» Asia Pasifik dalam Pusaran Kekuatan-kekuatan Global » Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Politik
23-11-2016
Oleh : Toni Ervianto*)
UNJUK RASA 2 DESEMBER, MALAH MENGUNTUNGKAN AHOK
Ditengah menguatnya polarisasi antar pendukung  menjelang Pilkada serentak 2017, pihak-pihak yang berwenang telah melakukan sejumlah langkah untuk meredakan situasi nasional yang memanas akibat adanya kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok.

23-11-2016
Oleh : Wildan Nasution *)
MAKLUMAT POLRI DAN PERKIRAAN SKENARIO 212
Sejumlah Kapolda di wilayah yang merupakan basis massa organisasi dan kelompok Islam akan mengeluarkan maklumat yang melarang pemberangkatan massa untuk melakukan demonstrasi di Jakarta pada 25 November dan 2 Desember 2016.

17-11-2016
Mengkaji Aksi Massa 25 November 2016
Adanya pernyataan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait Surah Al-Maidah ayat 51, yang dinilai sebagai penistaan agama Islam oleh beberapa kelompok pemuda maupun Ormas Islam, telah memicu emosi masyarakat luas untuk menuntut ketegasan hukum memenjarakan Ahok. Hal ini ditunjukkan melalui adanya aksi bela Islam II pada 4 November 2016 lalu. Aksi ini dikoordinatori oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat maupun kelompok pemuda dalam mengemukakan penolakan serta penjarakan Ahok. Pernyataan yang dikemukakan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memanglah sensitif karena dapat dibelokkan atau secara tidak langsung memberikan peluang bagi kelompok oposisi atau oknum yang berkepentingan membawa isu ini menjadi masalah nasional.

15-11-2016
Mewaspadai Kerawanan Pilkada Serentak 2017
PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak merupakan sistem yang dianggap paling demokratis. Pada pelaksanaan ini, rakyat secara langsung memilih kepala daerahnya sehingga dapat secara langsung mengawasi pola kepemimpinan kepala daerah dalam proses penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pilkada Serentak merupakan bentuk implementasi desentralisasi politik.

16-11-2016
oleh : Stanislaus Riyanta
Aksi Teror di Samarinda Bukan Pengalihan Isu
Setiap kali ada aksi teror di Indonesia selalu ada pihak yang mereka-reka teori konspirasi terkait aksi tersebut. Ujung-ujungnya aksi teror disebut sebagai permainan intelijen, pengalihan isu, atau apapun yang justru akan mengaburkan niat dan motif sesungguhnya. Hal ini terjadi juga pada aksi teror di  Gereja Oikumene RT 003 Nomor 32 Jalan Cipto Mangun Kusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda Kalimantan Timur pada Minggu (13/11/2016) sekitar pukul 10.00 WITA. Aksi yang mengakibatkan 4 balita menjadi korban dan 1 diantaranya meninggal dunia dianggap oleh pihak tertentu sebagai aksi pengalihan isu.

11-11-2016
Pacul dan Kekuatan Ekonomi Bangsa
Pacul, sebutan untuk cangkul yang biasa dipakai sehari-hari oleh sebagian masyarakat Indonesia, terutama orang Sunda dan Jawa. Selama ini, cangkul menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di pedesaan. Saking dekatnya dengan kehidupan masyarakat, cangkul hadir menjadi tembang daerah yang dinyanyikan rakyat jelata sehari-hari. Di Jawa, R.C. Hardjosubroto, seorang komposer karawitan Jawa menciptakan lagi Gundhul Pacul. Konon, lagu ini sebelumnya dikarang oleh Sunan Kalijaga, dan Hardjosubroto hanya mempopulerkan sekaligus menyusun ulang langgamnya.

09-11-2016
Oleh Helmi Aditya
Know Your Enemy

Nosi yang terus diberikan Washington dengan informasi salah kirim senjata, dan sebagainya yang diungkap ke publik adalah murni psikologis.


09-11-2016
Opini Publik sebagai Panglima
Jika dicermati, sepertinya ada tiga fase ---entah adagium, jargon, atau paradigma--- politik yang relatif dominan mewarnai (peradaban) perjalanan bangsa ini sejak proklamasi kemerdekaan dulu. Pertama, ialah adagium: "Politik sebagai panglima." Tak bisa dielak, hal tersebut bahkan berlangsung hingga 2 (dua) orde yakni orde lama dan orde baru, dimana tertandai dengan adanya lembaga ekstra yudisial semacam Koopkamtib, "Petrus," termasuk berlakunya UU Subversif dan lain-lain

05-11-2016
Jokowi: Kerusuhan Usai Demo 4 November Ditunggangi Aktor Politik

Presiden Joko Widodo menuding kerusuhan yang terjadi di Jakarta pada Jumat (4/11/2016) malam didalangi aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.


02-11-2016
Geopolitik Kontemporer
Bahwa globalisasi yang bercirikan liberalisasi dan demokrasi telah membidani apa yang disebut dengan post modern/posmo geopolitik. Namun saya lebih suka mengistilahkan "Geopolitik Kontemporer" yaitu unsur-unsur geopolitik terbarukan atau kekinian akibat perkembangan lingkungan strategis yang bergerak. Amerika (AS) misalnya, ia mengubah geopolitiknya sebagaimana Annual Report to Congress 2006 tentang Military Power yang dibuat Departement of Defence US. Isi laporan tersebut, intinya mengantisipasi perkembangan militer Rusia, Korea Utara, China serta pemantauan terhadap perkembangan negara di Kawasan Asia.



PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Sekelumit tentang Sertifikasi Ulama

DK PBB Kutuk Serangan di Pasar Mogadishu

Unair Anugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa bagi Peraih Nobel

Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea

Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points

Tiga Negara Ajukan Pertemuan Darurat untuk Bahas Rudal Balistik Korut

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Benarkah Kebebasan Pers Makin Memburuk?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »