» Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Politik
09-02-2017
Oleh: Iqbal Fadillah, Pemerhati Sosial dan Politik
Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Gerakan tiga puluh September tahun 1965 ialah suatu peristiwa yang tak dapat dilupakan di seluruh benak rakyat Indonesia. Berdasarkan sejarah, pemberontakan tersebut dimotori oleh PKI atau Partai Komunis Indonesia terhadap pemerintah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

 


09-02-2017
Oleh: M. Akmal, Pemerhati Sosial dan Politik
Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Hajatan demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak kedua kalinya kembali diselenggarakan, tepatnya pada 15 Februari 2017 mendatang. Sebanyak 101 daerah di Indonesia akan memeriahkan perhelatan pesta 5 tahun sekali.


23-01-2017
Oleh: Iqbal Fadillah *)
Stop Provokasi, Papua Itu Indonesia

Isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua kembali menjadi sorotan dunia. Banyak tokoh mancanegara memberi perhatian terhadap konflik seperti tak berkesudahan di tanah mutiara hitam.


20-01-2017
Oleh : Wildan Nasution *)
Menangkal Radikalisme di Media Sosial

Pada tahun 2012, salah satu lembaga riset yang disponsori oleh Angkatan Udara Amerika Serikat melakukan penelitian tentang strategi propaganda dan manipulasi melalui jaringan sosial media.  Para peneliti berupaya untuk mengetahui bagaimana pemikiran masyarakat dapat dirubah dan pandangannya tentang dunia.  Penelitian ini menemukan bahwa web dan jaringan sosial media sangat esensial mengambil peranan dalam kehidupan setiap individu dan dapat berkembang menjadi senjata persuasi massal.  Namun, para peneliti meski mengetahui bahwa media sosial dan jaringan web telah berpengaruh dahsyat terhadap pikiran dan cara pandang masyarakat, mereka juga menyatakan kesulitannya dalam menangani dampak perubahan yang cepat tersebut.


20-01-2017
Oleh : Otjih Sewandarijatun *)
Kasus Ahok dan Potensi Aksi Bela Islam ke IV

Tidak pernah dibayangkan akan muncul reaksi dari kalangan umat Islam yang demikian masif terhadap isu penistaan agama.  Diperkirakan ratusan ribu hingga jutaan umat berunjuk rasa di berbagai daerah menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama atau akrab dipanggil Ahok segera diadili atas tudingan penistaan agama. Meski Ahok telah meminta maaf pada 10 Oktober 2016 terkait ucapannya yang dianggap melecehkan Al Quran dan klarifikasi bahwa dirinya tidak bermaksud menghina agama Islam, tidak lantas membuat masalah yang terlanjur mengemuka menjadi reda.  Bahkan, tuntutan agar Ahok di seret ke Pengadilan justru semakin kuat disertai dengan gelombang aksi unjuk rasa yang populer dengan Aksi Bela Islam I (14 Oktober 2016), aksi Bela Islam II atau Aksi 411 di depan Istana oleh ratusan ribu umat Islam, dan Aksi Bela Islam III atau Aksi 212 “Super Damai” akhir tahun 2016.


19-01-2017
Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik?

Pilkada 2017 sudah ditekadkan untuk dilaksanakan secara demokratis dan harus berintegritas, karena kita tidak menginginkan outcome Pilkada 2017 hanya menghasilkan koruptor-koruptor baru, karena fakta sebelumnya menunjukkan banyak pemenang Pilkada yang tidak lama menjabat tersangkut kasus korupsi, karena dengan sistem Pemilu yang mahal dan budaya korupsi, maka yang terpilih atau menjadi pemenang Pilkada belum tentu Paslon yang baik, sebab mereka bisa saja seperti musang berbulu ayam.
 


19-01-2017
Mencermati Dinamika Radikalisme, Ekstrimisme dan Komunisme di Media Sosial

Di era Medsos sekarang ini, banyak diwarnai dengan munculnya berbagai kasus berbasis agama di Indonesia, dengan mengamati media sosial yang ada antara lain facebook, youtube, twitter, blog, WA, telegram dan sebagainya. Setidaknya, beberapa daerah yang dijadikan penelitian berbagai kelompok peneliti ataupun civil society lainnya, antara lain di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Pontianak, Makasar, dan Surabaya.


18-01-2017
Oleh : Ferdiansyah, Pemerhati Sosial dan Politik
Orang Cerdas, Tak Terpovokasi Hoax

Hoax selalu menjadi trending topic di berbagai media massa maupun media sosial belakangan ini, karena disebut-sebut sebagai salah satu alat pemecah persatuan baik antar bangsa maupun antar umat beragama di Indonesia.


18-01-2017
Oleh : Wildan Nasution *)
Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Pilkada 2017 sudah ditekadkan untuk dilaksanakan secara demokratis dan harus berintegritas, karena kita tidak menginginkan outcome Pilkada 2017 hanya menghasilkan koruptor-koruptor baru, karena fakta sebelumnya menunjukkan banyak pemenang Pilkada yang tidak lama menjabat tersangkut kasus korupsi, karena dengan sistem Pemilu yang mahal dan budaya korupsi, maka yang terpilih atau menjadi pemenang Pilkada belum tentu Paslon yang baik, sebab mereka bisa saja seperti musang berbulu ayam.


18-01-2017
Oleh : Otjih Sewandarijatun *)
Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Globalisasi menyebabkan kaburnya batasan antar negara. Pasca perang dingin yang dimenangkan blok barat, AS menjadi negara super power yang mampu mengintervensi negara lain pada awalnya dengan menggunakan empat isu yakni Demokratisasi, lingkungan hidup, HAM dan terorisme, dan dalam perkembangannya ditekankan pada tiga isu strategis dan “lebih seksi” yaitu pangan, air bersih dan energi. Dalam menanamkan pengaruhnya di negara berkembang, negara adidaya menggunakan proxy war dan asimetris dengan memanfaatkan pihak ketiga.




PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Pemerintah Pastikan Blokir Telegram

Dilihat Dari Gelagatnya, NATO Memang Ingin Agresi Militer ke Rusia

KPK Dalami Proses Penentuan Opini Kasus Kemendes-BPK

Anggaran Polri Naik di Masa Presiden Jokowi

Ketua OPEC Optimistis Stok Minyak Global Turun

Mengunjingkan Epistemologi Keraton

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »