» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Sosial Budaya
07-01-2016
Rekam Jejak Dr Soedjatmoko
Membaca Ulang Gagasan-Gagasan Segar Dr Soedjatmoko Tentang Ketidakadilan Tata Dunia Internasional
Rekam Jejak Dr Soedjatmoko Sebagai Diplomat Intelektual
 
Di era 1980-an, era ketika saya masih jadi mahasiswa, Dr Soedjatmoko punya reputasi luas sebagai seorang cendekiawan yang mana karya tulisnya tersebar di berbagai media massa dalam dan luar negeri. Sedemikian rupa minat perhatiannya yang begitu luas dalam bidang kebudayaan, sehingga pria kelahiran Sawahlunto 10 Januari 1922 itu diakui secara luas sebagai budayawan. 

06-01-2016
Memprediksi Kondisi Sosbud 2016, Apa yang Harus Direspon Jokowi ?
Berbicara tentang aspek sosial budaya dalam kajian-kajian strategis akhir-akhir ini menjadi sangat penting karena beragam permasalahan di bidang sosial budaya yang dapat mengancam keamanan nasional. Beragam permasalahan sosial budaya yang terpotret selama tahun 2015, diestimasikan juga masih akan terjadi pada tahun 2016. Pertanyaan mendasarnya adalah apakah yang harus direspons oleh pemerintahan saat ini ?

05-01-2016
Mengenang Komunitas Mahasiswa Prapatan-10 Penggerak Denyut Nadi Revolusi Kemerdekaan Indonesia
Siapa sangka, jika sebuah gedung yang berlokasi di jalan Prapatan No 10, yang terletak dekat pasar Senen pada Jalan kembar Prapatan Kwitang, pernah mengukir sejarah sebagai tempat penggemblengan para pemuda-mahasiswa yang membidani lahirnya para pemimpin bangsa yang kelak dikenal sebagai Angkatan 45. Para pemuda-mahasiswa inilah yang mendesak Sukarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. 

19-12-2015
Agresi Militer Belanda 2
Menguggat Serangan Kepada Bangsa yang Berdaulat

Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaan tepat pada 17 Agustus 1945. Sejak hari bersejarah itu, jajaran kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke telah sah menjadi Negara berdaulat bernama Indonesia. Lebih dari 17 ribu pulau telah bersatu menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sejak saat itu, tak ada lagi satu bentuk penjajahan apapun yang diperkenankan menginjak harga diri sebuah bangsa yang berdaulat. Namun Belanda melancarkan serangan militernya  ke negeri yang sudah berdaulat ini?


02-12-2015
Negeri Bijak Indonesia Jaya

Guruku pernah bercerita tentang pengelompokan negara-negara di dunia. Ada negara Teknologi. Ada negara Keyakinan. Ada pula yang disebut negara Bijak atau negeri Filsafat katanya.

Inilah sekilas pituturnya pada suatu ketika.


19-11-2015
Serangan 6 Jam di Yogyakarta Yang Membuka Mata Dunia
Saya suka menulis. Menulis apa saja yang terlintas di pikiran. Tidak melulu tentang cinta pastinya. Benar-benar apa saja, bahkan terkadang hal sepele sekalipun saya tulis. Salah satu yang saya suka adalah menulis sejarah. Tidak mudah menuliskannya, karena terlebih dulu saya harus membaca banyak buku dan informasi yang bertebaran untuk kemudian merangkumnya menjadi satu.

13-11-2015
Berita Media Massa dan Semangat Bertempur Kelompok Teror
Pemberitaan yang dilakukan oleh media massa menyangkut tentang berita terorisme merupakan sebuah pemberitaan yang sarat akan muatan-muatan yang berbau politik, kekerasan, kekuasaan, dan materi berupa uang. Hal ini tentunya mengundang perhatian dari publik, dimana secara tidak langsung suatu kegiatan terorisme pasti menyangkut tentang keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan orang banyak (khalayak). Menanggapi hal ini media tentunya bisa membaca situasi tentang apa yang khalayak ingin ketahui. Keterkaitan antara media dengan terorisme sarat akan aspek bisnis, dimana melalui pemberitaanya tentang masalah terorisme di media akan mendapat perhatian utama dari khalayak karena menyangkut keselamatan, keamanan dan kesejahteraan khalayak. Namun, ada kemungkinan juga komunitas jurnalis kurang menyadari bahwa pemberitaannya telah “menjaga” semangat bertempur dan eksistensi kelompok teror.

02-11-2015
Jokowi, Orang Rimba, dan Kekerasan Kultural
Dengan menggunakan helikopter TNI AU, Presiden Jokowi menemui Suku Anak Dalam di Sorolangun, Jambi pada 30 Oktober 2015. Di tengah tragedi asap, menemui kelompok masyarakat adat secara langsung seperti yang dilakukan Jokowi ini adalah langkah yang positif. Gestur Jokowi ini bisa dibaca sebagai bentuk pengakuan terhadap Suku Anak Dalam sebagai warga negara yang haknya juga patut mendapat perhatian.

19-10-2015
Mengenang DR. Ali Syariati
Lagi asyik baca bukunya Ali Syariati berjudul Membangun Masa Depan Islam. Yang menarik minat saya adalah konsepnya tentang orang-orang yang tercerahkan. Orang-orang jenis ini, belum tentu seorang pakar, ilmuwan atau seniman/budayawan. Orang-orang biasa pun bisa masuk kategori orang-orang yang tercerahkan.

16-10-2015
Syech Abdurrauf dan Geo-Budaya Singkil

Sungguh ironis, toleransi beragama justru dihancurkan di tanah kelahiran seorang sufi besar Islam asal Singkil, ABDURRAUF BIN ALI AL JAWI AL FANSURI atau dikenal dengan Syiah Kuala.




PREVIOUS   1234567891011   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »