» Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Diplomasi
22-11-2015
Rusia-Suriah
Menanti Ketulusan Rusia

Menyusul teror Paris, Pemerintah Perancis telah mengajukan draft resolusi kepada Dewan Keamanan (DK) PBB. Antara lain, menyerukan kepada semua anggota DK untuk mengambil semua langkah yang diperlukan (take all necessary measures) di wilayah yang dikuasai ISIS, untuk melawan ISIS.


28-10-2015
Jokowi jadi Saksi 18 Kesepakatan Bisnis US$ 20 Miliar di AS

Dalam lawatan kerjanya ke Washington DC, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan untuk menyaksikan penandatangan 18 kerja sama bisnis yang dibuat oleh 10 entitas nasional dan 14 perusahaan Amerika Serikat (AS). Total investasi yang dibukukan dari keseluruhan kesepakatan bisnis tersebut mencapai US$ 20,25 miliar. 


23-10-2015
Tunggu Kunjungan Jokowi, AS Ngarep Kesepakatan Maritim & Pertahanan
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Robert Blake mengatakan, kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke AS pada 25-28 Oktober dan pertemuan dengan Presiden AS, Barack Obama, bertujuan memperkuat dan memperluas kerja sama bilateral.

18-10-2015
Sidang Majelis Umum PBB
Wakili 120 Negara GNB, Indonesia Menyerukan Perdamaian Dunia di PBB

Mewakili 120 Negara Anggota Gerakan Non Blok (GNB) pada Sesi Debat Umum Sidang Komite I, Sidang Majelis Umum  Perserikatan Bangsa-Bangsa baru-baru ini, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia A.M. Fachir serukan perdamaian dunia.


18-10-2015
Indonesia-Iran
Indonesia-Iran Perkuat Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan

Indonesia dan Iran ingin memperkuat kerjasama ekonomi, termasuk energi dan perdagangan. Keinginan kedua negara ini muncul pada pertemuan Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif dan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi di Teheran beberapa waktu lalu.   


17-09-2015
Mencermati Hubungan Jepang-Vietnam

Nguyen Phu Trong, sekjen Partai Komunis Vietnam dalam kunjungan empat hari ke Jepang bertemu dan berunding dengan Perdana Menteri Shinzo Abe. Di pertemuan tersebut, Nguyen Phu Trong dan Abe menekankan perluasan hubungan di antara kedua pihak, khususnya pengokohan kerjasama ekonomi dan keamanan.


10-09-2015
Pentingya Diplomasi Kelautan
KASAL: Diplomasi Kelautan Penting dalam Menjaga Pertahanan Maritim Indonesia

Pertahanan  maritim  Indonesia  akan lebih mudah jika peran diplomasi kelautan lebih dipentingkan lagi,  sesuai dengan kondisi fisik Indonesia sebagai negara kepulauan. Demikian dikatakan Kepala Staf Angkatan Laut Tentara Nasional  Indonesia (KASAL) Laksamana TNI  Ade  Supandi di depan peserta Sesparlu sebagai Diklat Pelatihan Diplomatik  Senior, Rabu (9/9/2015).


04-09-2015
Setelah China, Presiden Mesir Sambangi Indonesia

Presiden Mesir Abdel Fattah al Sisi akan melakukan kunjungan ke negara-negara Asia. Kunjungan Al Sisi akan diawali dari Singapura, lalu China, dan Indonesia. Tur dilakukan mulai 29 Agustus hingga 5 September 2015.


02-09-2015
Indonesia-Fiji
Indonesia-Fiji Sepakat Tingkatkan Kerjasama Ekonomi

Indonesia-Fiji dalam pertemuan Pertama Joint Ministerial Committee (JMC) pada tingkat Menteri Luar Negeri telah diselenggarakan di Suva, Fiji (01/09/2015) menyepakati kerja sama bilateral kedua negara khususnya di bidang ekonomi.


24-08-2015
Indonesia dan Uruguay
Indonesia dan Uruguay Sepakat Dorong Peningkatan Kerjasama Ekonomi

Indonesia dan Uruguay sepakat mendorong peningkatan kerjasama ekonomi, perdagangan, dan investasi untuk peningkatan hubungan bilateral.




PREVIOUS   1234567891011   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Pemerintah Pastikan Blokir Telegram

Dilihat Dari Gelagatnya, NATO Memang Ingin Agresi Militer ke Rusia

KPK Dalami Proses Penentuan Opini Kasus Kemendes-BPK

Anggaran Polri Naik di Masa Presiden Jokowi

Ketua OPEC Optimistis Stok Minyak Global Turun

Mengunjingkan Epistemologi Keraton

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »