» Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Isu Hangat
11-12-2016
Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Kolonel Oktaheroe Ramsi, Analis Madya bidang Multilateral Direktorat Jenderal Kerjasama Internasional Kementerian Pertahanan RI (Mewakili Brigjen Sunaryo, Direktur  Kerjasama Internasional, Kementerian Pertahanan RI).

Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN KEMBALI POLITIK LUAR NEGERI RI YANG BEBAS DAN AKTIF", yang diselenggarakan oleh Global Future Institute (GFI) bekerjasama dengan para mahasiswa Fakultas Ilmu Hubungan Internasional Universitas Nasional yang tergabung dalam Vox Muda, Senin 5 Desember 2016, di Jakarta.


11-12-2016
Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Desmond Satria Andrian, Pengkaji Politik Luar Negeri RI terkait Hubungam Indonesia Afrika, dan Mahasiswa Program Studi S-2 Universitas Parahiyangan.

Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN KEMBALI POLITIK LUAR NEGERI RI YANG BEBAS DAN AKTIF", yang diselenggarakan oleh Global Future Institute (GFI) bekerjasama dengan para mahasiswa Fakultas Ilmu Hubungan Internasional Universitas Nasional yang tergabung dalam Vox Muda, Senin 5 Desember 2016, di Jakarta.


11-12-2016
Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif
Nurachman Oerip, mantan Duta Besar RI untuk Kamboja dan Wakil Duta Besar di Rusia
 
Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN KEMBALI POLITIK LUAR NEGERI RI YANG BEBAS DAN AKTIF", yang diselenggarakan oleh Global Future Institute (GFI) bekerjasama dengan para mahasiswa Fakultas Ilmu Hubungan Internasional Universitas Nasional yang tergabung dalam Vox Muda, Senin 5 Desember 2016, di Jakarta.

11-12-2016
Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Fariz Rifqi Ihsan, Komite Politik Dan Keamanan Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia.

Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN KEMBALI POLITIK LUAR NEGERI RI YANG BEBAS DAN AKTIF", yang diselenggarakan oleh Global Future Institute (GFI) bekerjasama dengan para mahasiswa Fakultas Ilmu Hubungan Internasional Universitas Nasional yang tergabung dalam Vox Muda, Senin 5 Desember 2016, di Jakarta.


11-12-2016
Gagasan Pembentukan ASEAN Maritime Community dan Perkuatan ASEAN dalam Manuver Politik Luar Negeri Indonesia

Rohman Wibowo dan Randy Adiwinata, Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Nasional yang tergabung dalam Vox Muda.

Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN KEMBALI POLITIK LUAR NEGERI RI YANG BEBAS DAN AKTIF", yang diselenggarakan oleh Global Future Institute (GFI) bekerjasama dengan para mahasiswa Fakultas Ilmu Hubungan Internasional Universitas Nasional yang tergabung dalam Vox Muda, Senin 5 Desember 2016, di Jakarta.


09-12-2016
Timbul Kesan Indonesia Belum Berani Keluar dari “Western Hemisphere" di Bidang Militer
Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN KEMBALI POLITIK LUAR NEGERI RI YANG BEBAS DAN AKTIF", yang diselenggarakan oleh Global Future Institute (GFI) bekerjasama dengan para mahasiswa Fakultas Ilmu Hubungan Internasional Universitas Nasional yang tergabung dalam Vox Muda, Senin 5 Desember 2016, di Jakarta.
 
Kebijakan luar merupakan instrumen yang dimiliki oleh pemerintah suatu negara berdaulat untuk menjalin hubungan dengan aktor-aktor lain dalam politik internasional guna mencapai tujuan nasionalnya. Secara politis, kebijakan luar negeri Indonesia berpedoman pada amanat konstitusi : “….dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial."

26-11-2016
Seminar Terbatas GFI dan Vox Muda (5 Desember 2016)
MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN KEMBALI POLITIK LUAR NEGERI RI YANG BEBAS DAN AKTIF

Term of Reference SEMINAR TERBATAS Seminar Terbatas Global Future Institute (GFI) dan Vox Muda (Komunitas Mahasiswa Universitas Nasional),  Senin 5 Desember 2016

 
Sebenarnya sejak 1972 Dr Daoed Joesoef, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan di era pemerintahan Suharto, yang juga dikenal sebagai budayawan yang punya wawasan dan pemahaman yang luas terhadap masalah-masalah internasional, pernah memprediksi bahwa akan terjadi  pergeseran percaturan politik internasional dari atlantik ke kawasan Asia.

24-11-2016
Seminar Terbatas GFI dan Vox Muda (5 Desember 2016)
MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN KEMBALI POLITIK LUAR NEGERI RI YANG BEBAS DAN AKTIF
TERM OF REFERENCE SEMINAR TERBATAS Seminar Terbatas 
Global Future Institute (GFI) 
dan Fox Muda (Komunitas Mahasiswa Universitas Nasional), 
Senin 5 Desember 2016
 
Sebenarnya sejak 1972 Dr Daoed Joesoef, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan di era pemerintahan Suharto, yang juga dikenal sebagai budayawan yang punya wawasan dan pemahaman yang luas terhadap masalah-masalah internasional, pernah memprediksi bahwa akan terjadi  pergeseran percaturan politik internasional dari atlantik ke kawasan Asia. 
TERM OF REFERENCE SEMINAR TERBATAS Seminar Terbatas 
Global Future Institute (GFI) 
dan Fox Muda (Komunitas Mahasiswa Universitas Nasional), 
Senin 5 Desember 2016
 
TEMA: MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN 
DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN KEMBALI POLITIK LUAR NEGERI RI YANG BEBAS DAN AKTIF
 
Jakarta, 5 Desember 2016
 
Sebenarnya sejak 1972 Dr Daoed Joesoef, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan di era pemerintahan Suharto, yang juga dikenal sebagai budayawan yang punya wawasan dan pemahaman yang luas terhadap masalah-masalah internasional, pernah memprediksi bahwa akan terjadi  pergeseran percaturan politik internasional dari atlantik ke kawasan Asia. 

17-11-2016
Manuver Militer Amerika Serikat di Semenanjung Korea Harus Ditangkal Sedini Mungkin Oleh Kementerian Luar Negeri dan “Pemangku Kepentingan” Politik-Keamanan RI

Salah satu cuplikan dari pidato Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI)  dalam  Pertemuan  para ahli bertema: Diplomasi Poros Maritim, Keamanan Maritim dalam Perspektif Luar Negeri. Kementerian Luar Negeri, pada 10 November 2016, di Hotel Salak Heritage, Bogor.


14-11-2016
Rencana AS Kembangkan ICBM di Korea Selatan Berpotensi Merusak Rencana Global Maritime Fulcrum (Poros Maritim Dunia) Presiden Jokowi

Untuk mengimbangi Rudal Balistik Antar-Benua (Intercontinental Balistic Missile atau ICBM) yang telah diluncurkan Korea Utara sekitaran beberapa waktu lalu, Amerika Serikat nampaknya berencana unbtuk mengembangkan ICBM di Korea Selatan, sekutu strategisnya di Semenanjung Korea sejak berakhirnya Perang Dunia II.




PREVIOUS   1234567   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik
Dalam berbagai kesempatan, pemerintahan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sudah sempat meminta maaf atas sepak-terjang tentara Jepang pada Perang Dunia II di beberapa negara eks koloninya ...

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Arsip
Dilihat Dari Gelagatnya, NATO Memang Ingin Agresi Militer ke Rusia

KPK Dalami Proses Penentuan Opini Kasus Kemendes-BPK

Anggaran Polri Naik di Masa Presiden Jokowi

Ketua OPEC Optimistis Stok Minyak Global Turun

Mengunjingkan Epistemologi Keraton

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »