» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Hankam
07-04-2016
Hikmah Kejayaan dan Keruntuhan Yunani bagi Indonesia
Sejarah membuktikan, masa kejayaan Yunani mencapai puncaknya di era Iskandar Zulkarnaen, putra Raja Philip dari Makedonia. Raja Makedonia, awalnya menduduki dan menaklukkan Yunani di tengah-tengah perseteruan tak kunjung usai antara Athena dan Sparta.
 
Uniknya Raja Philip dari Makedonia, ketika menaklukkan Yunani yang sedang terpecah-belah, bukan untuk menjarah sumber daya alamnya atau menghisap perekonomian Yunani. Melainkan karena cita-cita luhurnya untuk menyatukan seluas mungkin elemen-elemen bangsa yang yang ada di bumi Yunani. Karena Raja Philip punya sasaran pokok: Menaklukkan Persia.

30-03-2016
Korea Selatan
Militer Korsel Umumkan Rencana Pertahanan Jangka Menengah

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengumumkan rencana pertahanan jangka menengah mulai tahun 2017 hingga 2021. Selain itu Korsel juga menetapkan anggaran pertahanan selama 5 tahun sebesar 226 triliun 500 miliar won.


28-03-2016
Menteri Susi, Retno Marsudi, dan Krisis Laut Cina Selatan
Baru-baru ini, Sabtu 19 Maret 2016, aparat Indonesia menangkap kapal KW Kway Fey 10078 milik Tiongkok. Hal ini memicu protes pihak Tiongkok yang menyatakan bahwa penangkapan tersebut terjadi di wilayah laut mereka. Klaim sepihak itu sangat disesalkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

28-03-2016
TNI Tambahkan Kekuatan Perang di Natuna
KRI Lemadang 632 disiagakan di dermaga Pangkalan Paling utama TNI AL ‎ (Lantamal) XII Pontianak. Kapal patroli type kapal cepat ini ‎berada di Pontianak mulai sejak tiga hari kemarin.

23-03-2016
China Ngotot Tak Langgar Kedaulatan Indonesia
Pemerintah China melalui Kedutan Besar-nya di Jakarta menegaskan bahwa kapal nelayan mereka tidak melanggar wilayah kedaulatan Indonesia. Kapal dan delapan anak buah kapal (ABK) China ditangkap aparat keamanan Indonesia di perairan Natuna Sabtu pekan lalu karena mencuri ikan (illegal fishing). Penegasan itu disampaikan oleh Kuasa Usaha Kedutaan Besar China di Jakarta, Sun Wei Dei.

21-03-2016
Ini Kronologis Jatuhnya Helikopter TNI AD di Poso

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman membenarkan bahwa pada hari Minggu (20/3/2016) sekitar pukul 17.55 WITA telah terjadi musibah yaitu jatuhnya Helikopter milik TNI AD jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 yang sedang melaksanakan tugas operasi perbantuan kepada Polri di Poso Pesisir Selatan, Kab Poso Sulawesi Tengah.


18-03-2016
Pasukan Perdamaian PBB
Satgas Kizi TNI di Afrika Tengah Perbaiki Jalan Sepanjang 200 Kilometer

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Konga XXXVII-B/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) melakukan kegiatan perbaikan jalan MSR-1 (Main Support Road), akses utama menghubungkan Ibukota Central African Republic (CAR), Kota Bangui dengan Douala Camerun, sepanjang sekitar 200 Km.


07-03-2016
Cina
Tiongkok akan Meningkatkan Pengeluaran Militernya

Pemerintah  Tiongkok pada Sabtu (5/3/2015) mengeluarkan kebijakan baru, akan meningkatkan pengeluaran militer sebesar 7,6 persen pada tahun ini. Kebijakan ini keluar disaat saat meningkatnya kekhawatiran atas keinginan Tiongkok dalam sejumlah perselisihan teritorial seperti di Laut Cina Timur dan Selatan.


26-02-2016
Perang Narkoba dan Putusan Vonis Hakim

SEBANYAK 55 orang terpidana narkoba mendapat vonis hukuman mati sepanjang tahun 2015. Seluruh terpidana divonis mati karena memiliki peran krusial dalam kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia.


17-02-2016
Korsel dan AS Unjuk Kekuatan Militer di Semenanjung Korea

Korea Selatan dan Amerika Serikat unjuk kekuatan militer dengan menerbangkan empat jet tempur Stealth terbaru AS, F-22 di Semananjung Korea. Korsel bersama dengan 4 jet tempur milik AU Korsel, F-15K dan 4 jet tempur F-16 milik AS.




PREVIOUS   1234567891011   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Pembentukan Citra Negatif Indonesia di Luar Negeri

Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »