» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Analisis
18-07-2016
Membaca Di Balik Kudeta Militer Turki Jumat Lalu
Yang sering orang lupa, membaca keberhasilan atau kegagalan sebuah kudeta militer, tidak bisa diukur dari apakah militer berhasil merebut kekuasaan. Dalam kasus Turki saja, ada dua model kudeta yang kalau kita baca benar benar Sejarah Turki. Kudeta 1908 yang dimotori oleh kelompok-kelompok Turki Muda atau Young Turk, dan kudeta militer yang dimotori oleh Jenderal Mustapa Kemal Ataturk pada 1922.

14-07-2016
Standar Ganda Kebijakan HAM AS di Pelbagai Belahan Dunia, Selayang Pandang
Serangkaian kebijakan luar negeri AS di Dunia Ketiga, secara konsisten telah menentang demokrasi dan penegakan HAM bilamana hasilnya tak dapat dikontrol. Sebuah kajian atas sistem inter-Amerika yang dipublikasikan oleh Royal Institute of International Affairs di London menyimpulkan: 
“Bahwa , ketika di atas permukaan AS berperan dalam demokrasi, nyatanya komitmen mereka sesungguhnya adalah pada ‘perusahaan kapitalis dan swasta.’ Ketika hak-hak investor terancam, demokrasi dan HAM harus dienyahkan, sebaliknya, selama hak-hak ini dilindungi, bahkan para pembunuh dan penyiksa akan tetap aman sentosa.”

12-07-2016
Mencari Solusi Damai Korea Selatan-Korea Utara Diilhami oleh Dasa Sila Bandung 1955
Faktor pemantik ketegangan antara Korea Utara versus Korea Selatan yang menyeret campur-tangan Amerika Serikat adalah tenggelamnya kapal perang Cheonan milik Korea Selatan. Begitupun, insiden tersebut hanya sekadar triggering factor bagi Amerika Serikat untuk menekan secara lebih keras seraya memojokkan Korea Utara. 

29-06-2016
Meneropong “Kebijakan Standar Ganda” Amerika Serikat (Studi Perbandingan Papua-Indonesia dan Ukraina terkait Pelanggaran Hak-Hak Asasi Manusia)
Membongkar Fondasi Strategi Global Amerika Serikat
 
Kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) terkait isu Hak-Hak Asasi Manusia terhadap negara-negara asing sangat diwarnai oleh hasrat tersembunyinya untuk memainkan perannya sebagai kekuatan global dan negara adikuasa baru, menyusul berakhirnya Perang Dunia II. Potensi AS untuk menggantikan kedudukan Inggris sebagai negara adikuasa baru sebenarnya sudah terlihat sebelum meletusnya Perang Dunia II. Selain sudah muncul sebagai sebuah negara industri paling maju di dunia, secara harfiah AS menguasai 50 persen kekayaan dunia dan mengontrol kedua sisi dari dua samudra. Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik. 

29-06-2016
"Sebuah Pelajaran dari British Exit"
DUNIA dikagetkan oleh keluarnya British dari Uni Eropa (Brexit), padahal kejadian itu telah diperkirakan sebelumnya oleh banyak pihak bahwa sesungguhnya Inggris sejak awal tidak bersungguh sungguh bergabung dengan Uni Eropa, buktinya Inggris tidak pernah mau meninggalkan Poundsterling dan tidak mau menerima Euro sebagai mata uang mereka.

27-06-2016
Bagaimana Kita Memaknai Keluarnya Inggris dari Keanggotaan Uni Eropa?

Sekutu sejati mungkin istilah yang lebih pas untuk menggambarkan hubungan bersejarah dan tradisional antara Inggris dan Amerika Serikat. Justru lepasnya Inggris dari Uni Eropa, semakin memperjelas tekad kedua negara Anglo Saxon tersebut untuk back to basic.


16-06-2016
Saatnya Indonesia Bangun Kerjasama Strategis Dengan Uni Ekonomi Euroasia (UEE) Di Luar Skema TPP Amerika Serikat maupun RCEP Cina
Di tengah semakin menajamnya persaingan global Amerika Serikat (AS) versus Republik Rakyat Cina (RRC) di Asia Tenggara, utamanya Indonesia, maka gagasan membangun kerjasama strategis ASEAN-UEE nampaknya perlu dipertimbangkan sebagai alternatif agar Indonesia keluar dari jebakan perebutan pengaruh kedua negara adikuasa tersebut. Melalui skema baru kerjasama ekonomi dengan UEE, Indonesia dan ASEAN akan mendapatkan keuntungan strategis dalam dua hal. Pertama, kemunculan Rusia sebagai pemain baru dalam percaturan ekonomi dan perdagangan di Asia Tenggara. Kedua, melalui skema UEE Indonesia dan ASEAN akan memperluas lingkup kerjasama ekonomi dan perdagangannya tidak saja dengan Rusia, melainkan dengan beberapa negara yang berada di kawasan Asia Tengah lainnya. 

14-06-2016
Presiden Jokowi Perlu Menyadari Betapa Berbahayanya Indonesia Bergabung Dalam Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP)
Dalam kancah persaingan global di ranah ekonomi di kawasan Asia Pasifik dewasa ini, praktis dikuasai oleh tiga negara adikuasa di bidang ekonomi: Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina dan Jepang. Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang mana Jepang termasuk mata-rantai blok barat ini, terlihat secara terang-benderang bermaksud memaksakan terciptanya kutub tunggal/unipolar perekonomian dan perdagangan di Asia Pasifik, dengan memprakarsai terbentuknya Trans Pacific Partnership (TPP). Sehingga sudah saatnya pemerintah Indonesia menyadari betul implikasi dari persaingan global kedua negara adikuasa tersebut terhadap soliditas dan kekompakan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN. 

08-05-2016
Menelaah Kembali Kepentingan Rusia Bidang Energi di Kawasan Asia Tenggara

Konsentrasi politik luar negeri Federasi Rusia  menunjukkan bahwa kawasan Asia Tenggara, termasuk ASEAN masih menjadi prioritas kepentingan nasional Federasi Rusia, utamanya di bidang energi.


21-04-2016
Menelisik Sejarah Kebijakan Maritim Rusia (Menyongsong ASEAN-Russia Summit, di Sochi, Rusia, 18-20 Mei 2016)
Tidak lama lagi, Rusia akan menjadi negara tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara ASEAN-Rusia. Pertemuan pada tanggal 18-20 Mei di Sochi mendatang terasa spesial, karena bertepatan dengan 20 tahun usia kerja sama antar ASEAN sebagai  kekuatan besar regional di kawasan Asia Tenggara dan Rusia. 



PREVIOUS   1234567891011   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Mahasiswa Papua Minta Freeport Ditutup

Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »