» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Sosial Budaya
16-02-2016
Bahayanya Sindrom "Efek Lemming" Dalam Masyarakat Kita
Buat para pembaca surat kabar, pemirsa tv, maupun pendengar radio, sebaiknya mewaspadai kemungkinan jadi korban dari pengaruh psikologis yang dikenal sebagai "Efek Lemming."

15-02-2016
Membaca Teks Peradaban Besar Bangsa Nusantara (Bagian 4/Selesai)
5. Meruntuhkan Teori Klasik Cinaisasi dan Indianisasi
 
Selama ini para ahli telah lalai beranggapan bahwa budaya Asia Tenggara hanyalah cabang sekunder dari peradaban Asia daratan di Cina dan India. Pandangan yang cenderung meremehkan data-data kuno itu tentu secara tidak langsung telah menghilangkan khazanah kesejarahan suatu bangsa besar yang selama ini ditenggelamkan oleh feodalisme akademik.  

15-02-2016
Membaca Teks Peradaban Besar Bangsa Nusantara (Bagian 3)
4. Persebaran Budaya Nusantara di Afrika, Benua, Australia, Amerika, Arab, Vietnam dan Cina
 
Dalam cacatan Reid (2008), Oppenheimer (2010) yang diulas dari sumber data yang berlimpah sepakat menyebutkan bagaimana kapal-kapal bercadik orang-orang Nusantara dengan ilmu navigasi12 yang canggih dan didukung oleh tubuh yang kuat dengan perawakan langsing berisi dengan tatapan mata tajam, mereka orang-orang Nusantara tegar melawan badai dan ombak besar berlayar mengarungi ribuan mil samudera sehingga sampai menyentuh dan menjadi pemberi pengaruh primer dalam kebudayaan afrika yang dapat dilihat pada masa kini. Reid menyebutkan bahwa persebaran budaya tangible Nusantara terlihat dari penggunaan bahasa bantu yang  telah mencapai wilayah afrika Timur, Tengah, dan Selatan seperti di Kamerun, Mozambik, Uganda, Sudan Selatan, Somalia, Burundi, Kongo, Angola, Tanzania, Oman, Republik Afrika Tengah dan Afrika Selatan. Walaupun antara Reid dan Oppenheimer tidak bersintesis dalam penelitiannya terkait dengan bahasa Bantu tersebut namun keduanya menyepakati bahwa  bahasa bantu memiliki tipe bahasa aglutinatif sebagaimana bahasa-bahasa Nusantara, dimana bahasa tersebut berdiaspora secara masif sejak ribuan tahun yang lalu di Horn of Afrika

14-02-2016
Membaca Teks Peradaban Besar Bangsa Nusantara (Bagian 2)
2. Asal Bangsa Nusantara 
 
Terkait dengan tanah asal bangsa Nusantara terdapat beberapa pandangan atau perspektif dari berbagai kajian keilmuan. Beberapa pandangan tersebut berasal dari kajian linguistik, antropologi, arkeologi dan genetika atau bahkan pandangan gabungan dari dua kajian keilmuan seperti kajian antropolinguistik, genolinguistik, linguistik historis komparatif dll. 

14-02-2016
Peradaban Nusantara
Membaca Teks Peradaban Besar Bangsa Nusantara (Bagian 1)

Bangsa Nusantara adalah sebuah entitas sebuah bangsa besar yang telah eksis sejak puluhan ribu tahun yang lalu. Berdiam di sebuah wilayah yang dikenal dengan berbagai sebutan antara lain: Nusantara, Melayu, Austronesia/Polynesia. Bangsa Nusantara  dikenal sebagai pelaut tangguh dengan keahlian navigasi yang baik dan didukung oleh teknologi kapal yang canggih sehingga mampu menyentuh sebagian besar tanah Afrika, Amerika dan benua Oseania asumsi ini  didasarkan pada temuan unsur kesamaan bahasa bertipe aglutinatif yang tersebar di benua-benua tersebut. 

Kritik pedas datang dari Oppenheimer (2010) terkait subordinasi Nusantara oleh Cina dan India, ia menilai bahwa para ahli selama ini telah lalai menganggap bahwa budaya Asia Tenggara hanyalah cabang sekunder dari peradaban Asia daratan di Cina dan India. Pandangan yang cenderung meremehkan data-data kuno itu tentu telah menghilangkan khazanah kesejarahan suatu bangsa besar yang selama ini ditenggelamkan oleh feodalisme akademik.  


09-02-2016
Penghargaan Rakyat Rusia atas Sejarah
Sebuah majalah perjalanan Traveller, edisi Januari 2016 menarik perhatian saya. Cover majalah tersebut berjudul "Moskow Kini", menginspirasi saya untuk menulis perjalanan saya ke negara yang diberi julukan berbagai nama, Beruang Merah dan Tirai Besi. 

02-02-2016
Gerakan Kembali ke UUD 1945 Seraya Menghidupkan Kembali Filsafat Pancasila (Mengapresiasi Terbitnya buku Karya Prof Dr Kaelan, Liberalisasi Ideologi Negara Pancasila)
Penulis Swedia Juri Lina dalam bukunya Architects of Deception the Concealed History of Freemasonry berpandangan bahwa ada tiga cara untuk melemahkan dan menjajah suatu negeri: 
  1. Kaburkan Sejarahnya. 
  2. Hancurkan bukti-bukti sejarahnya agar tak bisa dibuktikan kebenarannya. 
  3. Putuskan hubungan mereka dengan leluhurnya, katakan bahwa leluhurnya itu bodoh dan primitif. 
 
Ironisnya, seperti diutarakan oleh Profesor. Dr. Kaelan, M.S, dalam bukunya bertajuk Liberalisasi Ideologi Negara Pancasila, Guru Besar Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada itu menulis bahwa justru Bangsa Indonesia merupakan satu-satunya bangsa di dunia yang telah mengubur jatidirinya dalam-dalam. 

02-02-2016
Membangun Mental Lewat Sekolah
Revolusi mental merupakan sebuah gagasan lama yang digunakan kembali oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo. Sebelumnya, gagasan revolusi mental sudah pernah digunakan oleh Presiden pertama RI Ir. Soekarno. Pada masa itu, revolusi mental berarti satu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala. Gagasan ini dikeluarkan oleh Presiden Soekarno ketika revolusi nasional sedang berhenti, sekitar tahun 1957.

25-01-2016
Anatomi Geopolitik Papua
Secara tak sengaja, saya menemukan sebuah buku menarik karya Dr Bernarda Meteray, bertajuk Nasionalisme Ganda Orang Papua. Buku terbitan tahun 2012 ini mulanya merupakan disertasi S-3 penulis yang aslinya berjudul Penyemaian Dua Nasionalisme; Papua dan Indonesia di Nederlands Nieuw Guinea pada Masa Pemerintahan Belanda 1925-1962. 

23-01-2016
Menristekdikti: Kuliah S2 Kini Cukup dengan 36 SKS

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir menyatakan program pendidikan strata dua (S2) sekarang ini hanya cukup ditempuh dengan 36 SKS (Satuan Kredit Semester).




PREVIOUS   12345678910   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »