» Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Analisis
13-03-2017
Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik

Hingga kapanpun. Lautan Hindia (Indian Ocean) akan terlihat sexy, terutama di mata pelayaran dunia. Kenapa? Tesis pakar kelautan Amerika Serikat (AS), Laksamana Alfred T. Mahan (1840-1914) yang konon telah menjadi doktrin Angkatan Laut (AL) AS menyatakan: "Siapa pun yang mencapai supremasi maritim di Lautan Hindia akan menjadi pemain (kunci) yang menonjol di kancah internasional."


10-03-2017
KTT IORA 2017
Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia

(Beberapa Catatan Penting Terkait KTT IORA 2017 di Jakarta)

Melepaskan Diri dari Belenggu Mata-Rantai The British Geopolitics

Meskipun Global Future Institute (GFI) menyambut baik keberhasilan Indonesia memprakarsai terselenggaranya sebuah pertemuan strategis antar negara-negara di kawasan Samudra Hindia,  Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara anggota Indian Ocean Rim Association atau Assosiasi Kerjasama Lingkar Samudra (IORA), dengan memanfaatkan momentum Program Poros Maritim Global yang dicanangkan Presiden Jokowi, namun ada hal yang penting yang kiranya  perlu disorot.  Khususnya ketika Selasa (07/03/2017) lalu Indonesia telah berhasil mendorong sebuah kesepakatan bersama dari seluruh anggota IORA yang bersifat strategis melalui sebuah kesepakatan yang disebut Jakarta Concord.

 


04-03-2017
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise dan martabat bangsa dari negara-negara adikuasa, maka persoalan penggunaan doping sangat berpotensi untuk dijadikan alat politik.


04-03-2017
Strategi Geopolitik Arab Saudi Gandeng Jepang-Indonesia-Cina Amankan Jalur Sutra

Arab Saudi datang ke Indonesia, dengan mengangkat isu: Saatnya Melirik ke Asia. Padahal, agenda strategis sesungguhnya atau tema gerakan adalah: Amankan Jalur Sutra yang punya mata-rantai dengan negara-negara Asia yang dilintasi Jalur Sutra. Khususnya Jepang, Indonesia dan Cina. Skema sesungguhnya; Menggandeng Jepang dan Indonesia, Arab Saudi punya kartu truf untuk berunding dengan Cina.


21-02-2017
Asia Pasifik dalam Pusaran Kekuatan-kekuatan Global
Jika pada Perang Dingin kehadiran dan peran negara-negara besar di Asia Pasifik banyak dipengaruhi oleh pola-pola hubungan bermusuhan atau kompetisi antar negara-negara besar (bipolar), maka pada era pasca Perang Dingin ini peran dan kehadiran mereka di kawasan lebih ditentukan oleh kemampuan mereka sendiri untuk: (1) mengeksplorasi dan memanfaatkan peluang-peluang strategis yang terbuka; (2) mengembangkan gesture politik yang dapat mendukung pencapaian sasaran kebijakan mereka dalam rangka pemenuhan national interests; dan (3) menjadikan diri mereka sebagai bagian penting dari konfigurasi politik-keamanan. 

14-02-2017
Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea
Seperti sudah diprediksi para peneliti Global Future Institute beberapa waktu lalu, situasi di Semenanjung Korea belakangan ini semakin memanas, terutama sejak Donald J Trump menjadi presiden Amerika Serikat. Pada hari Minggu 12 Februari lalu, Korea Utara kembali melakukan uji peluncuran rudal. Perkembangan ini tentu saja meresahkan Jepang dan Korea Selatan yang sejak berakhirnya Perang Dunia II, praktis merupakan sekutu strategis Amerika di kawasan Asia Timur. 

13-02-2017
Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points

Bahwa pengapalan sapi dari Australia ke Cina selalu melintasi Selat Lombok, dan selainnya, masih banyak produk-produk lain dari Australia melewati perairan Indonesia menuju berbagai negara. Secara geopolitik, bila selat tersebut ditutup untuk sementara waktu ---entah dalam rangka latihan TNI-Polri guna menghadapi teroris misalnya, atau karena kepentingan nasional RI terancam, atau alasan lain, dsb. Implikasinya, "Apa Australia tidak menjerit?" Dia bisa muter melalui Papua New Guine/PNG. High cost, produknya akan sulit bersaing.


08-02-2017
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul di kota Bakhchysaray untuk menggelar Qurultai atau kongres yang akan memutuskan nasib sekitar 300.000 warga Tatar Muslim yang tinggal di semenanjung Laut Hitam itu.


26-01-2017
Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump

Memahami geopolitik, antara lain, berarti yang semula tidak menyadari suatu daerah atau kepulauan punya ekonomis dan strategis, kemudian menyadari ternyata punya arti strategis dan ekonomis.


18-01-2017
Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Geoposisi (silang) Indonesia diantara dua samudera dan dua benua, selain dinilai sangat strategis dalam perspektif (geo) politik global, tetapi ia dapat berubah menjadi "kritis" jika pemerintah tidak memanfaatkan faktor geopolitical leverage dimaksud. Kenapa? Kita ulas sekilas titik-titiknya baik titik strategis maupun yang kritis.




PREVIOUS   1234567   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Myanmar Bantah terjadi Pembersihan Suku Rohingya

Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »