» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Politik
12-10-2016
Pancasila Masih Sakti!

Tragedi 30 September 1965 merupakan salah satu bagian sejarah besar bagi bangsa Indonesia. Peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang tidak boleh dilupakan begitu saja. Ada upaya yang dilakukan oleh sekelompok orang yang berusaha agar generasi muda Indonesia melupakan bahkan mengaburkan sejarah penculikan dan pembunuhan enam Jenderal TNI AD, sebelum dikuburkan di dalam sumur di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur. Sejarah mencatat, jika Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas peristiwa berdarah tersebut. Meskipun demikian, berbagai elemen berupaya melakukan pelurusan sejarah sesuai dengan versi masing-masing melalui diskusi, simposium, hingga upaya rekonsiliasi.


12-10-2016
Perkembangan Terorisme dan Kontra Terorisme

Secara umum terorisme merupakan aksi yang bertujuan menyebarkan ketakutan, ancaman maupun eksistensi kelompok tertentu. Saat ini, terutama di Indonesia tindakan teror sendiri telah marak terjadi, baik itu yang dilakukan oleh jaringan teror ataupun yang sekarang kita kenal dengan “Lone Wolf”. Namun dalam perkembangannya, pelaksanaan tindakan teror sendiri tidak lain berhubungan dengan tujuan politik, mengingat upaya teror dinilai sebagai tindakan jihad yang terpuji dalam rangka mewujudkan Khilafah Islamiyah. Mengingat sebagian kelompok teroris di Indonesia maupaun Asean, menggunakan dalil agama yang diterjemahkan secara dangkal sebagai bentuk pembenaran tindakan tersebut.


29-09-2016
Membaca Jogja, Jakarta dan Jawa Timur

Cermatan saya atas dinamika berbangsa dan bernegara, terutama hiruk (geo) politik, ekonomi serta pikuk keamanan di Indonesia, seringkali bermuara pada asumsi: "Jogja adalah laborat (politik) - Jakarta hanya etalase - sedangkan Jawa Timur merupakan barometer." Itu pakemnya.


27-09-2016
Oleh : Stanislaus Riyanta *)
Perkembangan Jaringan Teroris di Indonesia Pasca Melemahnya ISIS di Suriah
Kelompok radikal ISIS mulai melemah di Suriah. Wilayah kekuasaaan ISIS  berkurang di Irak dan Suriah.  Daerah Fallujah  yang sebelumnya dikuasai ISIS mulai dapat dikuasai kembali oleh Pemerintah Irak. Basis utama ISIS di Libya yang terletak di kota Sirte sudah mulai dapat dikuasai oleh Libya. Serangan bertubi-tubi diterima ISIS di beberapa tempat. Di Suriah, ISIS mendapat serangan signifikan dari aliansi Kurdi dan Arab. Amerika memberikan tekanan cukup kuat kepada ISIS dengan melakukan serangan secara bersamaan di beberapa pertahanan ISIS. Tekanan dari banyak pihak ini membuat ISIS semakin tidak berdaya.

27-09-2016
Oleh : Herdiansyah Rahman*)
Pilkada dan Ancaman Konflik Sosial
Pilkada serentak gelombang kedua akan diselenggarakan pada 15 Februari 2017 di 101 daerah di Indonesia. Helatan politik tersebut diperkirakan akan menghadapi sejumlah kerawanan pemicu konflik diantaranya money politics, black campaign, mobilisasi pemilih, profesionalisme penyelenggara dan netralitas ASN/PNS.

27-09-2016
Nasionalisme Buta Mahasiswa Papua

Aksi tuntutan kemerdekaan West Papua masih terus diupayakan oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB), dengan memanfaatkan masyarakat Papua, khususnya kaum muda dan mahasiswa Papua. Aksi sering diikuti dengan penggunaan berbagai atribut yang seolah-olah menunjukkan kebebasan berekspresi mahasiswa Papua sesuai dengan gaya masing-masing. Akan tetapi, apakah mahasiswa-mahasiswa Papua tersebut mengetahui apa yang diperjuangkan oleh mereka dengan dalih Nasionalisme Papua? Atau, mahasiswa-mahasiswa Papua (lagi-lagi) hanya dimanfaatkan oleh segelintir oknum yang ingin mendapatkan keuntungan dari “teriakan lantang” kemerdekaan Papua.


26-09-2016
Papua
Negara di Kepulauan Pasifik masih Percaya Kepada Indonesia

Upaya ULMWP untuk menginternasionalisasikan masalah Papua tampaknya akan banyak menghadapi kendala secara internal maupun secara eksternal. Kendala internal yang paling menonjol walaupun terkesan disembunyikan oleh kalangan aktivis Papua adalah kecurangan dan melunturnya figur Benny Wenda, dan secara eksternal banyak permasalahan di kawasan Kepulauan Pasifik yang menyebabkan negara-negara Pasifik Selatan akan sangat tergantung kepada Indonesia.


23-09-2016
Abu Sayyaf Bebaskan Lagi Satu Sandera WNI

Seorang  sandera warga negara Indonesia kembali dibebaskan oleh kelompok Abu Sayyaf, yakni Herman Manggak. Herman merupakan nelayan asal Sulawesi Selatan yang bekerja di kapal ikan berbendera Malaysia. Dia dibebaskan setelah  diculik pada 3 Agustus 2016 di perairan Sabah, Malaysia.


21-09-2016
AS Ingin Menggulingkan Pemerintah Suriah
Seorang aktivis dari Pusat Aksi Internasional, Sara Flounders mengatakan semua skenario Amerika Serikat di Suriah bertujuan untuk menggulingkan pemerintah Damaskus, yang dipilih oleh rakyat.

20-09-2016
Hasil Olah Pikir dan Kontemplasi Terkait Pilkada DKI Jakarta
Skema Pilpres dan Pilkada DKI, dibuat dalam satu paket. Maka itu, skema bisnis sebagai bensin penggeraknya, harus dijadikan landasan pemersatu skema Pilpres dan Skema Pilkada DKI untuk menggalang dukungan suara seluas-luasnya pada Pilpres 2019.



PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Imigrasi Bekasi Deportasi 9 WNA China

Jasa Presiden Soekarno buat bangsa Indonesia

RESENSI: Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Partai Berkuasa di Hungaria Ingin Usir "LSM George Soros"

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »