» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Politik
17-11-2016
Mengkaji Aksi Massa 25 November 2016
Adanya pernyataan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait Surah Al-Maidah ayat 51, yang dinilai sebagai penistaan agama Islam oleh beberapa kelompok pemuda maupun Ormas Islam, telah memicu emosi masyarakat luas untuk menuntut ketegasan hukum memenjarakan Ahok. Hal ini ditunjukkan melalui adanya aksi bela Islam II pada 4 November 2016 lalu. Aksi ini dikoordinatori oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat maupun kelompok pemuda dalam mengemukakan penolakan serta penjarakan Ahok. Pernyataan yang dikemukakan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memanglah sensitif karena dapat dibelokkan atau secara tidak langsung memberikan peluang bagi kelompok oposisi atau oknum yang berkepentingan membawa isu ini menjadi masalah nasional.

15-11-2016
Mewaspadai Kerawanan Pilkada Serentak 2017
PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak merupakan sistem yang dianggap paling demokratis. Pada pelaksanaan ini, rakyat secara langsung memilih kepala daerahnya sehingga dapat secara langsung mengawasi pola kepemimpinan kepala daerah dalam proses penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pilkada Serentak merupakan bentuk implementasi desentralisasi politik.

16-11-2016
oleh : Stanislaus Riyanta
Aksi Teror di Samarinda Bukan Pengalihan Isu
Setiap kali ada aksi teror di Indonesia selalu ada pihak yang mereka-reka teori konspirasi terkait aksi tersebut. Ujung-ujungnya aksi teror disebut sebagai permainan intelijen, pengalihan isu, atau apapun yang justru akan mengaburkan niat dan motif sesungguhnya. Hal ini terjadi juga pada aksi teror di  Gereja Oikumene RT 003 Nomor 32 Jalan Cipto Mangun Kusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda Kalimantan Timur pada Minggu (13/11/2016) sekitar pukul 10.00 WITA. Aksi yang mengakibatkan 4 balita menjadi korban dan 1 diantaranya meninggal dunia dianggap oleh pihak tertentu sebagai aksi pengalihan isu.

11-11-2016
Pacul dan Kekuatan Ekonomi Bangsa
Pacul, sebutan untuk cangkul yang biasa dipakai sehari-hari oleh sebagian masyarakat Indonesia, terutama orang Sunda dan Jawa. Selama ini, cangkul menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di pedesaan. Saking dekatnya dengan kehidupan masyarakat, cangkul hadir menjadi tembang daerah yang dinyanyikan rakyat jelata sehari-hari. Di Jawa, R.C. Hardjosubroto, seorang komposer karawitan Jawa menciptakan lagi Gundhul Pacul. Konon, lagu ini sebelumnya dikarang oleh Sunan Kalijaga, dan Hardjosubroto hanya mempopulerkan sekaligus menyusun ulang langgamnya.

09-11-2016
Oleh Helmi Aditya
Know Your Enemy

Nosi yang terus diberikan Washington dengan informasi salah kirim senjata, dan sebagainya yang diungkap ke publik adalah murni psikologis.


09-11-2016
Opini Publik sebagai Panglima
Jika dicermati, sepertinya ada tiga fase ---entah adagium, jargon, atau paradigma--- politik yang relatif dominan mewarnai (peradaban) perjalanan bangsa ini sejak proklamasi kemerdekaan dulu. Pertama, ialah adagium: "Politik sebagai panglima." Tak bisa dielak, hal tersebut bahkan berlangsung hingga 2 (dua) orde yakni orde lama dan orde baru, dimana tertandai dengan adanya lembaga ekstra yudisial semacam Koopkamtib, "Petrus," termasuk berlakunya UU Subversif dan lain-lain

05-11-2016
Jokowi: Kerusuhan Usai Demo 4 November Ditunggangi Aktor Politik

Presiden Joko Widodo menuding kerusuhan yang terjadi di Jakarta pada Jumat (4/11/2016) malam didalangi aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.


02-11-2016
Geopolitik Kontemporer
Bahwa globalisasi yang bercirikan liberalisasi dan demokrasi telah membidani apa yang disebut dengan post modern/posmo geopolitik. Namun saya lebih suka mengistilahkan "Geopolitik Kontemporer" yaitu unsur-unsur geopolitik terbarukan atau kekinian akibat perkembangan lingkungan strategis yang bergerak. Amerika (AS) misalnya, ia mengubah geopolitiknya sebagaimana Annual Report to Congress 2006 tentang Military Power yang dibuat Departement of Defence US. Isi laporan tersebut, intinya mengantisipasi perkembangan militer Rusia, Korea Utara, China serta pemantauan terhadap perkembangan negara di Kawasan Asia.

02-11-2016
Perang Mosul dan Jurus Mabuk Erdogan
Di tengah suasana kecamuk perang pembebasan Mosul, Irak Utara, dari cengkraman kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang dielu-elukan terutama oleh kalangan Ikhwanul Muslimin sebagai ksatria gagah perkasa belakangan ini terlihat begitu gelisah menyaksikan perkembangan situasi Mosul.

17-10-2016
Mendagri: Negara Tetangga Maunya Menang Sendiri

Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo berpendapat bahwa wilayah perbatasan merupakan cerminan wajah Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tjahjo dalam kunjungan kerjanya meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Entikong, Kabupaten Sanggau, Minggu (16/10/2016).




PREVIOUS   1234567891011   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lima Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik

Presiden Ajak Seluruh Elemen Bangsa Jaga Pancasila

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »