» Asia Pasifik dalam Pusaran Kekuatan-kekuatan Global » Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Politik
21-09-2016
AS Ingin Menggulingkan Pemerintah Suriah
Seorang aktivis dari Pusat Aksi Internasional, Sara Flounders mengatakan semua skenario Amerika Serikat di Suriah bertujuan untuk menggulingkan pemerintah Damaskus, yang dipilih oleh rakyat.

20-09-2016
Hasil Olah Pikir dan Kontemplasi Terkait Pilkada DKI Jakarta
Skema Pilpres dan Pilkada DKI, dibuat dalam satu paket. Maka itu, skema bisnis sebagai bensin penggeraknya, harus dijadikan landasan pemersatu skema Pilpres dan Skema Pilkada DKI untuk menggalang dukungan suara seluas-luasnya pada Pilpres 2019.

20-09-2016
Oleh : Wildan Nasution *)
Bertindak Anarkis, Perlukah Rakyat Papua ke KNPB?
Massa simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dikabarkan menyerang Markas Kepolisian Resor Yahukimo, dengan menggunakan batu, kayu dan besi, pada Sabtu ( 17/9)  lalu.  Sedikitnya 20 orang berhasil diamankan aparat kepolisian terkait indisen tersebut. Diduga tindakan nekat simpatisan KNPB yang berjumlah 300-an orang, buntut penangkapan sejumlah simpatisan KNPB oleh aparat kepolisian setempat, ketika membagikan selebaran di kawasan Ruko Pasar Lama Kota Dekai.

16-09-2016
Oleh : Stanislaus Riyanta *)
MIT Hampir Tamat, Program Pemulihan Harus Dilaksanakan
Akhirnya M Basri alias Baging tertangkap hidup-hidup oleh Satuan Tugas Operasi Tinombala. Selain ditangkapnya Basri, yang merupakan orang terkuat di kelompok Mujahidin Indonesia Timur pasca tewasnya Santoso, Satgas Tinombala juga menembak mati Andika. Berdasarkan catatan Polri sekarang anggota kelompok MIT tinggal 13 orang. Sisa orang MIT yang masih dianggap berbahaya tinggal Ali Kolara, walapun tidak sebahaya Santoso atau Basri. Dengan keadaan tersebut maka moril anggota MIT jatuh, dan MIT hampir tamat. 

16-09-2016
Oleh : Paramitha Prameswari *)
Hanya Mereka yang Bodoh, yang Menjadi Teroris

Peristiwa bom bunuh diri merupakan salah satu momen yang dimanfaatkan oleh kelompok teroris guna mendongkrak eksistensi kelompok mereka di mata dunia, atau setidaknya sebagai bentuk penekanan terhadap pemerintah dimana wilayahnya yang dibom oleh teroris.


16-09-2016
Oleh: Wahyudi Adi *)
Logika Pancasila Jauh Lebih Cerdas dari Logika Komunisme

Belum lama ini, menghangatnya pemberitaan perihal bangkitnya kembali komunisme, terlebih setelah sebelumnya tiba-tiba terjadi trend penggunaan simbol bergambar palu-arit yang merupakan lambang PKI telah banyak ditemukan, baik di dinding-dinding sebuah kampus, berbentuk bendera, tas, sepatu ataupun dalam bentuk pin, dan belakangan ditemukan berita dari akun sebuah media sosial perihal adanya rencana pembagian 102 ribu potong kaos berlogo PKI secara gratis untuk memperingati hari ulang tahun PKI pada tanggal 9 Mei 2016, dan diikuti dengan berita penggeledahan dan penangkapan semua toko atau kios yang diduga menjual kaos berlogo PKI oleh aparat Kepolisian.


15-09-2016
Papua Indonesia
UURWP sebagai Hoax dan Lelucon Politik

Di Jayapura, Papua, menurut informasi yang ada menyatakan bahwa telah beredar tulisan provokatif yang berjudul “Gen. Tentara Revolusi West Papua, Mathias Wenda : Undang-Undang Revolusi West Papua (UURWP) telah diterbitkan”.


15-09-2016
Masalah Papua Tidak Akan Dibahas di Sidang Umum PBB

Kelompok pendukung separatisme Papua yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Ha-Anim kembali membuat propaganda politik. Mereka mempengaruhi masyarakat di Kabupaten Merauke melalui selebaran yang dikeluarkannya.


13-09-2016
Oleh : Toas H *)
Urgensi Penerapan Pancasila di Era Digitalisasi
Lahir Pancasila 1 Juni yang telah ditetapkan oleh Presiden Jokowi akan semakin mengingatkan kita akan ideologi bangsa Indonesia. Kemerdekaan Indonesia diraih dari tetesan darah dan keringat segenap pejuang. Pancasila lahir bukan untuk sekelompok atau segolongan orang serta bukan untuk satu agama saja dan satu etnis saja. Tetapi, Pancasila lahir untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Kemerdekaan Indonesia untuk segenap rakyat dan NKRI ada untuk seluruh rakyat. 

13-09-2016
Oleh : Arif Rahman *)
Hentikan kekerasan SARA, Bangun Nasionalisme Sejati
Aksi kekerasan massa di beberapa daerah, dipicu oleh beragam penyebab antara lain pengaruh provokasi, kesalah pahaman dan permasalahan sepele lainnya.  Sementara itu, bentrok massa antar suku yang terjadi di Papua seperti pertikaian antara warga masyarakat pegunungan dengan warga masyarakat pantai saat perlombaan panjat pinang memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-71 yang diselenggarakan oleh Pemprov Papua. Kemudian tanggal 19 Agustus 2016 di Area PT. Freeport Indonesia, Mile 31 Tanggul Barat, Kab. Mimika, Papua, telah terjadi bentrok antara sesama masyarakat Suku Kei dari Kampung Sather dengan masyarakat Suku Kei dari Kampung Hoko, Holait dan Holat, dan Ohorenan, yang dipicu masalah batas wilayah pendulangan. Akhir Agustus 2016 di Kampung Sapalek, Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, Papua, terjadi aksi saling serang antara masyarakat Nduga dengan masyarakat Lanny Jaya dilatarbelakangi pembunuhan berpotensi dipolitisasi oleh sayap politik OPM/Gerakan Separatis Papua untuk menjustifikasi bahwa keamanan Papua tidak kondusif selama bergabung dengan Indonesia. Maraknya bentrok antar suku di Papua dapat dipolitisir oleh kelompok kepentingan tertentu untuk membuat situasi Kamtibmas setempat kurang kondusif. 



PREVIOUS   1234567891011   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Tiga Negara Ajukan Pertemuan Darurat untuk Bahas Rudal Balistik Korut

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Benarkah Kebebasan Pers Makin Memburuk?

Menyimak Konflik Sosial di Indonesia

Menjaga dan Merawat Kerukunan Beragama di Papua

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »