» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Politik
09-11-2016
Opini Publik sebagai Panglima
Jika dicermati, sepertinya ada tiga fase ---entah adagium, jargon, atau paradigma--- politik yang relatif dominan mewarnai (peradaban) perjalanan bangsa ini sejak proklamasi kemerdekaan dulu. Pertama, ialah adagium: "Politik sebagai panglima." Tak bisa dielak, hal tersebut bahkan berlangsung hingga 2 (dua) orde yakni orde lama dan orde baru, dimana tertandai dengan adanya lembaga ekstra yudisial semacam Koopkamtib, "Petrus," termasuk berlakunya UU Subversif dan lain-lain

05-11-2016
Jokowi: Kerusuhan Usai Demo 4 November Ditunggangi Aktor Politik

Presiden Joko Widodo menuding kerusuhan yang terjadi di Jakarta pada Jumat (4/11/2016) malam didalangi aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.


02-11-2016
Geopolitik Kontemporer
Bahwa globalisasi yang bercirikan liberalisasi dan demokrasi telah membidani apa yang disebut dengan post modern/posmo geopolitik. Namun saya lebih suka mengistilahkan "Geopolitik Kontemporer" yaitu unsur-unsur geopolitik terbarukan atau kekinian akibat perkembangan lingkungan strategis yang bergerak. Amerika (AS) misalnya, ia mengubah geopolitiknya sebagaimana Annual Report to Congress 2006 tentang Military Power yang dibuat Departement of Defence US. Isi laporan tersebut, intinya mengantisipasi perkembangan militer Rusia, Korea Utara, China serta pemantauan terhadap perkembangan negara di Kawasan Asia.

02-11-2016
Perang Mosul dan Jurus Mabuk Erdogan
Di tengah suasana kecamuk perang pembebasan Mosul, Irak Utara, dari cengkraman kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang dielu-elukan terutama oleh kalangan Ikhwanul Muslimin sebagai ksatria gagah perkasa belakangan ini terlihat begitu gelisah menyaksikan perkembangan situasi Mosul.

17-10-2016
Mendagri: Negara Tetangga Maunya Menang Sendiri

Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo berpendapat bahwa wilayah perbatasan merupakan cerminan wajah Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tjahjo dalam kunjungan kerjanya meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Entikong, Kabupaten Sanggau, Minggu (16/10/2016).


12-10-2016
Komunisme dan G 30 S/PKI

Komunisme merupakan ideologi atau faham yang berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels. Terkait hal ini,ideologi komunisme merupakan manifesto politik yang concern terhadap perjuangan kelas dan ekonomi kesejahteraan. Sampai saat ini ideologi tersebut masih dianut oleh kelompok kiri lainnya seperti PAKORBA, LPRKROB , YPKP 65, dan beberapa kelompok lainnya.


12-10-2016
Ancaman Penyebaran Faham Radikal Era Globalisasi

Perkembangan kelompok radikal dalam menyebarkan fahamnya telah mengalami pergeseran, mengingat pada era globalisasi kelompok terkait justru memanfaatkan teknologi serta alat komunikasi untuk kepentingannya dalam menyebarkan ideologi. Tujuan kelompok radikal memanfaatkan media massa, antara lain penyebaran pesan atas rasa takut, ancaman, ideologi, perekrutan dan mengembangkan sel-sel terornya secara luas.


12-10-2016
Humas dan Upaya PemberantasanTerorisme

Mencermati perkembangan situasi politik dan keamanan dalam negeri pasca “bom Thamrin dan bom bunuh diri di Polresta Surakarta”, pada hakekatnya menyiratkan bahwa ancaman terorisme di tataran nasional tidak akan pernah padam. Kendati berbagai spekulasi bahwa pelaku aksi terorisme tersebut adalah kelompok yang berkiblat pada IS/ISIS, namun tidak tertutup kemungkinan bahwa isu teroris adalah bagian dari gejala serta fenomena “pelebaran” ataupun  “perpindahan” konflik, antara dunia Islam versus Barat.


12-10-2016
Kerawanan Pilkada 2017

Pilkada serentak 2017 akan dilaksanakan di 101 daerah, terdiri dari 7 provinsi, 18 kota dan 76 kabupaten di Indonesia. Seperti pada pelaksanaan Pilkada-Pilkada sebelumnya, pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 masih diwarnai kerawanan-kerawanan yang dapat menghambat atau bahkan menggagalkan proses demokrasi di daerah-daerah penyelenggara.


12-10-2016
Pancasila Masih Sakti!

Tragedi 30 September 1965 merupakan salah satu bagian sejarah besar bagi bangsa Indonesia. Peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang tidak boleh dilupakan begitu saja. Ada upaya yang dilakukan oleh sekelompok orang yang berusaha agar generasi muda Indonesia melupakan bahkan mengaburkan sejarah penculikan dan pembunuhan enam Jenderal TNI AD, sebelum dikuburkan di dalam sumur di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur. Sejarah mencatat, jika Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas peristiwa berdarah tersebut. Meskipun demikian, berbagai elemen berupaya melakukan pelurusan sejarah sesuai dengan versi masing-masing melalui diskusi, simposium, hingga upaya rekonsiliasi.




PREVIOUS   1234567891011   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Waspadai Eskalasi Propaganda Aktivis Pro Papua Merdeka

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »