» Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Isu Hangat
13-05-2016
Mengkapitalisasi Dialog Kemitraan ASEAN-RUSIA Untuk Kepentingan Nasional
Lingkungan Strategis
 
TANTANGAN GEO-EKONOMI GLOBAL
 
1. Proses pemulihan ekonomi global saat ini diperkirakan akan berlangsung moderat. (Pemulihan ekonomi AS berlangsung secara bertahap, kawasan Eropa diperkirakan akan tetap lemah dan rentan akibat masih tingginya tingkat utang dan fragmentasi keuangan. Sementara pertumbuhan ekonomi negara berkembang di kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara dan Asia Timur cukup tinggi).

13-05-2016
Penulis : Gusfiabri *)
Perlu Dijajaki Kerjasama Politik dengan Rusia untuk menjadi Penengah bagi Rivalitas Cina dan AS di ASEAN
Seperti yang sudah disebutkan tadi, bahwa Rusia sudah menjadi mitra yang cukup lama, 20 tahun. Tadi ada yang mengatakan ASEAN sudah solid, saya kurang setuju. Karena menurut saya ASEAN ini masih rapuh. Negara-negaranya masih saling bersengketa dalam perebutan batas wilayah, pulau dan sebagainya. Kalau bicara balancing power  atau penataan ekonomi itu kita berbicara mengenai ruang. Adakah ruang untuk Rusia bermanuver di Asia Tenggara? Terus terang, tidak mudah. Ketinggalannya dari faktor lain terlalu jauh. Secara politik dan ekonomi.

11-04-2016
Ada Usaha Untuk Meruntuhkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia dan Netralitas ASEAN
Kita harus bedakan Cina Republik Kita dan Rakyat Cina. Pertumbuhan kekuatan ekonomi dan keuangan dari para taipan seberang laut (Overseas China) yang berkiblat pada Kapitalisme berbasis Korporasi, pada perkembangannya telah menjadi negara dalam negara. Dan berpotensi merusak kerjasama strategis RI-RRC maupun berbagai format baru kerjasama internasional RI-RRC-Rusia-India untuk menciptakan konfigurasi dan keseimbangan kekuatan baru di Asia Tenggara.
 

04-03-2016
Dalam Soal Ianfu (Comfort Women), Korea Selatan Bukan Satu-satunya Korban Kejahatan Perang Jepang
Kurang begitu jelas apa yang ada dalam pertimbangan para perancang kebijakan strategis luar negeri Jepang, ketika pada 28 Desember 2015 lalu Pemerintah Jepang dan Korea Selatan bersepakat untuk menyelesaikan masalah Jugun Ianfu alias “para korban perbudakan seks” tentara Jepang di negara-negara jajahannya, yang dipaksa bekerja di rumah bordil Jepang selama berlangsungnya Perang Dunia II. Dan melalui Menteri Luar Negeri Fumio Kishida, Perdana Menteri Shinzo Abe menyampaikan permintaan maaf dan ungkapan penyesalan bagi para wanita Korea Selatan. 

19-02-2016
Blunder AS dalam Perang Suriah

Pengantar

Perkembangan terakhir di medan perang di Suriah menunjukkan bahwa pasukan pemerintah yang didukung oleh sejumlah milisi dan Angkatan Udara Rusia semakin menjepit posisi kelompok ISIS di Alepo. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa jalannya peperangan di bumi Syam itu mengalami perubahan signifikan menyusul gempuran AU Rusia terhadap sejumlah wilayah yang dikuasai ISIS. Kini, sebagian besar wilayah di negeri itu—yang sebelumnya diduduki oleh ISIS—telah jatuh ke tangan tentara pemerintah. Kelompok fundamentalis saat ini praktis tersudut di wilayah Alepo.


07-01-2016
Indonesia Harus Bisa Mencegah Terseretnya Negara-Negara OKI Dalam Proxy War Arab Saudi versus Iran
Pada 2016 ini, Organisasi Konferensi Islam (OKI) akan menggelar dua agenda penting. Pertama, Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara Islam di Istambul, Turki, Januari ini. Dan KTT untuk membahas masalah Palestina di Maroko pada Maret 2016 mendatang. Namun berita-berita seputar penyelenggaraan KTT OKI tersebut terkesan simpangsiur. Beberapa pemberitaan menginformasikan bahwa KTT OKI membahas soal Palestina akan diselenggarakan pada Januari 2016, adapun KTT Reguler OKI akan diselenggarakan pada April 206. 
 

06-01-2016
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
MEA: Peluang atau Ancaman?
Ibarat gelombang badai, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) adalah ombak kecil dari gelombang besar bertajuk globalisasi. Kesepakatan 10 negara ASEAN yang diteken di Bali pada tahun 2003 di era Bu Megawati berpilar pada 4 pendekatan strategis antara lain: 1) Pasar tunggal dan basis produksi; 2) Wilayah ekonomi berdaya saing tinggi; 3) Kawasan pembangunan ekonomi yang seimbang; dan 4) Menuju integrasi penuh dengan ekonomi global.

30-12-2015
Gaduh Freeport Indonesia
Rencana Mundurnya James “Bob” Moffet, Indikasi Adanya Strategi Freeport Ganti Aktor Baru Untuk Pertahankan Kesepakatan Lama
Bagaimana perkembangan Freeport McMoran menyusul gonjang-ganjing politik bocornya rekaman pertemuan antara Ketua DPR-RI Setya Novanto, Pengusaha M Riza Chalid dan Presdir Freeport Indonesia Ma’ruf Syamsuddin? Berita Senin (28/12/2015) lalu mewartakan bahwa Saham Freeport turun lebih dari 9 persen menjadi 6,86 dolar AS. Nampaknya ini merupakan perkembangan yang tidak menguntungkan bagi James Moffett, pendiri Freeport McMoran. Dan hanya sebatas memainkan peran sebagai konsultan untuk dewan yang mengarahkan fokus perusahaan dalam operasi bisnisnya di Indonesia.

18-12-2015
Mempertimbangkan Indonesia Sebagai “Sang Juru Damai” Konflik Suriah
Ketika pihak barat menuding bahwa yang dihantam dan digempur pasukan Rusia adalah basis-basis pertahanan kelompok oposisi anti Presiden Suriah Bashar al Assad dan bukan ditujukan kepada kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), sebenarnya pengamatan pihak Barat tersebut salah besar. Karena kelompok oposisi anti Assad yang didominasi oleh apa yang disebut “Jabhat al-Nusra”, sejatinya sama saja dengan ISIS. Bahkan boleh dikatakan, Jabhat al Nusra merupakan ISIS yang ada di Suriah. Seperti halnya Taliban di Afghanistan, al-Qaeda di Yaman, Boko Haram di Nigeria, al-Shabab di Somalia. Bahkan di Indonesia, menyebut diri sebagai Mujahidin Indonesia Timur (MIT). 

16-12-2015
Pada Hakekatnya Turki Merupakan Sekutu ISIS
Penembakan pesawat bomber Rusia oleh Angkatan udara Turki pada 24 November 2015 lalu telah membuka kotak pandora, betapa selama ini Turki memang mendukung secara aktif aksi-aksi teror yang dilakuken oleh kelompok yang menamakan dirinya Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kenyataan bahwa ISIS mampu memiliki peralatan militer dan para teknisi luar negeri dalam mengontrol sektor energi dan migas, telah mengungkap adanya persekongkolan antara pemerintah Turki pimpinan Presiden Erdogan dengan pihak ISIS baik di dalam bidang kemiliteran maupun energi dan migas. 



PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik
Dalam berbagai kesempatan, pemerintahan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sudah sempat meminta maaf atas sepak-terjang tentara Jepang pada Perang Dunia II di beberapa negara eks koloninya ...

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Arsip
Dilihat Dari Gelagatnya, NATO Memang Ingin Agresi Militer ke Rusia

KPK Dalami Proses Penentuan Opini Kasus Kemendes-BPK

Anggaran Polri Naik di Masa Presiden Jokowi

Ketua OPEC Optimistis Stok Minyak Global Turun

Mengunjingkan Epistemologi Keraton

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »