» Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan » Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Isu Hangat
19-02-2016
Blunder AS dalam Perang Suriah

Pengantar

Perkembangan terakhir di medan perang di Suriah menunjukkan bahwa pasukan pemerintah yang didukung oleh sejumlah milisi dan Angkatan Udara Rusia semakin menjepit posisi kelompok ISIS di Alepo. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa jalannya peperangan di bumi Syam itu mengalami perubahan signifikan menyusul gempuran AU Rusia terhadap sejumlah wilayah yang dikuasai ISIS. Kini, sebagian besar wilayah di negeri itu—yang sebelumnya diduduki oleh ISIS—telah jatuh ke tangan tentara pemerintah. Kelompok fundamentalis saat ini praktis tersudut di wilayah Alepo.


07-01-2016
Indonesia Harus Bisa Mencegah Terseretnya Negara-Negara OKI Dalam Proxy War Arab Saudi versus Iran
Pada 2016 ini, Organisasi Konferensi Islam (OKI) akan menggelar dua agenda penting. Pertama, Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara Islam di Istambul, Turki, Januari ini. Dan KTT untuk membahas masalah Palestina di Maroko pada Maret 2016 mendatang. Namun berita-berita seputar penyelenggaraan KTT OKI tersebut terkesan simpangsiur. Beberapa pemberitaan menginformasikan bahwa KTT OKI membahas soal Palestina akan diselenggarakan pada Januari 2016, adapun KTT Reguler OKI akan diselenggarakan pada April 206. 
 

06-01-2016
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
MEA: Peluang atau Ancaman?
Ibarat gelombang badai, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) adalah ombak kecil dari gelombang besar bertajuk globalisasi. Kesepakatan 10 negara ASEAN yang diteken di Bali pada tahun 2003 di era Bu Megawati berpilar pada 4 pendekatan strategis antara lain: 1) Pasar tunggal dan basis produksi; 2) Wilayah ekonomi berdaya saing tinggi; 3) Kawasan pembangunan ekonomi yang seimbang; dan 4) Menuju integrasi penuh dengan ekonomi global.

30-12-2015
Gaduh Freeport Indonesia
Rencana Mundurnya James “Bob” Moffet, Indikasi Adanya Strategi Freeport Ganti Aktor Baru Untuk Pertahankan Kesepakatan Lama
Bagaimana perkembangan Freeport McMoran menyusul gonjang-ganjing politik bocornya rekaman pertemuan antara Ketua DPR-RI Setya Novanto, Pengusaha M Riza Chalid dan Presdir Freeport Indonesia Ma’ruf Syamsuddin? Berita Senin (28/12/2015) lalu mewartakan bahwa Saham Freeport turun lebih dari 9 persen menjadi 6,86 dolar AS. Nampaknya ini merupakan perkembangan yang tidak menguntungkan bagi James Moffett, pendiri Freeport McMoran. Dan hanya sebatas memainkan peran sebagai konsultan untuk dewan yang mengarahkan fokus perusahaan dalam operasi bisnisnya di Indonesia.

18-12-2015
Mempertimbangkan Indonesia Sebagai “Sang Juru Damai” Konflik Suriah
Ketika pihak barat menuding bahwa yang dihantam dan digempur pasukan Rusia adalah basis-basis pertahanan kelompok oposisi anti Presiden Suriah Bashar al Assad dan bukan ditujukan kepada kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), sebenarnya pengamatan pihak Barat tersebut salah besar. Karena kelompok oposisi anti Assad yang didominasi oleh apa yang disebut “Jabhat al-Nusra”, sejatinya sama saja dengan ISIS. Bahkan boleh dikatakan, Jabhat al Nusra merupakan ISIS yang ada di Suriah. Seperti halnya Taliban di Afghanistan, al-Qaeda di Yaman, Boko Haram di Nigeria, al-Shabab di Somalia. Bahkan di Indonesia, menyebut diri sebagai Mujahidin Indonesia Timur (MIT). 

16-12-2015
Pada Hakekatnya Turki Merupakan Sekutu ISIS
Penembakan pesawat bomber Rusia oleh Angkatan udara Turki pada 24 November 2015 lalu telah membuka kotak pandora, betapa selama ini Turki memang mendukung secara aktif aksi-aksi teror yang dilakuken oleh kelompok yang menamakan dirinya Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kenyataan bahwa ISIS mampu memiliki peralatan militer dan para teknisi luar negeri dalam mengontrol sektor energi dan migas, telah mengungkap adanya persekongkolan antara pemerintah Turki pimpinan Presiden Erdogan dengan pihak ISIS baik di dalam bidang kemiliteran maupun energi dan migas. 

14-11-2015
Presiden Jokowi Harus Fokuskan Sektor Maritim, Perdagangan dan Investasi di G-20
Indonesia, bersama Cina dan Rusia, harus galang kekuatan multilateral berdasarkan skema BRICS, untuk mencegah AS dan Uni Eropa menggunakan forum G-20 untuk memainkan kepentingan-kepentingan ekonomi politiknya. 

16-11-2015
Presiden Jokowi Harus Menyadari Betapa Berbahayanya Skema TPP Bagi Indonesia (Menyongsong KTT G-20 di Turki)
Ketika bertemu Presiden Barrack Obama, secara mengejutkan Presiden Jokowi isyaratkan bersedia bergabung dalam Kemitraan Lintas Pasifik atau Trans Pacific Partnership (TPP). Sebuah blok ekonomi baru di Asia Pasifik yang dimotori Amerika Serikat dan Jepang. 

02-11-2015
Kontra Skema Untuk Lumpuhkan Sistem Unipolar AS Dimulai Dari Suriah
Presiden Rusia Vladimir Putin secara cerdas dan imajinatif melancarkan kombinasi antara Perang Simetris (Militer) dan Perang Asimetris (Nir Militer) di Suriah, sebagai landasan awal menyusun aliansi strategis baru di Timur Tengah, seraya mematahkan sistem Unipolar AS yang dirancang sejak Pasca Perang Dingin, baik di Eropa maupun di berbagai kawasan lain. 

26-10-2015
Memudarnya Amerika Serikat Sebagai Polisi Dunia di Suriah, Momentum Rusia Sebagai Keseimbangan Baru di Timur Tengah
Keseimbangan baru sudah tercipta di Suriah, menyusul  manuver militer Rusia menggempur beberapa daerah yang diduga keras menjadi basis-basis militer ISIS. Apalagi dalam perkembangannya kemudian, peran aktif Rusia tersebut mendapat dukungan sepenuhnya dari Iran dan Irak. Menarik menyimak tajuk rencana harian Belanda de Volkskrant. De Volksrant menulis: 
“Kremlin memainkan langkah caturnya di Suriah, agar Barat dalam mencari solusi krisis tidak bisa lagi melangkahi Rusia. Di waktu belakangan ini terlihat jelas, militer pendukung Bashar al Assad semakin banyak kehilangan wilayah teritorialnya. Namun berkat dukungan Rusia, rezim di Damaskus kini kembali stabil. Dengan kehadiran angkatan udara Rusia, kini opsi untuk memaksa larangan terbang angkatan udara Assad juga tidak akan sukses.”



PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Panglima TNI: Tujuh Langkah untuk Menguasai Indonesia

Mengapa China Bersemangat Membangun Infrastruktur di Indonesia?

Tentara Filipina Tewaskan 10 Aktivis Garis Keras Guna Bebaskan Sandera

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »