» Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Analisis
18-11-2016
Perlunya Memahami Teori Geopolitik Barat Meskipun Indonesia Tidak Menganutnya

Konon, teori geopolitik erat kaitannya dengan angan-angan (desire) si perumusnya. Kenapa? Oleh karena tidak ada teori geopolitik yang bisa diterima oleh semua bangsa di dunia. Bahkan ada pendapat, geopolitik sebagai pandangan politik hanya dijadikan alat justifikasi ekspansi bagi negara perumus atau penyusunnya.


17-11-2016
DOKTRIN POLITIK LUAR NEGERI MAKSIMALISME AMERIKA SERIKAT DAN PERSPEKTIF PRESIDEN BARU AMERIKA SERIKAT (DONALD J. TRUMP)
Dimitri K.Simes dalam America’s Imperial Dilemma menyatakan bagaimana dunia internasional melihat politik luar negeri Amerika Serikat, dan sinisme terhadapnya :
“Any realistic discussion begin with of US foreign policy must begin with the recognition that, notwithstanding American’s views and preferences, most of the world sees the United States as a nascent imperial power. Some nations support the United States precisly because of this, viewing it as a benign liberal empire that can protect them against ambitious regional powers. Others resent it because it stands in the way of their goals. Still others acquiesce to US imperial predominance as a fact of life that cannot be changed and must be accepted.”1

14-11-2016
Manuver Militer Amerika Serikat di Semenanjung Korea Harus Ditangkal Sedini Mungkin Oleh Kementerian Luar Negeri dan “Pemangku Kepentingan” Politik-Keamanan RI

Salah satu cuplikan dari pidato Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI)  dalam  Pertemuan  para ahli bertema: Diplomasi Poros Maritim, Keamanan Maritim dalam Perspektif Luar Negeri. Kementerian Luar Negeri, pada 10 November 2016, di Hotel Salak Heritage, Bogor.


09-11-2016
Rencana AS Kembangkan ICBM di Korea Selatan Berpotensi Merusak Rencana Global Maritime Fulcrum (Poros Maritim Dunia) Presiden Jokowi
Untuk mengimbangi Rudal Balistik Antar-Benua (Intercontinental Balistic Missile atau ICBM) yang telah diluncurkan Korea Utara sekitaran beberapa waktu lalu, Amerika Serikat nampaknya berencana unbtuk mengembangkan ICBM di Korea Selatan, sekutu strategisnya di Semenanjung Korea sejak berakhirnya Perang Dunia II. 

08-11-2016
Membaca Geopolitik Kontemporer para Adidaya di Indonesia dari Perspektif Teori Ruang
Akhir Abad XIX, berkembang pemikiran (geopolitik) yang mengatakan bahwa manusia butuh negara dan negara butuh ruang hidup (living space atau lebensraum). Karl Haushofer (1869 -1946) justru menekankan: "Bahwa ruang merupakan inti geopolitik."

22-10-2016
Membaca Isu dan Operasi Bendera Palsu

Tampaknya, false flag operation (operasi bendera palsu) menjadi cara dan modus baru di dunia (geo) politik, terutama bagi para elit politik atau elit penguasa dalam rangka mempertahankan dan/atau merebut kekuasaan, atau menaikkan pamor politiknya. Lingkungan strategis ---lokal (nasional), regional dan global--- banyak memberi pembelajaran tentang hal itu. Banyak contoh. Akan tetapi, sebelum melangkah jauh, sebaiknya kita urai dahulu sekilas perihal isu politik dan bagaimana operasi bendera palsu dijalankan.


20-10-2016
Menyorot AS dan Blok Barat Mainkan ISU HAM di Crimea

Pentingnya Ukraina Bagi Amerika Serikat dan Uni Eropa

Pada 1 April 2014 lalu, saya menulis mengenai reunifikasi Crimea dengan Rusia  menyusul hasil referendum yang diluncurkan pada 17 Maret 2014 menegaskan bahwa 96,8 persen rakyat Crimea mendukung penggabungan kembali wilayah tersebut dengan Rusia. Sehingga pada 21 Maret 2014 Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dokumen resmi menjadi sebuah undang-undang, sehingga sejak saat itu Crimea resmi menjadi bagian dari wilayah kedaulatan Rusia.


20-10-2016
Mempertanyakan Kelayakan Kerjasama Pertahanan RI-Ukraina

Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Pertahanan, sebaiknya mempertimbangkan kembali usulan Ukraina agar Indonesia membeli mobil lapis baja 4 M buatan Ukraina. Terungkap melalui pengalaman Thailand dan Croatia, kualitas Tank T-84 Oplot dan Pesawat MIG-21, ternyata kualitasnya sangat buruk.
 


19-10-2016
Amerika Serikat Manfaatkan Proyek GMO Untuk Kuasai Monopoli Sektor Pertanian Indonesia
Sektor pertanian Indonesia saat ini sedang dijadikan sasaran dua korporasi multinasional bidang Agro Ekonomi: Monsanto dan PT Dupont. Tujuannya, menguasai monopoli bisnis pertanian Indonesia melalui Proyek Genetically Modified Organism atau dikenal dengan sebutan GMO. 

14-10-2016
Revisi PP No 1/2014, Bukti Nyata Pemerintah Indonesia Berikan Hak-Hak Istimewa Kepada PT Freeport Indonesia dan Newmont Nusatenggara
Sektor energi dan minyak-gas (migas) di Indonesia semakin tidak sehat. Nampaknya, korupsi tingkat tinggi sudah semakin berurat-berakar di kementerian ESDM, termasuk di eselon satu. Baru-baru ini, Pelaksana Tugas Menteri ESDM Luhut Panjaitan menyatakan bahwa Kementerian ESDM telah menfinalisasi revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 1/2014. Berarti, pemerintah Indonesia telah memberikan hak-hak istimewa kepada dua perusahaan asing yang bergerak di bidang pertambangan: PT Freeport Indonesia dan Newmont Nusatenggara. 



PREVIOUS   12345678910   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Iran Tingkatkan Pembelian Minyak Sawit Indonesia

Myanmar Bantah terjadi Pembersihan Suku Rohingya

Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »