» Asia Pasifik dalam Pusaran Kekuatan-kekuatan Global » Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Analisis
31-08-2016
Membaca Isu Rokok Mahal dan Tax Amnesty dari Perspektif Perang Asimetris

Tulisan ini dilatar belakangi oleh dua hipotesa:

Pertama, bahwa kegaduhan pada ranah sosial politik akibat isu rokok mahal dan tax amnesty (pengampunan pajak) masih terus berlangsung di Republik tercinta ini. Hal ini menarik untuk dicermati bersama, mengingat ada asumsi di dunia (geo) politik, “Konflik lokal merupakan bagian dari konflik global.” Apakah kedua isu di atas merupakan “permainan” asing di negeri ini?


16-08-2016
Mengupayakan Sebuah Ikatan Bersama Menuju Satu ASEAN, Satu Asia Tenggara
Keinginan antar negara dalam satu kawasan untuk membentuk suatu organisasi regional merupakan sebuah keniscayaan dalam tatanan sistem internasional. Hal itu diperlukan guna mencapai tujuan bersama sebagai entitas regional maupun untuk memenuhi kepentingan nasional bagi masing-masing negara anggota. Berkenaan dengan itu, ASEAN hadir pada Agustus 1967 sebagai ruang hidup bagi negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara.

25-07-2016
Meneropong Politik Luar Negeri Uni Eropa di Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Eropa

Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 16-17 Juli diselenggarakan KTT Asia-Eropa atau Asia Europe Meeting (ASEM) dengan negara Mongolia sebagai tuan rumahnya. Forum yang berisikan berbagai kerjasama lintas bidang (Politik, Ekonomi, dan Sosial-Budaya) itu mempunyai harga tawar bagi negara-negara didalamnya sebagai suatu ruang lingkup guna mengantisipasi  sistem internasional yang semakin dinamis belakangan ini.


19-07-2016
Selain AS dan Rusia, Cina dan Jepang Faktor Penting Penyelesaian Multilateral Konflik Korea Selatan versus Korea Utara
Korea, Arena Proxy War Cina versus Jepang di akhir Abad ke-19
 
Dalam artikel terdahulu tentang solusi damai Krisis Korea yang sudah berlangsung sejak berlangsungnya era Perang Dingin pada 1950, melibatkan Jepang, Republik Rakyat Cina dan Amerika Serikat selain Amerika Serikat dan Rusia, saya mengusulkan perlunya melibatkan enam negara dalam mengatasi Konflik antara Korea Selatan versus Korea Utara. Yaitu Korea Selatan dan Korea Utara itu sendiri, penting untuk mengikutsertakan Amerika Serikat (AS), Rusia, Republik Rakyat Cina (RRC) dan Jepang. 

18-07-2016
Membaca Di Balik Kudeta Militer Turki Jumat Lalu
Yang sering orang lupa, membaca keberhasilan atau kegagalan sebuah kudeta militer, tidak bisa diukur dari apakah militer berhasil merebut kekuasaan. Dalam kasus Turki saja, ada dua model kudeta yang kalau kita baca benar benar Sejarah Turki. Kudeta 1908 yang dimotori oleh kelompok-kelompok Turki Muda atau Young Turk, dan kudeta militer yang dimotori oleh Jenderal Mustapa Kemal Ataturk pada 1922.

14-07-2016
Standar Ganda Kebijakan HAM AS di Pelbagai Belahan Dunia, Selayang Pandang
Serangkaian kebijakan luar negeri AS di Dunia Ketiga, secara konsisten telah menentang demokrasi dan penegakan HAM bilamana hasilnya tak dapat dikontrol. Sebuah kajian atas sistem inter-Amerika yang dipublikasikan oleh Royal Institute of International Affairs di London menyimpulkan: 
“Bahwa , ketika di atas permukaan AS berperan dalam demokrasi, nyatanya komitmen mereka sesungguhnya adalah pada ‘perusahaan kapitalis dan swasta.’ Ketika hak-hak investor terancam, demokrasi dan HAM harus dienyahkan, sebaliknya, selama hak-hak ini dilindungi, bahkan para pembunuh dan penyiksa akan tetap aman sentosa.”

12-07-2016
Mencari Solusi Damai Korea Selatan-Korea Utara Diilhami oleh Dasa Sila Bandung 1955
Faktor pemantik ketegangan antara Korea Utara versus Korea Selatan yang menyeret campur-tangan Amerika Serikat adalah tenggelamnya kapal perang Cheonan milik Korea Selatan. Begitupun, insiden tersebut hanya sekadar triggering factor bagi Amerika Serikat untuk menekan secara lebih keras seraya memojokkan Korea Utara. 

29-06-2016
Meneropong “Kebijakan Standar Ganda” Amerika Serikat (Studi Perbandingan Papua-Indonesia dan Ukraina terkait Pelanggaran Hak-Hak Asasi Manusia)
Membongkar Fondasi Strategi Global Amerika Serikat
 
Kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) terkait isu Hak-Hak Asasi Manusia terhadap negara-negara asing sangat diwarnai oleh hasrat tersembunyinya untuk memainkan perannya sebagai kekuatan global dan negara adikuasa baru, menyusul berakhirnya Perang Dunia II. Potensi AS untuk menggantikan kedudukan Inggris sebagai negara adikuasa baru sebenarnya sudah terlihat sebelum meletusnya Perang Dunia II. Selain sudah muncul sebagai sebuah negara industri paling maju di dunia, secara harfiah AS menguasai 50 persen kekayaan dunia dan mengontrol kedua sisi dari dua samudra. Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik. 

29-06-2016
"Sebuah Pelajaran dari British Exit"
DUNIA dikagetkan oleh keluarnya British dari Uni Eropa (Brexit), padahal kejadian itu telah diperkirakan sebelumnya oleh banyak pihak bahwa sesungguhnya Inggris sejak awal tidak bersungguh sungguh bergabung dengan Uni Eropa, buktinya Inggris tidak pernah mau meninggalkan Poundsterling dan tidak mau menerima Euro sebagai mata uang mereka.

27-06-2016
Bagaimana Kita Memaknai Keluarnya Inggris dari Keanggotaan Uni Eropa?

Sekutu sejati mungkin istilah yang lebih pas untuk menggambarkan hubungan bersejarah dan tradisional antara Inggris dan Amerika Serikat. Justru lepasnya Inggris dari Uni Eropa, semakin memperjelas tekad kedua negara Anglo Saxon tersebut untuk back to basic.




PREVIOUS   12345678910   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea

Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points

Tiga Negara Ajukan Pertemuan Darurat untuk Bahas Rudal Balistik Korut

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Benarkah Kebebasan Pers Makin Memburuk?

Menyimak Konflik Sosial di Indonesia

Menjaga dan Merawat Kerukunan Beragama di Papua

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »