» Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan » Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Sosial Budaya
26-08-2016
Oleh : Tarli Nugroho
Chairul Saleh
Di tengah kemacetan, beruntunglah tadi sempat membawa buku ini. Daripada mengeluhkan macet, lebih baik membaca bukan?!
 
Ada sejumlah fragmen menarik dalam buku ini, meskipun sayang kiprah Chairul sewaktu menjadi Menteri Pertambangan pada masa nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing minim sekali diulas. Salah satu yang menarik adalah kisah tentang lahirnya Deklarasi Juanda.

12-08-2016
Perempuan Israel
Seorang profesor perempuan Israel bernama Nurit Peled Elhanan aktif menyuarakan penghentian pendudukan Palestina sejak putrinya, Smadar, 13 tahun, tewas akibat bom bunuh diri di Jerusalem, September 1997. Alih-alih membenci orang Palestina, justru muncul kesadaran dalam diri Elhanan, bahwa berbagai kekerasan yang terjadi di Palestina-Israel bersumber dari pendudukan dan kebrutalan militer Zionis sendiri.

08-08-2016
Melawan Budaya Postmodernisme
Masyarakat Posmodernisme, sebenarnya merupakan kesinambungan dari tahapan mutakhir dari kapitalisme. Jadi semacam kapitalisme gelombang ketiga begitu deh. Dalam masyarakat kapitalisme pasar, budaya yang mendominasi adalah realisme.

05-08-2016
Mendikbud Tolak Permintaan Turki Tutup Sembilan Sekolah di Indonesia

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menolak permintaan Pemerintah Turki agar Indonesia menutup sembilan sekolah yang diduga terkait Fethullan Gulen.


25-06-2016
'Indonesia Butuh Kedaulatan Cyber untuk Bendung Radikalisme'

Internet menjadi pintu utama bagi banyak informasi termasuk paham radikal. Indonesia harus punya kedaulatan cyber terlebih dahulu, sehingga arus informasi termasuk paham radikal bisa dikontrol dengan standar negara demokratis namun mengutamakan kepentingan nasional.


25-06-2016
Hapus Diskriminasi!

Catatan sejarah membuktikan bahwa hubungan antara bangsa Indonesia pribumi dan bangsa nonpribumi, khususnya Cina, selalu menyimpan persoalan bak api dalam sekam. Sebagai bangsa yang ber-Pancasila, kita bersepakat: hilangkan diskriminasi! Tetapi, untuk itu tentu ada prasyarat yang harus terpenuhi.


24-06-2016
Ejaan dan Strategi Pengembangan Bahasa Jawa
Upaya pelestarian dan pengembangan bahasa Jawa, seperti halnya upaya pelestarian dan pengembangan bahasa-bahasa daerah lain yang ada di Indonesia, mesti dimaknai sebagai upaya menjaga dan merayakan keanekaragaman yang pada akhirnya bermuara pada: demi kejayaan Indonesia yang bhinneka tunggal ika, bukannya sebagai menambah potensi keberjarakan antara satu etnis dan etnis lain. UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan pun telah memberikan ruang yang cukup untuk upaya-upaya itu. 
 

18-06-2016
Seri Sejarah
Mempertimbangkan Sejarah (Bagian 2)

Sesampai di Nusantara, Baron van der Capellen segera jatuh cinta kepada alam lingkungan dan kedahsyatan kemungkinan-kemungkinan yang bisa ia usahakan untuk melampiaskan bakat-bakat kenegaraannya. Ia melihat bahwa kehidupan berbangsa sudah sangat maju.


17-06-2016
Renungan Jelang Sahur

Negeri dan bangsa ini, jika masih ingin meraih kejayaan sebagaimana keemasan leluhurnya dulu, maka butuh rekontruksi total. Kenapa? Karena SISTEM yang terlanjur terbangun justru menggiring kekayaan negara ini ke luar, hanya dinikmati segelintir orang. Ini yang kini tengah berlangsung masiv namun mayoritas bangsa ini tak menyadari karena digaduhkan/dialihkan oleh isu-isu kulit, atributif, dll di tataran hilir.


16-06-2016
Mempertimbangkan Sejarah (Bagian 1)

Eropa itu terbentuk oleh kiprahnya raja-raja yang saling berebut kekuasaan dan membentuk kerajaan-kerajaan. “The making of Europe is the making of Kings”. Begitu kata orang. Pembentukan bangsa-bangsa tidak lancar karena terhalang oleh perebutan wilayah diantara dinasti raja-raja.




PREVIOUS   12345678   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »