» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Analisis
04-03-2017
Strategi Geopolitik Arab Saudi Gandeng Jepang-Indonesia-Cina Amankan Jalur Sutra

Arab Saudi datang ke Indonesia, dengan mengangkat isu: Saatnya Melirik ke Asia. Padahal, agenda strategis sesungguhnya atau tema gerakan adalah: Amankan Jalur Sutra yang punya mata-rantai dengan negara-negara Asia yang dilintasi Jalur Sutra. Khususnya Jepang, Indonesia dan Cina. Skema sesungguhnya; Menggandeng Jepang dan Indonesia, Arab Saudi punya kartu truf untuk berunding dengan Cina.


21-02-2017
Asia Pasifik dalam Pusaran Kekuatan-kekuatan Global
Jika pada Perang Dingin kehadiran dan peran negara-negara besar di Asia Pasifik banyak dipengaruhi oleh pola-pola hubungan bermusuhan atau kompetisi antar negara-negara besar (bipolar), maka pada era pasca Perang Dingin ini peran dan kehadiran mereka di kawasan lebih ditentukan oleh kemampuan mereka sendiri untuk: (1) mengeksplorasi dan memanfaatkan peluang-peluang strategis yang terbuka; (2) mengembangkan gesture politik yang dapat mendukung pencapaian sasaran kebijakan mereka dalam rangka pemenuhan national interests; dan (3) menjadikan diri mereka sebagai bagian penting dari konfigurasi politik-keamanan. 

14-02-2017
Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea
Seperti sudah diprediksi para peneliti Global Future Institute beberapa waktu lalu, situasi di Semenanjung Korea belakangan ini semakin memanas, terutama sejak Donald J Trump menjadi presiden Amerika Serikat. Pada hari Minggu 12 Februari lalu, Korea Utara kembali melakukan uji peluncuran rudal. Perkembangan ini tentu saja meresahkan Jepang dan Korea Selatan yang sejak berakhirnya Perang Dunia II, praktis merupakan sekutu strategis Amerika di kawasan Asia Timur. 

13-02-2017
Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points

Bahwa pengapalan sapi dari Australia ke Cina selalu melintasi Selat Lombok, dan selainnya, masih banyak produk-produk lain dari Australia melewati perairan Indonesia menuju berbagai negara. Secara geopolitik, bila selat tersebut ditutup untuk sementara waktu ---entah dalam rangka latihan TNI-Polri guna menghadapi teroris misalnya, atau karena kepentingan nasional RI terancam, atau alasan lain, dsb. Implikasinya, "Apa Australia tidak menjerit?" Dia bisa muter melalui Papua New Guine/PNG. High cost, produknya akan sulit bersaing.


08-02-2017
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul di kota Bakhchysaray untuk menggelar Qurultai atau kongres yang akan memutuskan nasib sekitar 300.000 warga Tatar Muslim yang tinggal di semenanjung Laut Hitam itu.


26-01-2017
Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump

Memahami geopolitik, antara lain, berarti yang semula tidak menyadari suatu daerah atau kepulauan punya ekonomis dan strategis, kemudian menyadari ternyata punya arti strategis dan ekonomis.


18-01-2017
Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Geoposisi (silang) Indonesia diantara dua samudera dan dua benua, selain dinilai sangat strategis dalam perspektif (geo) politik global, tetapi ia dapat berubah menjadi "kritis" jika pemerintah tidak memanfaatkan faktor geopolitical leverage dimaksud. Kenapa? Kita ulas sekilas titik-titiknya baik titik strategis maupun yang kritis.


16-01-2017
Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Di sela-sela kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Shinzo Abe ke Indonesia, kiranya perlu mengingatkan kembali tiga kejahatan perang Jepang di Indonesia pada periode 1942-1945.


09-01-2017
Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia

Ketika Jepang dan Korea Selatan bersepakat pada 28 Desember 2015 untuk menyelesaikan masalah Jugun Ianfu alias “para korban perbudakan seks” tentara Jepang di negara-negara jajahannya, yang mana Korea pada waktu itu merupakan negara eks jajahan Jepang, kami dari Global Future Institute menyikapi kesepakatan Jepang-Korea Selatan ini secara skeptis dan meragukan itikad baik di balik kesepakatanya dengan Korea Selatan.Ketika Jepang dan Korea Selatan bersepakat pada 28 Desember 2015 untuk menyelesaikan masalah Jugun Ianfu alias “para korban perbudakan seks” tentara Jepang di negara-negara jajahannya, yang mana Korea pada waktu itu merupakan negara eks jajahan Jepang, kami dari Global Future Institute menyikapi kesepakatan Jepang-Korea Selatan ini secara skeptis dan meragukan itikad baik di balik kesepakatanya dengan Korea Selatan. 


07-01-2017
Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai)

Sesungguhnya tidak ada perang agama di muka bumi melainkan karena faktor (geo) ekonomi. Isu agama, atau demokrasi, isu HAM, lingkungan hidup, dan isu-isu lainnya hanya sekedar dalih, tema atau modus ---istilah kerennya: 'geostrategi'--- dalam rangka memasuki kedaulatan negara lain atas nama isu-isu dimaksud, sedang tujuannya tak lain guna menguasai serta mencaplok geoekonomi.




PREVIOUS   12345678   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Holding BUMN dan Bancakan Kekuasaan

Federasi Nusantara dan Segala Hal yang Perlu Diperjuangkan

Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »