» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Hankam
16-05-2016
Jangan Titipkan Amanah Kepada Yang Tidak Profesional
Tulisan ini sebenarnya untuk merespons tulisan/artikel berjudul “Ketika PA Berubah Orientasi” yang ditulis Jasiran, anggota DPM Unsyiah dan Mahasiswa di Jurusan Sosiologi yang dimuat di www.acehtrend.co.
 
Inti tulisan Jasiran adalah pengakuan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia atas keistimewaan dan kekhususan daerah Aceh terakhir diberikan melalui Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Undang Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

04-05-2016
Akhir Petualangan Teroris Santoso
Santoso alias Abu Wardah, pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) menjadi the most wanted person oleh aparat keamanan Indonesia, dan masuk daftar teroris internasional (specially designated global terrorist/SDGT) yang dirilis Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat. Santoso bersumpah setia pada ISIS tahun 2014, dan diyakini bertanggungjawab atas sejumlah aksi perampokan, penculikan, pembunuhan, dan bom bunuh diri di sejumlah wilayah di Indonesia.  Menurut informasi yang berkembang, kelompok Santoso telah menjadi aktor utama dalam penembakan anggota Polri di kantor bank BCA Palu dan peledakan bom di Korowouw pada tahun 2011. Tahun 2012 kelompok Santoso bertanggungjawab atas tewasnya 2 anggota Polri, Andi Sapa dan Sudirman, aksi bom Pos Lantas Smaker, penyerangan patroli Brimob di Kalora, Mapolsek Posos Pesisir Utara, dan bom Pos Natal Pasar Sentral, Poso.

04-05-2016
ULMWP Tidak Mewakili Orang Papua
Kelompok-kelompok Pro Kemerdekaan Papua masih terus berjuang untuk dapat memisahkan diri dengan Indonesia dengan berbagai cara. Menjelang pertemuan para pemimpin Melanesian Spearhead Group (MSG) yang akan diselenggarakan pada tanggal 6 Mei 2016 di Port Vila, Vanuatu, kelompok tersebut akan mengajukan aplikasi agar United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dapat menjadi anggota penuh dalam MSG. 

21-04-2016
TNI Terima 2 Granat dari Masyarakat Papua

Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Lintas Udara 431/Satria Setia Perkasa (SSP) Maros, Sulawesi Selatan yang tengah melaksanakan tugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) di wilayah RI-PNG, menerima 2 (dua) buah Granat yang diperkirakan masih aktif dari masyarakat Kampung Kalibom, Papua.
 


17-04-2016
PPRC TNI Fokus Latihan Pembebasan Sandera

Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI fokus laksanakan latihan pembebasan sandera dengan skenario sasaran di darat bertempat di Mamburungan kota Tarakan Kalimantan Utara, Jum’at (15/4/2016).


17-04-2016
HUT ke-64 Kopassus
Panglima TNI: Kopassus Itu Ibarat Angin

Tugas Kopassus adalah berlatih dan berlatih untuk siap melaksanakan tugas-tugas khusus yang tidak boleh gagal.  Kopassus itu ibaratnya angin, bisa dirasakan sejuknya, bisa dirasakan panasnya tetapi tidak tahu bentuknya seperti apa. Demikian ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kepada awak media pada acara Peringatan HUT ke-64 Kopassus di Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (16/4/2016).


13-04-2016
Prajurit TNI di Afrika Bagikan 2.000 Baju Batik Untuk Warga Lokal

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Konga XXXVII-B/Minusca  (Multi Dimensional Integrated Stabilization Mission in The Central African Republic) dibawah pimpinan Letkol Czi Denden Sumarlin selaku Dansatgas Kizi TNI, selain bertugas sebagai pasukan perdamaian juga melaksanakan kegiatan Cimic (Civil Military Coordination) di Republik Afrika Tengah, Selasa (12/4/2016).


12-04-2016
Kasal Tinjau Kesiapan Pelaksanaan Komodo 2016

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi meninjau kesiapan pelaksanaan rangkaian kegiatan Komodo 2016, di Hotel Inna Muara, Padang, Sumatera Barat, Senin (11/4/2016). Peninjauan Kasal ini dilakukan menjelang Pembukaan “Komodo 2016” yang  rencananya akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo di Padang, Sumatera Barat pada Selasa (12/04/2016)


09-04-2016
TNI Tuan Rumah CISM Asia Meeting ke-4 di Bali

Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI) dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan CISM (Conseil International du Sport Militaire) Asia Meeting ke-4 tahun 2016. Perhelatan CISM Asia Meeting ke-4 ini akan dilaksanakan pada 10-15 April 2016 di Hotel Discovery Kartika Plaza Kuta Bali. Rencananya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo akan membuka acara tersebut pada 11 April 2016.
 


07-04-2016
Hikmah Kejayaan dan Keruntuhan Yunani bagi Indonesia
Sejarah membuktikan, masa kejayaan Yunani mencapai puncaknya di era Iskandar Zulkarnaen, putra Raja Philip dari Makedonia. Raja Makedonia, awalnya menduduki dan menaklukkan Yunani di tengah-tengah perseteruan tak kunjung usai antara Athena dan Sparta.
 
Uniknya Raja Philip dari Makedonia, ketika menaklukkan Yunani yang sedang terpecah-belah, bukan untuk menjarah sumber daya alamnya atau menghisap perekonomian Yunani. Melainkan karena cita-cita luhurnya untuk menyatukan seluas mungkin elemen-elemen bangsa yang yang ada di bumi Yunani. Karena Raja Philip punya sasaran pokok: Menaklukkan Persia.



PREVIOUS   12345678910   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Mahasiswa Papua Minta Freeport Ditutup

Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »