» Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan » Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Asean
03-11-2015
Sengketa Spratly Jadi Bahasan Utama di Pertemuan Menhan ASEAN ke-13
Sengketa Spratly Jadi Bahasan Utama di Pertemuan Menhan ASEAN ke-13

Pertemuan tingkat menteri pertahanan 10 negara ASEAN ke-3 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia pada Selasa (3/11/2015) di hadiri juga oleh perwakilan tingkat tinggi mitra ASEAN seperti Cina, Jepang, India, Korea Selatan, Australia dan Amerika Serikat. Isu perbatasan seperti sengketa kepulauan Spratly di laut Cina Selatan menjadi bahasan utama pada forum yang akan berlangsung Kamis (5/11/2015).


02-10-2015
Bambang Kesowo, mantan Menteri Sekretaris Negara era Megawati
Saudara Kita Kian Tumbuh Jadi Bangsa Yang Tinggi Hati
PENGANTAR: Tulisan ini merupakan respon dari tulisan Teuku Kemal Fasya yang berjudul "Malaysia Is (indeed) Not Truly Asia."
 
Mas Kemal, saya tidak bisa mengartikulasikan pikiran saya tentang karakter bangsa tetangga kita itu sebaik anda. Tetapi saya setuju dan sejalan dengan apa yang anda ungkap. Yang mengganjal dalam penilaian saya, saudara kita itu kian tumbuh menjadi bangsa yang tinggi hati. 

02-10-2015
Malaysia Is (indeed) Not Truly Asia
Sebelum sampai ke Malaysia, saya hampir percaya bahwa tak ada bangsa di Asia yang boleh mengklaim the truly Asia selain Malaysia. Iklan sepanjang tahun 2008 yang memakai trade mark “Malaysia is a Truly Asia” (Malaysia adalah Asia sesungguhnya) memang mampu menyedot kunjungan utama internasional di tahun itu. Selama ini kunjungan wisata Asia berpusat di China dan India untuk kunjungan kultural-historis, dan Jepang dan Korea Selatan untuk kunjungan modern-teknologi.

11-09-2015
Singapura Gelar Pemilu Parlemen Hari Ini
Seluruh tempat pemungutan suara di Singapura mulai dibuka Jumat pagi ini untuk pemungutan suara bagi Pemilu yang telah diseru Perdana Menteri Lee Hsien Loong di tengah melesunya perekonomian.

13-08-2015
Hubungan regional Myanmar-Thailand
Myanmar-Thailand Kembangkan Zona Ekonomi Khusus Dawei
Myanmar dan Thailand menekankan pengembangan Zona Ekonomi Khusus Dawei (SEZ) di selatan wilayah Taninthayi Myanmar.
 
 
Pejabat-pejabat Myanmar dan Thailand pada Senin (10/8) mengatakan, pengembangan Zona Dawei yang memiliki luas lebih dari 200 km persegi akan dilakukan dalam dua tahap. Demikian dilansir Xinhua.

11-08-2015
ASEAN peringati hari jadi ke-48

Sekretariat ASEAN memperingati hari jadi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) ke-48, yang jatuh pada 8 Agustus.


07-08-2015
Menteri ASEAN: Pembangunan di Laut Tiongkok Selatan "Tingkatkan Ketegangan"

Kegiatan reklamasi di Laut Tiongkok Selatan telah "meningkatkan ketegangan" di kawasan, kata para menteri Asia Tenggara, Kamis, saat mereka menutup pertemuan yang didominasi oleh diskusi tentang keprihatinan atas pembangunan pulau Beijing.


06-08-2015
Konflik Korsel-Korut
Menlu Korsel Desak ASEAN Kirim Kesan yang Kuat ke Korut

Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yun Byung-se mendesak Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) harus mengirim pesan yang kuat ke Korea Utara terkait provokasi yang mungkin dilakukannya.


05-08-2015
Jepang-ASEAN Tingkatkan Kerjasama Keamanan Maritim

Diplomat-diplomat senior Jepang dan anggota Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) saling bertemu di Kuala Lumpur, ibuota Malaysia.


31-07-2015
ASEAN Day
Sambut Hari Jadi ASEAN ke-48, Kemlu Gelar Seminar

Kementerian Luar Negeri menggelar seminar bertajuk “Penguatan Peran Pemuda dalam Menghadapi Persaingan Pasar Tenaga Kerja di Era Masyarakat ASEAN 2015.” Seminar yang berlangsung di Ruang Nusantara Kemlu ini merupakan bagian kegiatan dalam rangka menyambut hari jadi ASEAN ke-48 (ASEAN Day).




PREVIOUS   12345678   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »