» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Isu Hangat
03-10-2015
Mengembalikan Regionalisme ASEAN Sebagai Pembawa Aspirasi Negara-Negara Berkembang
The jubilee Russia-ASEAN 2016 diharapkan bsa jadi momentum untuk Revitalisasi ASEAN Sebagai Pembawa Aspirasi Negara-Negara Berkembang. Bahkan di akhir 1940-an, sempat berkembang gagasan untuk membentuk regionalisme Asia Tenggara untuk melawan penjajahan negara-negara yang berasal dari Amerika Serikat dan Eropa Barat.

14-09-2015
Hubungan Indonesia-Rusia Harus Kembali ke Semangat Bandung 1955

Upaya membangun aliansi strategis ASEAN-Rusia, solidnya hubungan bilateral Indonesia dan Rusia merupakan salah satu faktor penting mengingat kenyataan bahwa Indonesia merupakan negara berpenduduk terbesar dan terluas secara geografis. Untuk itu, kedua negara harus kembali merujuk pada Komunike bersama antara Nikita Kruschev pada 11 September 1956.


07-09-2015
ASEAN 48 Tahun
Indonesia Harus Mainkan Peran Aktif Bangun Kerjasama Strategis ASEAN-Rusia

Pada tahun ini, Perhimpunan Negara-Negara yang tergabung dalam Assocition of Southeast Asian Nations (ASEAN) sudah berusia 48 tahun. ASEAN didirikan tepatnya pada 8 Agustus 1967 oleh 5 negara di kawasan Asia Tenggara yaitu:

  • Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Adam Malik.
  • Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Malaysia, Tun Abdul Razak.
  • Menteri Luar Negeri Thailand, Thanat Khoman.
  • Menteri Luar Negeri Singapura, Rajaratnam.  
  • Menteri Luar Negeri Filipina, Narsisco Ramos.

31-08-2015
Analisis Geopolitik
Indonesia: Tujuan Imperialisme dan Kolonialisme Global

Tulisan ini lanjutan artikel terdahulu yang berjudul Indonesia dalam Perspektif Geopolitik Global.

“Barang siapa mengenal dirinya, niscaya ia akan mengenal Tuhannya”. Falsafah Timur Tengah ini mengajarkan kepada kita, bahwa Tuhan adalah tujuan semua makluk, entah ia binatang, jin, gondoruwo, wewe gombel, MANUSIA, malaikat, dan sebagainya. Bagi makluk yang beriman (percaya), semua ingin mendapat ridha-Nya.


04-08-2015
Analisis Berseri Maritim Indonesia
Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. II)

Pemerintah Harus Punya Ocean Policy

Di abad 21 ini, negara-negara di dunia yang saling berlomba dalam meningkatkan kekuatan maritimnya masing-masing harus punya Ocean Policy atau Kebijakan strategis tentang kemaritiman. Amerika Serikat dalam membangun kekuatan maritimnya menggunakan slogan: “Kekuatan Maritim Melindungi Cara Hidup Amerika.” Maka kemudian lahirlah A Cooperative Strategy for 21st Century Sea Power, yang dikeluarkan pada Oktober 2007 oleh United States Marine Corps, United States Coast Gudard dan Department of Navy.


30-07-2015
Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi

Soal penguasaan lahan tanah dan properti, jangan dianggap enteng. Karena dalam skema ekonomi para Taipan dan pelaku bisnis asing, hal itu merupakan tahapan awal untuk menanam pengaruh di wilayah-wilayah yang punya nilai strategis secara geopolitik di Indonesia. Cerita seputar pemberian izin Gubernur Ahok kepada anak perusahaan Pondomoro terkait Reklamasi Pulau di Teluk Jakarta, maupun manuver para Taipan dalam penguasaan lahan tanah di Madura pada era Suharto, bukan saja bakal mengakibatkan bencana ekonomi, tapi juga bencana geopolitik.


30-07-2015
Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I)

Pada 2013 lalu, saya menulis dan menerbitkan sebuah buku  yang bertajuk: Indonesia Negara Maritim Terbesar di Asia. Bagi saya ini bukan merupakan sebuah khayalan, sepenuhnya berpijak pada kenyataan sejarah. Nenek moyang kita, para leluhur bangsa nusantara ini, sebenarnya memiliki tradisi maritim yang sudah berlansung berabad-abad yang silam. Dalam lingkup kita sebagai bangsa Nusantara, kita adalah bangsa maritim. Hal ini terbukti oleh keberadaan kerajaan-kerajaan besar seperti Sriwijaya di Sumatra, Majapahit dan Kesultanan Demak, di Jawa, dan juga tradisi pelayaran Nusantara yang melalui berbagai sumber sejarah yang berhasil terdokumentasi, telah terbukti jauh lebih kuat dan mengakar dibandingkan transportasi darat. Dengan kata lain, Sejarah nusantara membuktikan bahwa bangsa Indonesia pernah berjaya sebagai negara maritim besar yang diakui seluruh dunia.


23-07-2015
Teror di Papua
Permainan Intelijen Asing di Tolikara, Papua

Sebuah analisa berbasis geopolitik dikatakan canggih dan "bergizi" ketika rekomendasinya, selain bisa menguak potensi ancaman dan trend perkembangan lingkungan di satu sisi, pada sisi lain ia juga mampu membaca geostrategi lawan (asing) yang tengah diterapkan pada negeri ini. Gilirannya, dirumuskanlah kontra atau antisipasi-antisipasi atas rencana geostrategi asing terhadap negeri demi terselamatkannya Kepentingan Nasional RI (KENARI).


08-07-2015
Anthrax, Proyek Militer AS Berkedok Proyek Riset Kesehatan (Bag I)

Beberapa waktu lalu, terbetik kabar Militer Amerika Serikat mengirim bakteri anthrax yang masih hidup ke lembaga-lembaga riset negaranya, dalam hal ini ke lembaga yang ada di 9 negara bagian Amerika, termasuk California dan Maryland, dan juga lembaga militer di pangkalan Amerika di Osan, Korea Selatan.


03-07-2015
Kerjasama Energi Nuklir Indonesia-Rusia
Nilai Strategis Kerjasama Indonesia-Rusia bidang Energi Dari Perspektif Kepentingan Nasional

Rusia dalam Perspektif Geopolitik di Asia Pasifik

Kerjasama strategis Indonesia-Rusia menyusul ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MOU) oleh kedua negara di bidang energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pada 25 Juni 2015 lalu, kiranya merupakan babakan baru yang cukup menjanjikan ditinjau dari perspektif politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Dalam Roundtable Discussion yang diselenggarakan oleh Global Future Institute bertema: Indonesia, Rusia dan G-20 pada Kamis 25 April 2013 lalu, pakar hubungan Internasional Dr Santos Winarso Dwiyogo, menyampaikan pandangan yang cukup menarik.




PREVIOUS   12345678910   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Pembentukan Citra Negatif Indonesia di Luar Negeri

Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »