» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Analisis
19-10-2016
Amerika Serikat Manfaatkan Proyek GMO Untuk Kuasai Monopoli Sektor Pertanian Indonesia
Sektor pertanian Indonesia saat ini sedang dijadikan sasaran dua korporasi multinasional bidang Agro Ekonomi: Monsanto dan PT Dupont. Tujuannya, menguasai monopoli bisnis pertanian Indonesia melalui Proyek Genetically Modified Organism atau dikenal dengan sebutan GMO. 

14-10-2016
Revisi PP No 1/2014, Bukti Nyata Pemerintah Indonesia Berikan Hak-Hak Istimewa Kepada PT Freeport Indonesia dan Newmont Nusatenggara
Sektor energi dan minyak-gas (migas) di Indonesia semakin tidak sehat. Nampaknya, korupsi tingkat tinggi sudah semakin berurat-berakar di kementerian ESDM, termasuk di eselon satu. Baru-baru ini, Pelaksana Tugas Menteri ESDM Luhut Panjaitan menyatakan bahwa Kementerian ESDM telah menfinalisasi revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 1/2014. Berarti, pemerintah Indonesia telah memberikan hak-hak istimewa kepada dua perusahaan asing yang bergerak di bidang pertambangan: PT Freeport Indonesia dan Newmont Nusatenggara. 

30-09-2016
Pemerintah Tiongkok Mainkan Isu Lingkungan Hidup Untuk Hancurkan Pesaing Bisnisnya di Sektor Teknologi Nuklir di Indonesia
Sedemikian rupa Pemerintah Repubklik Rakyat Tiongkok berupaya menanamkan pengaruhnya dalam kebijakan perekonomian nasional Indonesia maupun dalam menguasai sektor energi di Indonesia, sehingga segala macam cara ditempuh. 

08-09-2016
Membaca Agenda Tersembunyi di Balik Tax Amnesty

Sebagaimana tulisan terdahulu {silahkan baca: (1) Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya; (2) Membaca Isu Rokok Mahal dan Tax Amnesty dari Perspektif Perang Asimetris; dan (3) Isu Rokok Dan Tax Amnesty: Tarian Gendang Yang Ditabuh Oleh Asing, M Arief Pranoto, di Web theglobal-review, Global Future Institute/GFI, Jakarta}, bahwa bentuk serangan asimetris asing (asymmetric warfare) yang sukar dikenali dan sulit dibaca oleh pubik manakala ia telah melalui “Kebijakan Negara dan/atau Pemerintah.” Kenapa? Selain kata “kebijakan” itu sendiri bersumber dari logika dan rasa ---dalam arti logika yang benar dan (rasa) yang adil--- dimana ujung kebijakan adalah ketentraman dan kenyamanan warga, juga --- mana mungkin sebuah kebijakan negara/pemerintah kok malah menjerumuskan warga negaranya? Namun inilah yang terjadi. Ketika sebuah kebijakan justru menimbulkan keresahan di kalangan warga, maka mutlak harus dicermati bersama, karena niscaya ada sesuatu yang keliru atas proses maupun tujuan kebijakan tersebut.


04-09-2016
Ada “Brexit" di dalam Brexit

Keluarnya Britania Raya atau Inggris dari Uni Eropa (UE) ---British Exit (Brexit)--- sebenarnya sudah bisa ditebak sebelumnya. Kenapa? Ada beberapa indikasi. Pertama, selama tergabung dalam UE, Inggris tidak meninggalkan Poundsterling ---tidak menggunakan Uero--- sebagai mata uangnya; kedua, UE ternyata bukanlah regionalisme berbasis kerjasama (gotong royong) antarnegara Eropa, akan tetapi justru terlihat sebagai wadah (kawasan) liberalisasi perdagangan atau perdagangan bebas yang kerangka bangunnya ialah persaingan. Sudah barang tentu, ketika bicara Era Kompetitif, liberalisasi perdagangan (free trade) contohnya, maka yang berlaku (hukum tak tertulis) bahwa antara satu (negara) dengan lainnya boleh saling memangsa.


01-09-2016
Isu Rokok dan Tax Amnesty: Tarian Gendang yang Ditabuh oleh Asing

Melanjutkan catatan terdahulu yang bertajuk: “Membaca Isu Rokok Mahal dan Tax Amnesty dari Perspektif Perang Asimetris,” diakhir tulisan sengaja digantung (retorika) guna memantik daya intiutif dan imajinatif pembaca tentang apa agenda dan skema lanjutan pasca isu ditebar pada ruang publik. Ini memang tahapan pola dalam konsepsi asymmetric warfare atau peperangan nirmiliter yang selama ini berlangsung di berbagai belahan dunia. Ketika tak ada feed back (umpan balik) signifikan, entah malu, atau ragu-ragu, takut salah, dan lain-lain maka hal ini justru mendorong penulis ingin melanjutkan apa prakiraan tahapan berikutnya, yaitu tahap “tema/agenda” dan tahap “skema (kolonialisme)” terkait isu rokok mahal serta tax amnesty (pengampunan pajak).


31-08-2016
Membaca Isu Rokok Mahal dan Tax Amnesty dari Perspektif Perang Asimetris

Tulisan ini dilatar belakangi oleh dua hipotesa:

Pertama, bahwa kegaduhan pada ranah sosial politik akibat isu rokok mahal dan tax amnesty (pengampunan pajak) masih terus berlangsung di Republik tercinta ini. Hal ini menarik untuk dicermati bersama, mengingat ada asumsi di dunia (geo) politik, “Konflik lokal merupakan bagian dari konflik global.” Apakah kedua isu di atas merupakan “permainan” asing di negeri ini?


16-08-2016
Mengupayakan Sebuah Ikatan Bersama Menuju Satu ASEAN, Satu Asia Tenggara
Keinginan antar negara dalam satu kawasan untuk membentuk suatu organisasi regional merupakan sebuah keniscayaan dalam tatanan sistem internasional. Hal itu diperlukan guna mencapai tujuan bersama sebagai entitas regional maupun untuk memenuhi kepentingan nasional bagi masing-masing negara anggota. Berkenaan dengan itu, ASEAN hadir pada Agustus 1967 sebagai ruang hidup bagi negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara.

25-07-2016
Meneropong Politik Luar Negeri Uni Eropa di Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Eropa

Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 16-17 Juli diselenggarakan KTT Asia-Eropa atau Asia Europe Meeting (ASEM) dengan negara Mongolia sebagai tuan rumahnya. Forum yang berisikan berbagai kerjasama lintas bidang (Politik, Ekonomi, dan Sosial-Budaya) itu mempunyai harga tawar bagi negara-negara didalamnya sebagai suatu ruang lingkup guna mengantisipasi  sistem internasional yang semakin dinamis belakangan ini.


19-07-2016
Selain AS dan Rusia, Cina dan Jepang Faktor Penting Penyelesaian Multilateral Konflik Korea Selatan versus Korea Utara
Korea, Arena Proxy War Cina versus Jepang di akhir Abad ke-19
 
Dalam artikel terdahulu tentang solusi damai Krisis Korea yang sudah berlangsung sejak berlangsungnya era Perang Dingin pada 1950, melibatkan Jepang, Republik Rakyat Cina dan Amerika Serikat selain Amerika Serikat dan Rusia, saya mengusulkan perlunya melibatkan enam negara dalam mengatasi Konflik antara Korea Selatan versus Korea Utara. Yaitu Korea Selatan dan Korea Utara itu sendiri, penting untuk mengikutsertakan Amerika Serikat (AS), Rusia, Republik Rakyat Cina (RRC) dan Jepang. 



PREVIOUS   12345678910   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Mahasiswa Papua Minta Freeport Ditutup

Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »