» Asia Pasifik dalam Pusaran Kekuatan-kekuatan Global » Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Hankam
26-08-2016
Strategi Pencegahan dan Penanganan Terorisme
Terorisme sebagai suatu aktifitas menggunakan kekerasan untuk menciptakan ketakutan kepada banyak orang demi tujuan tertentu seperti politik dan ideologi dapat terjadi di mana saja. Negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Perancis tidak luput dari aksi teror. 

23-08-2016
Kepala BNPT: Terorisme Butuh Penanganan Lintas Sektoral

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengajak kementerian dan lembaga negara bersinergi menanggulangi terorisme di Tanah Air.


18-08-2016
Stanislaus Riyanta *)
Fusi Informasi Intelijen untuk Memberantas Terorisme
Belum ada sebuah negara yang bisa bebas dari ancaman terorisme. Negara adidaya seperti Amerika Serikat dan negara besar lainnya seperti Perancis justru kerap menjadi sasaran terorisme. Terorisme terjadi lintas negara, melibatkan jaringan yang besar, hal ini yang membuat aksi teror tidak bisa dicegah dengan mudah.

11-08-2016
Testimoni Freddy Budiman Momentum Benahi Polri

Ketua Setara Institute Hendardi berharap kesaksian Freddy Budiman yang disampaikan Koordinator Kontras Haris Azhar menjadi momentum untuk evaluasi dan pembenahan Polri.


29-07-2016
Indonesia Beli Pesawat China Seharga 29,9 T
Sebanyak 30 unit pesawat jet komersial buatan China, ARJ-21, dikabarkan telah dibeli oleh sebuah maskapai Indonesia yang tidak disebutkan namanya. Pembelian pesawat bernilai US$ 2,3 miliar atau setara Rp 29,9 triliun (kurang lebih 1 triliun rupiah per unit) itu difasilitasi oleh perusahaan pembiayaan China Aircraft Leasing Group (CALC).

21-07-2016
Waspada! Aksi Teror di Perancis Menjadi Model di Indonesia
Perancis kembali berduka. Sebuah truk menabrak kerumunan orang di Promenade des Anglais, Nice, Kamis (14/7/2016) malam waktu setempat. Korban tewas tercatat 70 orang lebih dan puluhan lainnya dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis. Hasil temuan pejabat setempat menyebutkan bahwa di dalam truk tersebut terdapat banyak senjata api. Dapat dipastikan bahwa aksi ini adalah bentuk teror.

21-07-2016
Walau Santoso Tewas, Ancaman Teror Belum Tamat
Pimpinan Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso, diduga tewas dalam baku tembak antara satu kelompok teroris dengan Satgas Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah. Sebagai salah satu kelompok teroris paling dicari di Indonesia, informasi dugaan tewasnya Santoso cukup menyita perhatian publik. Santoso, alias Abu Wardah, diketahui sebagai tokoh yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi penyerangan dan terorisme di Poso. Selain di Poso, Santoso diduga memiliki kaitan dengan sejumlah aksi terorisme di Solo, Bogor, Depok, hingga Tambora.

16-07-2016
Tim Pengamat Indonesia IMT-5 Konga XXXIV-E Tiba di Manila

Tim Pengamat Indonesia IMT-5 (International Monitoring Team-5) Satgas Konga XXXIV-E di Filipina Selatan tahun 2016-2017, yang berjumlah 9 (sembilan) orang terdiri dari 5 (lima) orang Militer dari Mabes TNI dan 3 (tiga) orang Sipil dari Kemlu RI dibawah pimpinan Kolonel Czi Gemuruh Winardjatmiko, beberapa waktu lalu tiba di Manila, Filipina.


16-07-2016
Militer Indonesia dan Filipina Lakukan Pertemuan

Mencegah terjadinya kembali insiden perompakan bersenjata di laut dan penculikan di wilayah maritim, militer Indonesia dan Filipina telah lakukan pertemuan pada 12-14 Juli 2016. Delegasi TNI yang dipimpin oleh Asisten Operasi Panglima TNI dan Delegasi Filipina yang dipimpin oleh Asisten Operasi Angkatan Bersenjata Filipina


15-07-2016
Indonesia Mampu Menangkal Serangan ISIS
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan kemungkinan besar ISIS beralih strategi untuk melakukan teror kepada warga yang tidak berdosa, akibat kelompok ISIS kini mengalami banyak kekalahan di daerah timur tengah. ISIS telah mengalami banyak kekalahan dibanyak tempat di Irak dan Syiria. 30 persen wilayah yang diduduki berhasil direbut kembali oleh pasukan pemerintah dan sekutunya.



PREVIOUS   12345678   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Sekelumit tentang Sertifikasi Ulama

DK PBB Kutuk Serangan di Pasar Mogadishu

Unair Anugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa bagi Peraih Nobel

Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea

Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points

Tiga Negara Ajukan Pertemuan Darurat untuk Bahas Rudal Balistik Korut

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Benarkah Kebebasan Pers Makin Memburuk?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »