» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Ekonomi dan Bisnis
20-09-2016
Ekspor Indonesia Masih Terus Turun dan Nilai Rupiah Turun terhadap Berbagai Mata Uang Asing
Sigid Kusumowidagdo, Human Captal Advisor di Bank Pundi Indonesia Tbk, kembali mengkritisi kinerja pemerintah dalam bidang ekonomi terkait data yang telah dikeluarkan ke Publik oleh Badan Pusat Statistik mengenai data ekspor.

13-09-2016
Oleh: Khoiron Mustafit *)
Indonesia Incorporation
Pada tahun 2014 lalu, Wiranto, yang kini menjabat menjadi Menkopolhukam, mengatakan bahwa Indonesia masih dijajah asing. Bidang-bidang seperti migas, gula, garam, susu, Indonesia masih bergantung kepada asing. Hal ini juga dinyatakan oleh Rizal Ramli saat masih menjabat menjadi Menko Kemaritiman. Menurutnya, di berbagai bidang, Indonesia masih dijajah asing. Prof Dr Pratikno, sebelum menjadi menteri, mengatakan bahwa hingga saat ini aset negara sekitar 70–80 persen telah dikuasi bangsa asing. Menurutnya, di bidang perbankan bangsa asing telah menguasai lebih dari 50 persen, di sektor migas dan batu bara asing menguasai antara 70-75 persen, telekomunikasi asing mengasai 70 persen, pertambambangan hasil emas dan tembaga asing menguasai 80-85 persen, sektor perkebunan dan pertanian asing menguasai 40 persen. Yang lebih ngeri lagi adalah informasi dari Aburizal Bakri; menurutnya In­donesia dengan segala sumber da­ya alam yang dimilikinya ter­nyata hanya dimiliki tidak lebih dari 0,18 persen dari total pen­du­duknya.

13-09-2016
Oleh Sigid Kusumowidagdo
RAPBNI 2017: Defisit akan Naik menjadi Rp 332,9 Triliun, Ditutup dengan Surat Utang Negara Rp 399 Triliun
Sigid Kusumowidagdo, Human Captal Advisor di Bank Pundi Indonesia Tbk, mengajak masyarakat dan juga organisasi-organisasi non pemerintah untuk ikut membahas dan memberi masukan-masukan terkait RAPBN 2017 yang saat ini sedang dibahas oleh DPR-Pemerintah. Sigid menyatakan bahwa anggaran negara yang ditetapkan nanti akan berdampak pada kehidupan rakyat.

09-09-2016
Oleh: Shofwan Al Banna Choiruzzad
G-20, MIKTA, dan Indonesia
Awal September ini, negara-negara G-20 berkumpul di Hangzhou, China. Dengan topik yang berfokus pada tiga area kerja sama utama, yaitu inovasi, revolusi industri baru, dan ekonomi digital.

09-09-2016
Jokowi dan PM Australia Bahas Tambahan Kuota Impor Sapi
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull membahas potensi tambahan kuota impor daging dari Negeri Kangguru dan peluang kerja sama pengembangbiakan sapi ternak di Indonesia. 

31-08-2016
Strategi 'Front-Loading', Utang Pemerintah menjadi Cepat Melambung

Banyak yang tidak mengira begitu cepatnya pemerintah Jokowi-JK menghadapai masalah utang yang melambung, dalam waktu kurang dari dua tahun sejak dilantik dan menimbulkan risiko krisis keuangan. Yang terbukti pemerintah sudah harus memotong anggaran sedikitnya Rp 133,8 trilyun pada anggaran 2016. Adakah sesuatu yang salah?


18-08-2016
Menanggapi Pembacaan Nota RAPBN 2017 : Mewujudkan Anggaran Negara yang Merdeka dan Berdaulat
Menjelang penetapan Pembacaan RAPBN 2017 saat ini, terdapat beberapa titik krusial akibat buruknya pengelolaan APBN 2015 dan 2016. Beberapa diantaranya sebagai berikut :

04-08-2016
Pasar Bebas Bukan Masalah Keimanan
Di grup WA/FB berseliweran tulisan yang tesis intinya "melawan pasar bebas dengan keimanan dan menjauhi kemalasan". Tadinya mau diam saja, tapi lama-lama yang ga tahan juga. Maaf kalau ada teman-teman yang tersinggung dengan tulisan ini. Tapi saya merasa perlu menyampaikan pendapat saya, kebetulan disertasi saya ya seputar masalah ini juga.

13-07-2016
AIIB, Bank Dunia Pinjami Indonesia US$ 433 Juta
Badan Direksi Bank Dunia dan Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) menyetujui untuk memberikan pendanaan sebesar US$ 433 juta atau masing-masing US$ 216,5 juta sebagai untuk perbaikan infrastruktur pemukiman kumuh di Indonesia. Skema pembiayaan bersama pertama antara kedua lembaga pembiayaan global ini diharapkan memberikan manfaat untuk masyarakat miskin di seluruh pelosok Indonesia.

11-07-2016
Kritik Terhadap Target Ambisius Pemerintah Jokowi dalam APBN-P 2016
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (ABNP-2016) sudah diketok palu. Pemerintah dan DPR menetapkan Pendapatan Negara dan Hibah dalam APBN-P tahun 2016 sebesar Rp1.786,2 Triliun dan Belanja Negara ditetapkan sebesar Rp 2.082,9 Triliun. Sementara target defisit anggaran dalam APBN–P tahun 2016 ditetapkan sebesar Rp296,7 Triliun (atau 2,35 persen terhadap PDB).



PREVIOUS   1234567   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Mahasiswa Papua Minta Freeport Ditutup

Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »