» Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina » Donald Trump Membuka Babak Baru Konflik AS-Tiongkok di Asia Tenggara dan Semenanjung Korea
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Isu Hangat
18-12-2015
Mempertimbangkan Indonesia Sebagai “Sang Juru Damai” Konflik Suriah
Ketika pihak barat menuding bahwa yang dihantam dan digempur pasukan Rusia adalah basis-basis pertahanan kelompok oposisi anti Presiden Suriah Bashar al Assad dan bukan ditujukan kepada kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), sebenarnya pengamatan pihak Barat tersebut salah besar. Karena kelompok oposisi anti Assad yang didominasi oleh apa yang disebut “Jabhat al-Nusra”, sejatinya sama saja dengan ISIS. Bahkan boleh dikatakan, Jabhat al Nusra merupakan ISIS yang ada di Suriah. Seperti halnya Taliban di Afghanistan, al-Qaeda di Yaman, Boko Haram di Nigeria, al-Shabab di Somalia. Bahkan di Indonesia, menyebut diri sebagai Mujahidin Indonesia Timur (MIT). 

16-12-2015
Pada Hakekatnya Turki Merupakan Sekutu ISIS
Penembakan pesawat bomber Rusia oleh Angkatan udara Turki pada 24 November 2015 lalu telah membuka kotak pandora, betapa selama ini Turki memang mendukung secara aktif aksi-aksi teror yang dilakuken oleh kelompok yang menamakan dirinya Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kenyataan bahwa ISIS mampu memiliki peralatan militer dan para teknisi luar negeri dalam mengontrol sektor energi dan migas, telah mengungkap adanya persekongkolan antara pemerintah Turki pimpinan Presiden Erdogan dengan pihak ISIS baik di dalam bidang kemiliteran maupun energi dan migas. 

14-11-2015
Presiden Jokowi Harus Fokuskan Sektor Maritim, Perdagangan dan Investasi di G-20
Indonesia, bersama Cina dan Rusia, harus galang kekuatan multilateral berdasarkan skema BRICS, untuk mencegah AS dan Uni Eropa menggunakan forum G-20 untuk memainkan kepentingan-kepentingan ekonomi politiknya. 

16-11-2015
Presiden Jokowi Harus Menyadari Betapa Berbahayanya Skema TPP Bagi Indonesia (Menyongsong KTT G-20 di Turki)
Ketika bertemu Presiden Barrack Obama, secara mengejutkan Presiden Jokowi isyaratkan bersedia bergabung dalam Kemitraan Lintas Pasifik atau Trans Pacific Partnership (TPP). Sebuah blok ekonomi baru di Asia Pasifik yang dimotori Amerika Serikat dan Jepang. 

02-11-2015
Kontra Skema Untuk Lumpuhkan Sistem Unipolar AS Dimulai Dari Suriah
Presiden Rusia Vladimir Putin secara cerdas dan imajinatif melancarkan kombinasi antara Perang Simetris (Militer) dan Perang Asimetris (Nir Militer) di Suriah, sebagai landasan awal menyusun aliansi strategis baru di Timur Tengah, seraya mematahkan sistem Unipolar AS yang dirancang sejak Pasca Perang Dingin, baik di Eropa maupun di berbagai kawasan lain. 

26-10-2015
Memudarnya Amerika Serikat Sebagai Polisi Dunia di Suriah, Momentum Rusia Sebagai Keseimbangan Baru di Timur Tengah
Keseimbangan baru sudah tercipta di Suriah, menyusul  manuver militer Rusia menggempur beberapa daerah yang diduga keras menjadi basis-basis militer ISIS. Apalagi dalam perkembangannya kemudian, peran aktif Rusia tersebut mendapat dukungan sepenuhnya dari Iran dan Irak. Menarik menyimak tajuk rencana harian Belanda de Volkskrant. De Volksrant menulis: 
“Kremlin memainkan langkah caturnya di Suriah, agar Barat dalam mencari solusi krisis tidak bisa lagi melangkahi Rusia. Di waktu belakangan ini terlihat jelas, militer pendukung Bashar al Assad semakin banyak kehilangan wilayah teritorialnya. Namun berkat dukungan Rusia, rezim di Damaskus kini kembali stabil. Dengan kehadiran angkatan udara Rusia, kini opsi untuk memaksa larangan terbang angkatan udara Assad juga tidak akan sukses.”

03-10-2015
Mengembalikan Regionalisme ASEAN Sebagai Pembawa Aspirasi Negara-Negara Berkembang
The jubilee Russia-ASEAN 2016 diharapkan bsa jadi momentum untuk Revitalisasi ASEAN Sebagai Pembawa Aspirasi Negara-Negara Berkembang. Bahkan di akhir 1940-an, sempat berkembang gagasan untuk membentuk regionalisme Asia Tenggara untuk melawan penjajahan negara-negara yang berasal dari Amerika Serikat dan Eropa Barat.

14-09-2015
Hubungan Indonesia-Rusia Harus Kembali ke Semangat Bandung 1955

Upaya membangun aliansi strategis ASEAN-Rusia, solidnya hubungan bilateral Indonesia dan Rusia merupakan salah satu faktor penting mengingat kenyataan bahwa Indonesia merupakan negara berpenduduk terbesar dan terluas secara geografis. Untuk itu, kedua negara harus kembali merujuk pada Komunike bersama antara Nikita Kruschev pada 11 September 1956.


07-09-2015
ASEAN 48 Tahun
Indonesia Harus Mainkan Peran Aktif Bangun Kerjasama Strategis ASEAN-Rusia

Pada tahun ini, Perhimpunan Negara-Negara yang tergabung dalam Assocition of Southeast Asian Nations (ASEAN) sudah berusia 48 tahun. ASEAN didirikan tepatnya pada 8 Agustus 1967 oleh 5 negara di kawasan Asia Tenggara yaitu:

  • Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Adam Malik.
  • Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Malaysia, Tun Abdul Razak.
  • Menteri Luar Negeri Thailand, Thanat Khoman.
  • Menteri Luar Negeri Singapura, Rajaratnam.  
  • Menteri Luar Negeri Filipina, Narsisco Ramos.

31-08-2015
Analisis Geopolitik
Indonesia: Tujuan Imperialisme dan Kolonialisme Global

Tulisan ini lanjutan artikel terdahulu yang berjudul Indonesia dalam Perspektif Geopolitik Global.

“Barang siapa mengenal dirinya, niscaya ia akan mengenal Tuhannya”. Falsafah Timur Tengah ini mengajarkan kepada kita, bahwa Tuhan adalah tujuan semua makluk, entah ia binatang, jin, gondoruwo, wewe gombel, MANUSIA, malaikat, dan sebagainya. Bagi makluk yang beriman (percaya), semua ingin mendapat ridha-Nya.




PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Partai Berkuasa di Hungaria Ingin Usir "LSM George Soros"

Mantan Presiden Jerman Roman Herzog Wafat

Kawasan Semakin Dinamis, Cina akan Terbitkan Kebijakan Keamanan di Asia Pasifik

Buku Ini Dapat Memahami Hal-hal Krusial di Lingkungan Geopolitik NKRI

Membuka Kunci Jawaban atas Berbagai Kondisi Up Date di Indonesia, dan Berbagai Kejadian Belahan Dunia Lain yang Berpengaruh Signifikan dengan Indonesia

Buku Ini Menambah Wawasan untuk Berpikir, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, dan Menumbuhkan Kecerdasan Intuitif

Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia

Impor Pangan Meningkat, Program Swasembada Pangan Tersendat

KEMBALI KE UUD 45 yang disahkan pada 18.8.1945 Mengembalikan Kewibawaan NEGARA (Pemerintah, TNI dan POLRI)

Obamacare adalah Sebuah Penipuan

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »