» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Iptek
23-01-2016
Indonesia Rencanakan Kerja Sama Keamanan Cyber dengan Tiongkok

ndonesia dan Tiongkok berencana melakukan kerja sama keamanan cyber termasuk operasi bersama meliputi simulasi perang cyber, respons dan mitigasi perang cyber, monitoring cyber, manajemen krisis cyber, dan perencanaan bagi pemulihan data center.


28-12-2015
Virus Ebola
Lembaga Penelitian Bersenjata Korsel Kembangkan Alat Diagnosa Virus Ebola

Sebuah lembaga penelitian di bawah Komando Kesehatan Angkatan Bersenjata Korea Selatan telah mengembangkan sebuah alat diagnosa yang dapat mendeteksi di tempat apakah seseorang terinfeksi virus Ebola atau brucellosis.


16-12-2015
Depresi
Penelitian: Gejala Depresi Pria dan Wanita Berbeda

Sebuah hasil penelitian yang dilakukan Universitas Nasional Kyungpook dan Universitas Nasional Seoul menunjukkan bahwa gejala depresi sangat bervariasi tergantung jenis kelamin.


28-10-2015
Bioterorisme, Ebola dan Kepentingan Amerika Serikat (1)
Penyebaran virus Ebola di Afrika pada setiap periode, menimbulkan krisis serius di Benua Hitam itu. Pada kasus terbaru, penyebaran virus dimulai pada tahun 2013, dan dalam beberapa bulan terakhir mulai berkurang dan bahkan berdasarkan sejumlah laporan, telah berhasil dibendung. Virus Ebola untuk pertama kalinya ditemukan pada 1976 dan untuk ke-26 kali epideminya, dimulai pada bulan Desember 2013 di Guinea Bissau dan dengan cepat menyebar ke berbagai negara regional termasuk Sierra Leone dan Liberia. Virus Ebola pada putaran terbaru telah merenggut 25 ribu nyawa di tiga negara itu di mana 11 ribu di antaranya tewas dalam 18 bulan pertama. Meski media massa Barat melakukan manuver luas soal berakhirnya epidemi Ebola, akan tetapi bukti-bukti yang ada mengindikasikan aktivitas baru virus Ebola di Afrika. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyinggung peningkatan kasus Ebola dan menyatakan bahwa virus tersebut belum benar-benar tertanggulangi, dan masih banyak tantangan yang dihadapi.

19-10-2015
Lonceng Pelaksanaan JCPOA Terdengar di Iran, Eropa dan AS
Setelah berakhirnya waktu selama 90 hari untuk mengevaluasi kesepakatan nuklir antara Republik Islam Iran dan enam kekuatan dunia, Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) telah memasuki tahap pelaksanaan.

14-10-2015
Indonesia Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Prancis

Pemerintah Indonesia melalui Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menjalin kerja sama dengan perusahaan Miner-Nantes/Subatech, Prancis, dalam bidang pemanfaatan energi nuklir yang bersih dan kompetitif.


22-09-2015
Indonesia-Amerika Serikat
Indonesia-AS Tandatangi Perjanjian Keselamatan Nuklir

Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian kerjasama di bidang keselamatan nuklir (16/9/2015). Kedua negara telah menyepakati untuk melakukan pertukaran informasi, penelitian bersama di bidang keselamatan nuklir serta pelatihan SDM.


04-09-2015
Indonesia-Jepang
Indonesia-Jepang Jajaki Peluang Kerjasama Teknologi Roket dan Industri Penerbangan

Indonesia dan Jepang menjajaki kerjasama di bidang pengembangan teknologi roket dan industri penerbangan. Duta Besar RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, berharap agar kerjasama didua bidang ini menjadi kenyataan.


07-08-2015
Kerjasama Nuklir Korea Selatan-Amerika Serikat
Kongres AS Ajukan Resolusi untuk Setujui Perjanjian Nuklir Korsel-AS

Kongres Amerika Serikat mengajukan sebuah resolusi yang menyerukan menyetujui revisi Perjanjian Nuklir antara Korea Selatan dan AS. Seperti diketahui perjanjian nuklir kedua negara sudah berjalan 42 tahun.

 

16-07-2015
Nuklir Iran
Indonesia Sambut Baik Kesepakatan Program Nuklir Iran

Indonesia menyambut baik kesepakatan yang telah berhasil dicapai pada 14 Juli 2015 di Wina, Austria, antara Iran dan negara-negara anggota P5+1 (Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia, Tiongkok, Jerman) mengenai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) program nuklir Iran.




PREVIOUS   1234567   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »