» Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan » Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Sejarah Nusantara
23-04-2014
Politik Tan Malaka (1945)

Ditulis oleh Tan Malaka di Surabaya, 24 November 1945

Sumber: Tulisan ini diambil dari buku Merdeka 100%, cetakan pertama, Oktober 2005, dengan ijin dari penerbit Marjin Kiri. Buku ini mengandung tiga tulisan Tan Malaka: Politik, Rencana Ekonomi Berjuang, dan Muslihat.


15-04-2014
Soekarno Membubarkan Fremasonry

Bercerita soal Rotary Club, Freemason masuk ke Indonesia ada banyak cerita. Banyak sisi dan banyak hal yang belum terungkap. Pada Februari 1961, lewat Lembaran Negara nomor 18/1961, Presiden Soekarno membubarkan dan melarang keberadaan Freemasonry di Indonesia. Lembaran Negara ini kemudian dikuatkan oleh Keppres Nomor 264 tahun 1962 yang membubarkan dan melarang Freemasonry dan segala derivatnya seperti Rosikrusian, Moral Re-armament, Lions Club, Rotary Club, dan Bahaisme. Sejak itu, loji-loji mereka disita oleh negara.


24-03-2014
Tuna Sejarah Benar-Benar Melanda Bangsa

Buku paling gres, "Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro (1785-1855)" (Penerbit Kompas: 2014) karya Peter Carey adalah mukhtashar alias ringkasan padat dari "Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855" sebanyak 3 jilid yang juga karya Carey, pria yang hampir 40 tahun meneliti sosok Diponegoro.


05-03-2014
Musuh VOC dari Tjiandjoer

Seratus tahun lebih sebelum Pangeran Diponegoro  mengobarkan Perang Jawa, di tatar Pasundan seorang menak (bangsawan) bernama Haji Prawatasari telah memimpin sebuah pemberontakan besar terhadap kompeni (VOC). Bagaimana perlawanan itu berlangsung? Hendi Jo dari Islam Indonesia coba menyajikan hasil penelusurannya terhadap sepak terjang  pejuang yang namanya hampir tak dikenal oleh generasi sekarang tersebut


08-02-2014
Usman Harun, Antara Bom 12,5Kg, Kapal Perang dan Galaunya Singapura

Mungkin nama Usman dan Harun identik dengan orang Indonesia atau Melayu namun dua nama ini ternyata mampu membuat takut sebuah negara hingga saat ini.


04-02-2014
Research Associate GFI Di Undang Launching Buku Hasil Riset

Global Future Institute sejak tahun 2010, bekerjasama dengan Eka Hindra (Peneliti Independen Ianfu), mulai memberikan perhatian serius terhadap perkembangan ianfu Indonesia pada khususnya ataupun ianfu di Asia pada umumnya. Semenjak itulah Eka Hindra bergabung menjadi Research Associate GFI, kemudian bersama GFI saling tukar informasi dan diskusi mengenai perkembangan ianfu. Kerjasama ini dilakukan dalam bentuk penyadaran publik tentang bagaimana sejarah ianfu sebenarnya dan sejauhmana perkembangan kondisi para korban-korban ianfu yang masih hidup.


03-01-2014
Hakekat Perayaan Tahun Baru adalah ISLAM

Adalah keniscayaan dimanapun diseluruh dunia bahwasanya sejak zaman dahulu kala manusia itu pada dasarnya memerlukan sebuah acuan atau pegangan hidup dalam bermasyarakat terutama dalam menggerakkan roda pemerintahan, keagamaan hingga acara kebudayaan yang bisa mengayomi seluruh lapisan masyarakatnya. Munculnya peperangan demi peperangan pada zaman dahulu adalah demi pengakuan sebuah “tanda” atau “ayat” yang kiranya akan membawa kebaikan ummat manusia itu sendiri.


30-11-2013
Babad Diponegoro dan Nagarakretagama
Babad Diponegoro dan Nagarakretagama Diakui Sebagai Ingatan Kolektif Dunia

Babad Diponegoro dan Nagarakretagama diakui sebagai Ingatan Kolektif Dunia atau Memory of the World (MOW). Program Ingatan Kolektif Dunia (MOW) United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) bertujuan untuk melindungi dan melestarikan warisan sejarah dunia dan memfasilitasi akses universal terhadap warisan dokumenter dunia tersebut.


18-11-2013
Post Hegemony XXVII: Jamaah Nahdliyyin Tidak Pernah Dijajah Belanda

Statemen Guru Sufi yang menyatakan bahwa sebagai Jama’ah NU tidak pernah dijajah Kolonialisme Belanda sangat menggembirakan Dr Nuchter van Oogkleppen. Sebab semenjak kecil, guru sejarah di sekolahnya – sejak sekolah rendah sampai menengah  di Nederland — telah menanamkan pandangan bahwa Bangsa Belanda tidak pernah menjajah Bangsa Indonesia, sebaliknya Bangsa Belanda dalam menjalankan Heilige plicht beschaven (tugas suci memberadabkan) telah berjasa besar dalam usaha-usaha memberadabkan Bangsa Indonesia yang masih biadab.


09-11-2013
Kolam Muara Takus

Setiap orang boleh berasumsi apa saja tetapi masih kalah dengan fakta–fakta yang terlihat. Muara Takus contohnya adalah merupakan bukti kuat akan kejayaan nusantara tempo doeloe yang banyak kemiripannya dengan Kolam Segaran yang berada di Mojokerto. Tempat tersebut banyak dipertanyakan fungsi daripada kolam tersebut. Tetapi hasil analisa membuktikan bahwa itu adalah tempat latihan renang militer tempo dulu (mulai zamannya Keling hingga Majapahit).




PREVIOUS   12345678910   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »