» Asia Pasifik dalam Pusaran Kekuatan-kekuatan Global » Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Hankam
23-03-2016
China Ngotot Tak Langgar Kedaulatan Indonesia
Pemerintah China melalui Kedutan Besar-nya di Jakarta menegaskan bahwa kapal nelayan mereka tidak melanggar wilayah kedaulatan Indonesia. Kapal dan delapan anak buah kapal (ABK) China ditangkap aparat keamanan Indonesia di perairan Natuna Sabtu pekan lalu karena mencuri ikan (illegal fishing). Penegasan itu disampaikan oleh Kuasa Usaha Kedutaan Besar China di Jakarta, Sun Wei Dei.

21-03-2016
Ini Kronologis Jatuhnya Helikopter TNI AD di Poso

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman membenarkan bahwa pada hari Minggu (20/3/2016) sekitar pukul 17.55 WITA telah terjadi musibah yaitu jatuhnya Helikopter milik TNI AD jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 yang sedang melaksanakan tugas operasi perbantuan kepada Polri di Poso Pesisir Selatan, Kab Poso Sulawesi Tengah.


18-03-2016
Pasukan Perdamaian PBB
Satgas Kizi TNI di Afrika Tengah Perbaiki Jalan Sepanjang 200 Kilometer

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Konga XXXVII-B/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) melakukan kegiatan perbaikan jalan MSR-1 (Main Support Road), akses utama menghubungkan Ibukota Central African Republic (CAR), Kota Bangui dengan Douala Camerun, sepanjang sekitar 200 Km.


07-03-2016
Cina
Tiongkok akan Meningkatkan Pengeluaran Militernya

Pemerintah  Tiongkok pada Sabtu (5/3/2015) mengeluarkan kebijakan baru, akan meningkatkan pengeluaran militer sebesar 7,6 persen pada tahun ini. Kebijakan ini keluar disaat saat meningkatnya kekhawatiran atas keinginan Tiongkok dalam sejumlah perselisihan teritorial seperti di Laut Cina Timur dan Selatan.


26-02-2016
Perang Narkoba dan Putusan Vonis Hakim

SEBANYAK 55 orang terpidana narkoba mendapat vonis hukuman mati sepanjang tahun 2015. Seluruh terpidana divonis mati karena memiliki peran krusial dalam kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia.


17-02-2016
Korsel dan AS Unjuk Kekuatan Militer di Semenanjung Korea

Korea Selatan dan Amerika Serikat unjuk kekuatan militer dengan menerbangkan empat jet tempur Stealth terbaru AS, F-22 di Semananjung Korea. Korsel bersama dengan 4 jet tempur milik AU Korsel, F-15K dan 4 jet tempur F-16 milik AS.


11-02-2016
Kebijakan Ekspedisi Militer di Papua Harus Ditafsir Secara Geopolitik
Mantan Menteri Pertahanan (Menhan), Leon Panetta penah menyatakan dalam pertemuan puncak Keamanan Asia diselenggarakan International Institute of Strategic Studies di Singapura, beliau mengatakan bahwa AS akan menempatkan 60% armada di Asia Pasifik. Hingga tahun 2020 nanti terus menambah armada dari pembagian yang semula 50-50 antara Pasifik dan Atlantik, akan menjadi 60 pasifik dan 40 Atlantik bagi kedua samudera.

11-02-2016
Bukan Dokumen BIN

Sebuah informasi telah diberitakan oleh media Fairfax di Australia  yang menyebutkan ada sebuah dokumen BIN yang bocor dan beredar di kalangan wartawan di Australia. Dokumen tersebut berisi informasi mendasar tentang sejumlah tokoh-tokoh yang dihargai di Papua terkait dengan kemampuan intelektual mereka dan juga kelemahan mereka seperti suka minuman keras, perempuan dan uang. Sejumlah nama disebut dalam dokumen tersebut antara lain Marcus Haluk (intelektuasl), Beny Dimara (tokoh masyarakat) dan Benny Giay (tokoh agama).


10-02-2016
Spesifikasi Pesawat Super Tucano yang Jatuh di Malang
Sebuah pesawat latih jatuh di Kecamatan Blimbing, Malang, Jawa Timur, pada Rabu (10/2/2016). Berdasarkan informasi yang diterima Tribunnews, pesawat yang jatuh adalah pesawat milik TNI-AU model Super Tucano dengan nomor ekor TT-3108.

09-02-2016
Selain Pikirkan Kesejahteraan Papua, Pemerintah Juga Rangkul OPM
Organisasi Papua Merdeka atau yang disingkat OPM merupakan organisasi yang didirikan pada tahun 1965 untuk menduduki pemerintahan di Provinsi Papua dan Papua Barat yang saat ini masih menjadi kedaulatan Indonesia. OPM melalui Tentara Pembebasan Nasional atau yang dikenal dengan TPN OPM selalu berusaha untuk memisahkan diri dengan Indonesia. Mereka menggunakan alasan bahwa pemerintah Indonesia telah gagal dalam melakukan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di Papua. Padahal, bila dilihat dari anggaran otsus yang terbesar yakni terdapat di Papua dan Papua Barat. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah untuk selalu meningkatkan kemajuan di Papua. 



PREVIOUS   1234567891011   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Sekelumit tentang Sertifikasi Ulama

DK PBB Kutuk Serangan di Pasar Mogadishu

Unair Anugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa bagi Peraih Nobel

Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea

Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points

Tiga Negara Ajukan Pertemuan Darurat untuk Bahas Rudal Balistik Korut

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Benarkah Kebebasan Pers Makin Memburuk?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »