» Asia Pasifik dalam Pusaran Kekuatan-kekuatan Global » Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Analisis
16-06-2016
Saatnya Indonesia Bangun Kerjasama Strategis Dengan Uni Ekonomi Euroasia (UEE) Di Luar Skema TPP Amerika Serikat maupun RCEP Cina
Di tengah semakin menajamnya persaingan global Amerika Serikat (AS) versus Republik Rakyat Cina (RRC) di Asia Tenggara, utamanya Indonesia, maka gagasan membangun kerjasama strategis ASEAN-UEE nampaknya perlu dipertimbangkan sebagai alternatif agar Indonesia keluar dari jebakan perebutan pengaruh kedua negara adikuasa tersebut. Melalui skema baru kerjasama ekonomi dengan UEE, Indonesia dan ASEAN akan mendapatkan keuntungan strategis dalam dua hal. Pertama, kemunculan Rusia sebagai pemain baru dalam percaturan ekonomi dan perdagangan di Asia Tenggara. Kedua, melalui skema UEE Indonesia dan ASEAN akan memperluas lingkup kerjasama ekonomi dan perdagangannya tidak saja dengan Rusia, melainkan dengan beberapa negara yang berada di kawasan Asia Tengah lainnya. 

14-06-2016
Presiden Jokowi Perlu Menyadari Betapa Berbahayanya Indonesia Bergabung Dalam Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP)
Dalam kancah persaingan global di ranah ekonomi di kawasan Asia Pasifik dewasa ini, praktis dikuasai oleh tiga negara adikuasa di bidang ekonomi: Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina dan Jepang. Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang mana Jepang termasuk mata-rantai blok barat ini, terlihat secara terang-benderang bermaksud memaksakan terciptanya kutub tunggal/unipolar perekonomian dan perdagangan di Asia Pasifik, dengan memprakarsai terbentuknya Trans Pacific Partnership (TPP). Sehingga sudah saatnya pemerintah Indonesia menyadari betul implikasi dari persaingan global kedua negara adikuasa tersebut terhadap soliditas dan kekompakan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN. 

08-05-2016
Menelaah Kembali Kepentingan Rusia Bidang Energi di Kawasan Asia Tenggara

Konsentrasi politik luar negeri Federasi Rusia  menunjukkan bahwa kawasan Asia Tenggara, termasuk ASEAN masih menjadi prioritas kepentingan nasional Federasi Rusia, utamanya di bidang energi.


21-04-2016
Menelisik Sejarah Kebijakan Maritim Rusia (Menyongsong ASEAN-Russia Summit, di Sochi, Rusia, 18-20 Mei 2016)
Tidak lama lagi, Rusia akan menjadi negara tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara ASEAN-Rusia. Pertemuan pada tanggal 18-20 Mei di Sochi mendatang terasa spesial, karena bertepatan dengan 20 tahun usia kerja sama antar ASEAN sebagai  kekuatan besar regional di kawasan Asia Tenggara dan Rusia. 

12-04-2016
Menyambut KTT ASEAN-Rusia di Sochi, Rusia, Mei 2016
Asia Tenggara Sebagai Kawasan Bebas Nuklir Sesuai dengan Semangat KAA Bandung 1955 dan ZOPFAN ASEAN
Pertemuan ketiga kelompok Ahli ASEAN-Rusia (ASEAN-Russian Eminent Persons Group) di Moskow, Rusia pada 6 April 2016 lalu, patut kita beri apresiasi. Seperti diungkapkan oleh Staf Khusus Menteri Luar Negeri Djauhari Oratmangun, bahwa kerja sama ekonomi dan perdagangan serta isu kawasan bebas senjata nuklir di Asia Tenggara merupakan isu-isu signifikan dalam kerja sama kemitraan ASEAN-Rusia yang perlu terus didorong di masa yang akan datang.

11-04-2016
Suriah, Pusaran Pertarungan Global AS-Inggris-Perancis dan Rusia
Penarikan mundur pasukan Rusia dari Suriah yang dicanangkan oleh Presiden Vladimir Putin sejak 14 Maret 2016 lalu, merupakan manuver diplomatik yang cukup elegan, sebagai prakondisi penguatan posisi Presiden Bashar al Assad di tengah-tengah berlangsungnya perundingan damai Suriah di Jenewa, Swiss. 

04-04-2016
Ada Usaha Untuk Meruntuhkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia dan Netralitas ASEAN
Kita harus bedakan Cina Republik Kita dan Rakyat Cina. Pertumbuhan kekuatan ekonomi dan keuangan dari para taipan seberang laut (Overseas China) yang berkiblat pada Kapitalisme berbasis Korporasi, pada perkembangannya telah menjadi negara dalam negara. Dan berpotensi merusak kerjasama strategis RI-RRC maupun berbagai format baru kerjasama internasional RI-RRC-Rusia-India untuk menciptakan konfigurasi dan keseimbangan kekuatan baru di Asia Tenggara.

15-03-2016
Indonesia Harus Mendorong Terciptanya Keseimbangan Kekuatan Baru di Asia Tenggara Melalui KTT ASEAN-Rusia Mei 2016
Tentu saja kepastian mengenai kesediaan Presiden Jokowi untuk menghadiri KTT ASEAN-Rusia di Sochi, Rusia, pada Mei 2016 mendatang, diharapkan akan menjadi momentum semakin meningkatnya kerjasama strategis antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN dan Rusia. Apalagi KTT Mei mendatang didedikasikan untuk merayakan 20 tahun dialog kemitraan antara ASEAN dan Rusia. 

07-03-2016
Palestina
Palestina Memang Harus Jadi Negara Merdeka

Menyikapi KTT Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang berlangsung di Jakarta, Palestina saat ini memang sudah layak untuk merdeka berdiri sebagai negara sendiri. Bebas dari belenggu imperialisme Zionisme Israel.


04-03-2016
Arab Saudi-Turki-Qatar Tetap Berkeinginan Menggusur Bashar al Assad
Saya kira bukan hal yang aneh dan mengherankan jika Presiden Suriah Bashar al Assad mendesak Arab Saudi, Turki dan Qatar agar menghentikan dukungannya terhadap kelompok-kelompok teroris di Suriah, khususnya ISIS. Baik dalam bentuk bantuan dana maupun pelatihan kemiliteran. Juga sangat masuk akal ketika Assad menegaskan bahwa penghentian bantuan terhadap sejumlah kelompok teroris tersebut, akan membuka peluang ke arah gencatan senjata di Suriah. 



PREVIOUS   1234567891011   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea

Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points

Tiga Negara Ajukan Pertemuan Darurat untuk Bahas Rudal Balistik Korut

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Benarkah Kebebasan Pers Makin Memburuk?

Menyimak Konflik Sosial di Indonesia

Menjaga dan Merawat Kerukunan Beragama di Papua

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »