» Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina » Donald Trump Membuka Babak Baru Konflik AS-Tiongkok di Asia Tenggara dan Semenanjung Korea
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Isu Hangat
04-08-2015
Analisis Berseri Maritim Indonesia
Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. II)

Pemerintah Harus Punya Ocean Policy

Di abad 21 ini, negara-negara di dunia yang saling berlomba dalam meningkatkan kekuatan maritimnya masing-masing harus punya Ocean Policy atau Kebijakan strategis tentang kemaritiman. Amerika Serikat dalam membangun kekuatan maritimnya menggunakan slogan: “Kekuatan Maritim Melindungi Cara Hidup Amerika.” Maka kemudian lahirlah A Cooperative Strategy for 21st Century Sea Power, yang dikeluarkan pada Oktober 2007 oleh United States Marine Corps, United States Coast Gudard dan Department of Navy.


30-07-2015
Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi

Soal penguasaan lahan tanah dan properti, jangan dianggap enteng. Karena dalam skema ekonomi para Taipan dan pelaku bisnis asing, hal itu merupakan tahapan awal untuk menanam pengaruh di wilayah-wilayah yang punya nilai strategis secara geopolitik di Indonesia. Cerita seputar pemberian izin Gubernur Ahok kepada anak perusahaan Pondomoro terkait Reklamasi Pulau di Teluk Jakarta, maupun manuver para Taipan dalam penguasaan lahan tanah di Madura pada era Suharto, bukan saja bakal mengakibatkan bencana ekonomi, tapi juga bencana geopolitik.


30-07-2015
Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I)

Pada 2013 lalu, saya menulis dan menerbitkan sebuah buku  yang bertajuk: Indonesia Negara Maritim Terbesar di Asia. Bagi saya ini bukan merupakan sebuah khayalan, sepenuhnya berpijak pada kenyataan sejarah. Nenek moyang kita, para leluhur bangsa nusantara ini, sebenarnya memiliki tradisi maritim yang sudah berlansung berabad-abad yang silam. Dalam lingkup kita sebagai bangsa Nusantara, kita adalah bangsa maritim. Hal ini terbukti oleh keberadaan kerajaan-kerajaan besar seperti Sriwijaya di Sumatra, Majapahit dan Kesultanan Demak, di Jawa, dan juga tradisi pelayaran Nusantara yang melalui berbagai sumber sejarah yang berhasil terdokumentasi, telah terbukti jauh lebih kuat dan mengakar dibandingkan transportasi darat. Dengan kata lain, Sejarah nusantara membuktikan bahwa bangsa Indonesia pernah berjaya sebagai negara maritim besar yang diakui seluruh dunia.


23-07-2015
Teror di Papua
Permainan Intelijen Asing di Tolikara, Papua

Sebuah analisa berbasis geopolitik dikatakan canggih dan "bergizi" ketika rekomendasinya, selain bisa menguak potensi ancaman dan trend perkembangan lingkungan di satu sisi, pada sisi lain ia juga mampu membaca geostrategi lawan (asing) yang tengah diterapkan pada negeri ini. Gilirannya, dirumuskanlah kontra atau antisipasi-antisipasi atas rencana geostrategi asing terhadap negeri demi terselamatkannya Kepentingan Nasional RI (KENARI).


08-07-2015
Anthrax, Proyek Militer AS Berkedok Proyek Riset Kesehatan (Bag I)

Beberapa waktu lalu, terbetik kabar Militer Amerika Serikat mengirim bakteri anthrax yang masih hidup ke lembaga-lembaga riset negaranya, dalam hal ini ke lembaga yang ada di 9 negara bagian Amerika, termasuk California dan Maryland, dan juga lembaga militer di pangkalan Amerika di Osan, Korea Selatan.


03-07-2015
Kerjasama Energi Nuklir Indonesia-Rusia
Nilai Strategis Kerjasama Indonesia-Rusia bidang Energi Dari Perspektif Kepentingan Nasional

Rusia dalam Perspektif Geopolitik di Asia Pasifik

Kerjasama strategis Indonesia-Rusia menyusul ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MOU) oleh kedua negara di bidang energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pada 25 Juni 2015 lalu, kiranya merupakan babakan baru yang cukup menjanjikan ditinjau dari perspektif politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Dalam Roundtable Discussion yang diselenggarakan oleh Global Future Institute bertema: Indonesia, Rusia dan G-20 pada Kamis 25 April 2013 lalu, pakar hubungan Internasional Dr Santos Winarso Dwiyogo, menyampaikan pandangan yang cukup menarik.


03-07-2015
Kerjasama Energi Nuklir Indonesia-Rusia
Menyambut Baik Babak Baru Kerjasama Energi Nuklir Indonesia-Rusia

        25 Juni 2015 lalu, nampaknya merupakan babak baru hubungan bilateral Indonesia-Rusia, menyusul kesepakatan kedua negara menandatangani kerjasama di bidang energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Tentu saja ini baru tahapan awal karena belum jelas waktu realisasi kerjasama ini. Namun kita cukup beralasan untuk menaruh optimisme mengingat kontruksi pembangunan PLTN ini ditargetkan harus selesai pada 2025 mendatang.


17-06-2015
Kodama dan Sasakawa, Kekuatan di Belakang “Tirai Hitam” Politik Jepang Pasca Perang Dunia II

Banyak kalangan kalau mendengar tentang gembong mafia Jepang, yang ada di benak selalu Yakuza. Padahal ada yang lebih mengerikan dari itu, yaitu sebuah perkumpulan bernama Dark Ocean Society, dibentuk oleh Toyama Mitsuru pada akhir abad ke-19. Mereka berikrar memuja kaisar, mencintai dan menghormati bangsa serta mempertahankan hak-hak rakyat.


04-06-2015
Turnkey Project: Modus Perang Asimetris ala Cina

Meski masih banyak kekurangan disana-sini, topik asymmetric warfare (peperangan asimetris) pernah diulas panjang lebar baik mengenai sifat, bentuk, sumber, dan lain-lain (baca: Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya) di web theglobal-review. Namun mengawali tulisan tak ilmiah lagi sederhana ini, akan dijelaskan sedikit atau garis besarnya tentang peperangan asimetris guna menebalkan kembali pemahaman bersama.


08-05-2015
Mengingatkan Kembali Tiga Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Kejahatan perang tentara Jepang di Indonesia antara 1942-1945 merupakan sejarah hitam  yang tidak boleh kita lupakan. Adanya kebijakan pemerintahan fasisme Jepang di Indonesia yang secara sistematis dan terencana merekrut kaum perempuan Indonesia untuk direkrut secara paksa sebagai “budak seks” tentara Jepang (Ianfu), perekrutan paksa warga masyarakat untuk direkrut paksa sebagai tenaga kerja (Romusha), maupun perekrutan paksa sebagai wajib militer (Heiho) merupakan tragedi dan penderitaan lahir dan batin yang dialami para leluhur bangsa kita saat. Betapa kemajuan yang dicapai Jepang saat ini, ternyata bertumpu pada penderitaan rakyat Indonesia.




PREVIOUS   12345678910   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Partai Berkuasa di Hungaria Ingin Usir "LSM George Soros"

Mantan Presiden Jerman Roman Herzog Wafat

Kawasan Semakin Dinamis, Cina akan Terbitkan Kebijakan Keamanan di Asia Pasifik

Buku Ini Dapat Memahami Hal-hal Krusial di Lingkungan Geopolitik NKRI

Membuka Kunci Jawaban atas Berbagai Kondisi Up Date di Indonesia, dan Berbagai Kejadian Belahan Dunia Lain yang Berpengaruh Signifikan dengan Indonesia

Buku Ini Menambah Wawasan untuk Berpikir, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, dan Menumbuhkan Kecerdasan Intuitif

Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia

Impor Pangan Meningkat, Program Swasembada Pangan Tersendat

KEMBALI KE UUD 45 yang disahkan pada 18.8.1945 Mengembalikan Kewibawaan NEGARA (Pemerintah, TNI dan POLRI)

Obamacare adalah Sebuah Penipuan

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »