhadap Kejahatan Perang di Indonesia

Jaringan Solidaritas Ianfu Indonesia (JSII) akan terus mendorong pemerintah Jepang melaksanakan tanggung jawab politik terhadap kejahatan perang selama perang Asia Pasifik pada acara Asian Solidarity Conference 12th untuk penyintas "ianfu" korban perbudakan seksual militer Jepang di seluruh Asia Pasifik dan Belanda yang akan diadakan di tiga kota yaitu Tokyo, Osaka dan Fukuoka dari 30 Mei hingga 4 Juni.


27-05-2014
Konferensi Pers Asian Solidarity Conference 12th

Dalam rangka menggalang kekuatan masyarakat internasional untuk memperjuangkan keadilan bagi seluruh penyintas “ianfu”, Asian Solidarity sebagai sebuah gerakan masyarakat internasional untuk memperjuangkan keadilan bagi para penyintas "ianfu" di seluruh Asia Pasifik dan Belanda mengundang komponen masyarakat yang peduli dan concern terhadap isu "ianfu" untuk menghadiri konferensi pers Asian Solidarity Conference 12th pada hari Rabu, 28 Mei 2014 Pukul 13.00 WIB bertempat di Aula Kantor Indonesia untuk Kemanusiaan (IKA), Jl. Cikini Raya No. 43, Jakarta Pusat (Depan Menteng Huis).


21-05-2014
Ianfu Indonesia
SRI SOEKANTI IANFU PALING MUDA DI DUNIA: “SAYA DIPERLAKUKAN SEPERTI KUDA”

Saya dilahirkan di Desa Gundi, Purwodadi, Jawa Tengah berasal dari keluarga besar sebagai anak ke-11 dari 12 bersaudara. Bapak seorang Wedana di Purwodadi bernama Soedirman, orang-orang memanggilnya Den Dirman (Den kepanjangan dari Raden yang merupakan gelar kebangsawanan dalam kebudayaan Jawa), sedangkan Ibu bernama Sutidjah anak seorang Lurah (Kepala Desa). Bapak mempunyai kereta kuda (dokar) dan saisnya (pengemudi) sebagai kendaraannya bekerja. Seingat saya ketika kecil kerjanya ayah hanya perintah-perintah orang saja. Mereka takut dengan ayah, karena ia tidak banyak bicara, wajahnya pun yang jarang tersenyum membuahnya terkesan galak dimata mereka.




PREVIOUS   12345678910   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Trump Dikte Anaknya Berbohong, Gedung Putih Cari Pembenaran

Pabrik Farmasi asal Jerman Siap Beroperasi

HMI Cabang Padang: Keluarkan Israel dari Keanggotaan PBB

Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »