» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Analisis
28-11-2016
Manuver Turki Politisasi Isu Tatar di Forum OKI Berpotensi Pecah-Belah Kekompakan Negara-Negara Islam
Dukungan dan desakan pemerintah Turki melalui Pertemuan Para Ketua Parlemen negara-negara yang tergabung dalam OKI, selain berpotensi memecah-belah negara-negara Islam, melainkan juga sebagai pertanda bahwa Turki sedang menyeret dan melibatkan forum OKI mendukung dan membenarkan Gerakan Separatisme berkedok Islam. 

28-11-2016
Ada Upaya Pembubaran Negara Bangsa (Nation State) Secara Asimetris

Di era globlalisasi, teori ruang (geopolitik) yang dimodifikasi oleh Konichi Ohmae melalui dua bukunya yang bertajuk Borderless World (1991) dan The End of Nation State (1995), intinya ia menekankan bahwa pada perkembangan masyarakat global, batas-batas wilayah negara dalam geografi dan politik relatif masih tetap, tetapi kehidupan di suatu negara tidak mungkin dapat membatasi kekuatan global yang berupa informasi, investasi, industri dan konsumen yang kian individual. Ohmae memberi isyarat bahwa untuk bisa menghadapi kekuatan global, suatu negara harus mengurangi peranan pemerintah pusat dan lebih memberikan peran kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Itulah pokok-pokok pengembangan teori ruang hasil olah pikir Kinichi Ohmae.


18-11-2016
Perlunya Memahami Teori Geopolitik Barat Meskipun Indonesia Tidak Menganutnya

Konon, teori geopolitik erat kaitannya dengan angan-angan (desire) si perumusnya. Kenapa? Oleh karena tidak ada teori geopolitik yang bisa diterima oleh semua bangsa di dunia. Bahkan ada pendapat, geopolitik sebagai pandangan politik hanya dijadikan alat justifikasi ekspansi bagi negara perumus atau penyusunnya.


17-11-2016
DOKTRIN POLITIK LUAR NEGERI MAKSIMALISME AMERIKA SERIKAT DAN PERSPEKTIF PRESIDEN BARU AMERIKA SERIKAT (DONALD J. TRUMP)
Dimitri K.Simes dalam America’s Imperial Dilemma menyatakan bagaimana dunia internasional melihat politik luar negeri Amerika Serikat, dan sinisme terhadapnya :
“Any realistic discussion begin with of US foreign policy must begin with the recognition that, notwithstanding American’s views and preferences, most of the world sees the United States as a nascent imperial power. Some nations support the United States precisly because of this, viewing it as a benign liberal empire that can protect them against ambitious regional powers. Others resent it because it stands in the way of their goals. Still others acquiesce to US imperial predominance as a fact of life that cannot be changed and must be accepted.”1

14-11-2016
Manuver Militer Amerika Serikat di Semenanjung Korea Harus Ditangkal Sedini Mungkin Oleh Kementerian Luar Negeri dan “Pemangku Kepentingan” Politik-Keamanan RI

Salah satu cuplikan dari pidato Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI)  dalam  Pertemuan  para ahli bertema: Diplomasi Poros Maritim, Keamanan Maritim dalam Perspektif Luar Negeri. Kementerian Luar Negeri, pada 10 November 2016, di Hotel Salak Heritage, Bogor.


09-11-2016
Rencana AS Kembangkan ICBM di Korea Selatan Berpotensi Merusak Rencana Global Maritime Fulcrum (Poros Maritim Dunia) Presiden Jokowi
Untuk mengimbangi Rudal Balistik Antar-Benua (Intercontinental Balistic Missile atau ICBM) yang telah diluncurkan Korea Utara sekitaran beberapa waktu lalu, Amerika Serikat nampaknya berencana unbtuk mengembangkan ICBM di Korea Selatan, sekutu strategisnya di Semenanjung Korea sejak berakhirnya Perang Dunia II. 

08-11-2016
Membaca Geopolitik Kontemporer para Adidaya di Indonesia dari Perspektif Teori Ruang
Akhir Abad XIX, berkembang pemikiran (geopolitik) yang mengatakan bahwa manusia butuh negara dan negara butuh ruang hidup (living space atau lebensraum). Karl Haushofer (1869 -1946) justru menekankan: "Bahwa ruang merupakan inti geopolitik."

22-10-2016
Membaca Isu dan Operasi Bendera Palsu

Tampaknya, false flag operation (operasi bendera palsu) menjadi cara dan modus baru di dunia (geo) politik, terutama bagi para elit politik atau elit penguasa dalam rangka mempertahankan dan/atau merebut kekuasaan, atau menaikkan pamor politiknya. Lingkungan strategis ---lokal (nasional), regional dan global--- banyak memberi pembelajaran tentang hal itu. Banyak contoh. Akan tetapi, sebelum melangkah jauh, sebaiknya kita urai dahulu sekilas perihal isu politik dan bagaimana operasi bendera palsu dijalankan.


20-10-2016
Menyorot AS dan Blok Barat Mainkan ISU HAM di Crimea

Pentingnya Ukraina Bagi Amerika Serikat dan Uni Eropa

Pada 1 April 2014 lalu, saya menulis mengenai reunifikasi Crimea dengan Rusia  menyusul hasil referendum yang diluncurkan pada 17 Maret 2014 menegaskan bahwa 96,8 persen rakyat Crimea mendukung penggabungan kembali wilayah tersebut dengan Rusia. Sehingga pada 21 Maret 2014 Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dokumen resmi menjadi sebuah undang-undang, sehingga sejak saat itu Crimea resmi menjadi bagian dari wilayah kedaulatan Rusia.


20-10-2016
Mempertanyakan Kelayakan Kerjasama Pertahanan RI-Ukraina

Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Pertahanan, sebaiknya mempertimbangkan kembali usulan Ukraina agar Indonesia membeli mobil lapis baja 4 M buatan Ukraina. Terungkap melalui pengalaman Thailand dan Croatia, kualitas Tank T-84 Oplot dan Pesawat MIG-21, ternyata kualitasnya sangat buruk.
 




PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Mahasiswa Papua Minta Freeport Ditutup

Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »