» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Politik
01-09-2016
Sudahkah Anda Berjihad?
Peristiwa percobaan bom bunuh diri kembali terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara, kali ini menyasar rumah ibadah. Meskipun percobaan bom bunuh diri tersebut gagal, tetapi bisa menjadi preseden buruk terhadap penegakan tindak pidana terorisme di Indonesia. Hal tersebut juga menjadi indikasi, bagaimana kelompok-kelompok radikal mampu melakukan “pencucian otak” kepada generasi muda Indonesia, sehingga perlu kewaspadaan dini dari masyarakat, dimulai dari keluarga.

22-08-2016
Tolak Separatisme Papua
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan kerangka utama yang mendasari pembentukan bangsa dan negara Republik Indonesia. Negara kesatuan tersebut terbentuk dari keberagaman budaya dan bahasa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke yang dikenal dengan “Bhineka Tunggal Ika”. Maka sudah selayaknya setiap unsur masyarakat Indonesiaa berkumpul dan bersatu, demi mempertahankan serta membangun NKRI.

22-08-2016
Papua, Riwayatmu Kini
Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-71 baru saja berlalu. Usia Negara Indonesia yang tidak muda lagi, tetapi masih menyisakan banyak pekerjaan rumah bagi pemerintahan Jokowi-JK, khususnya yang berkaitan dengan kesejateraan rakyat. Hal ini juga berlaku bagi pekerjaan rumah pemerintahan Jokowi-JK di Papua. Pemerintah terus melakukan kajian ulang terhadap pembangunan di Papua karena belum adanya fokus pembangunan yang menyeluruh sekaligus mekanisme pengawasan dari pembangunan dan pasca-pembangunan. 

22-08-2016
“PANCASILA” Bukan Komunisme
Komunisme dan Kiri Baru 
 
a) Sejarah Pergerakan Komunisme 
 
KIRI atau Komunisme, telah lama dipersepsikan sebagai ancaman bagi kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada era Soekarno, kiri atau Partai Komunis Indonesia juga dipersepsikan sebagai ancaman, mengingat pada saat itu kekuatan politik kelompok Kiri tidk bisa diremehkan karen mencakup seluruh elemen masyarakat, dari petani hingga mahasiswa. Namun dalamperkembangannya Kiri menjadi ancaman nyata pada akhir 1965 atau lebih tepatnya ketika peristiwa pembunuhan jenderal pada malam tanggal 30 September hingga 1 Oktober 1965, yang  diinterpretasikan sebagai upaya kudeta PKI. Sejak saat itu, PKI dibubarkan oleh Angkatan Darat dan Jenderal Soeharto. 

21-08-2016
Kenapa Luhut Berbohong Soal Penandatanganan Ijin Freeport Oleh Archandra?
Benar-benar membingungkan. Begitulah yang terasa kalau kita menelusuri permasalahan Freeport. Misalnya ketika Luhut Binsar Panjaitan mengelak dari tanggungjawab bahwa ijin ekspor konsentrat oleh Freeport telah diperpanjang oleh ArchandraTahar ketika menjabat menteri ESDM.

18-08-2016
Satya Dewangga *)
Indonesia Bangga Terhadap OPM Yang Menyerah

Sebanyak 100 mantan  anggota kelompok Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka  (TPN OPM)  yang dahulu ingin memisahkan Papua dari NKRI menyatakan kesetiaannya kepada RI. Pernyatan kesetiaan 100 mantan TPN OPM dari berbagai kelompok seperti di Tingginambut, Yambu, dan Mewuluk itu dinyatakan dengan membaca ikrar kesetiaan yang dibacakan Boni Telenggen seusai upacara peringatan HUT RI ke 71 yang dipimpin Bupati Puncak Jaya Hanock Ibo di Mulia.


18-08-2016
Tandai Perayaan Kemerdekaan RI, Pemerintah Tenggelamkan 60 Kapal Ilegal

Menteri Kelauatan dan Perikanan Susi Pudji Astuti mengatakan, penenggelaman kapal ikan nelayan asing sudah dilaksanakan di beberapa tempat ditanah air secara serentak.


16-08-2016
Toni Ervianto *)
Memotong Sumber Dana Teroris, Mungkinkah?
Pelaksanaan pertemuan internasional dalam upaya mengatasi masalah terorisme yaitu International Meeting on Counter-Terrorism: Countering Cross-Border Movement of Terrorism dan Counter-Terrorism Financing Summit yang diadakan oleh Kemenko Polhukam, Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) RI dan PPATK Australia (AUSTRAC) di Nusa Dua, Bali ditujukan untuk memperkuat jaringan kerja sama internasional dalam mengatasi ancaman pergerakan lintas batas terorisme yang meliputi aktor, informasi, dan juga aliran dana, termasuk membahas kemunculan fenomena baru FTF atau Foreign Terrorist Fighters yakni pejuang terorisme asing serta penyalahgunaan Informasi Teknologi dalam menyebarkan paham ekstrim dan radikal. 

28-07-2016
Jokowi Umumkan "Reshuffle" Kabinet, Ini Susunan Menteri Baru

Presiden Joko Widodo mengumumkan perombakan kabinet atau reshuffle jilid II di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta (27/7/2016).


26-07-2016
Pernyataan Jaksa Penuntut Todung Mulya Lubis pada Pembukaan Tribunal Rakyat Internasional 1965
Majelis Hakin Yang Mulia,
 
Perkenankan saya mengawali pernyataan ini dengan sebuah pertanyaan sederhana: Mengapa kami di sini? Sangat penting menjawab pertanyaan ini secara jujur, karena dengan demikian kami bisa mengetahui apa yang diharapkan, apa yang bisa dicapai dan bagaimana mengatasi semua tantangan yang mungkin akan kami hadapi.



PREVIOUS   1234567891011   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Imigrasi Bekasi Deportasi 9 WNA China

Jasa Presiden Soekarno buat bangsa Indonesia

RESENSI: Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Partai Berkuasa di Hungaria Ingin Usir "LSM George Soros"

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »