» Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Isu Hangat
14-11-2015
Presiden Jokowi Harus Fokuskan Sektor Maritim, Perdagangan dan Investasi di G-20
Indonesia, bersama Cina dan Rusia, harus galang kekuatan multilateral berdasarkan skema BRICS, untuk mencegah AS dan Uni Eropa menggunakan forum G-20 untuk memainkan kepentingan-kepentingan ekonomi politiknya. 

16-11-2015
Presiden Jokowi Harus Menyadari Betapa Berbahayanya Skema TPP Bagi Indonesia (Menyongsong KTT G-20 di Turki)
Ketika bertemu Presiden Barrack Obama, secara mengejutkan Presiden Jokowi isyaratkan bersedia bergabung dalam Kemitraan Lintas Pasifik atau Trans Pacific Partnership (TPP). Sebuah blok ekonomi baru di Asia Pasifik yang dimotori Amerika Serikat dan Jepang. 

02-11-2015
Kontra Skema Untuk Lumpuhkan Sistem Unipolar AS Dimulai Dari Suriah
Presiden Rusia Vladimir Putin secara cerdas dan imajinatif melancarkan kombinasi antara Perang Simetris (Militer) dan Perang Asimetris (Nir Militer) di Suriah, sebagai landasan awal menyusun aliansi strategis baru di Timur Tengah, seraya mematahkan sistem Unipolar AS yang dirancang sejak Pasca Perang Dingin, baik di Eropa maupun di berbagai kawasan lain. 

26-10-2015
Memudarnya Amerika Serikat Sebagai Polisi Dunia di Suriah, Momentum Rusia Sebagai Keseimbangan Baru di Timur Tengah
Keseimbangan baru sudah tercipta di Suriah, menyusul  manuver militer Rusia menggempur beberapa daerah yang diduga keras menjadi basis-basis militer ISIS. Apalagi dalam perkembangannya kemudian, peran aktif Rusia tersebut mendapat dukungan sepenuhnya dari Iran dan Irak. Menarik menyimak tajuk rencana harian Belanda de Volkskrant. De Volksrant menulis: 
“Kremlin memainkan langkah caturnya di Suriah, agar Barat dalam mencari solusi krisis tidak bisa lagi melangkahi Rusia. Di waktu belakangan ini terlihat jelas, militer pendukung Bashar al Assad semakin banyak kehilangan wilayah teritorialnya. Namun berkat dukungan Rusia, rezim di Damaskus kini kembali stabil. Dengan kehadiran angkatan udara Rusia, kini opsi untuk memaksa larangan terbang angkatan udara Assad juga tidak akan sukses.”

03-10-2015
Mengembalikan Regionalisme ASEAN Sebagai Pembawa Aspirasi Negara-Negara Berkembang
The jubilee Russia-ASEAN 2016 diharapkan bsa jadi momentum untuk Revitalisasi ASEAN Sebagai Pembawa Aspirasi Negara-Negara Berkembang. Bahkan di akhir 1940-an, sempat berkembang gagasan untuk membentuk regionalisme Asia Tenggara untuk melawan penjajahan negara-negara yang berasal dari Amerika Serikat dan Eropa Barat.

14-09-2015
Hubungan Indonesia-Rusia Harus Kembali ke Semangat Bandung 1955

Upaya membangun aliansi strategis ASEAN-Rusia, solidnya hubungan bilateral Indonesia dan Rusia merupakan salah satu faktor penting mengingat kenyataan bahwa Indonesia merupakan negara berpenduduk terbesar dan terluas secara geografis. Untuk itu, kedua negara harus kembali merujuk pada Komunike bersama antara Nikita Kruschev pada 11 September 1956.


07-09-2015
ASEAN 48 Tahun
Indonesia Harus Mainkan Peran Aktif Bangun Kerjasama Strategis ASEAN-Rusia

Pada tahun ini, Perhimpunan Negara-Negara yang tergabung dalam Assocition of Southeast Asian Nations (ASEAN) sudah berusia 48 tahun. ASEAN didirikan tepatnya pada 8 Agustus 1967 oleh 5 negara di kawasan Asia Tenggara yaitu:

  • Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Adam Malik.
  • Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Malaysia, Tun Abdul Razak.
  • Menteri Luar Negeri Thailand, Thanat Khoman.
  • Menteri Luar Negeri Singapura, Rajaratnam.  
  • Menteri Luar Negeri Filipina, Narsisco Ramos.

31-08-2015
Analisis Geopolitik
Indonesia: Tujuan Imperialisme dan Kolonialisme Global

Tulisan ini lanjutan artikel terdahulu yang berjudul Indonesia dalam Perspektif Geopolitik Global.

“Barang siapa mengenal dirinya, niscaya ia akan mengenal Tuhannya”. Falsafah Timur Tengah ini mengajarkan kepada kita, bahwa Tuhan adalah tujuan semua makluk, entah ia binatang, jin, gondoruwo, wewe gombel, MANUSIA, malaikat, dan sebagainya. Bagi makluk yang beriman (percaya), semua ingin mendapat ridha-Nya.


04-08-2015
Analisis Berseri Maritim Indonesia
Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. II)

Pemerintah Harus Punya Ocean Policy

Di abad 21 ini, negara-negara di dunia yang saling berlomba dalam meningkatkan kekuatan maritimnya masing-masing harus punya Ocean Policy atau Kebijakan strategis tentang kemaritiman. Amerika Serikat dalam membangun kekuatan maritimnya menggunakan slogan: “Kekuatan Maritim Melindungi Cara Hidup Amerika.” Maka kemudian lahirlah A Cooperative Strategy for 21st Century Sea Power, yang dikeluarkan pada Oktober 2007 oleh United States Marine Corps, United States Coast Gudard dan Department of Navy.


30-07-2015
Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi

Soal penguasaan lahan tanah dan properti, jangan dianggap enteng. Karena dalam skema ekonomi para Taipan dan pelaku bisnis asing, hal itu merupakan tahapan awal untuk menanam pengaruh di wilayah-wilayah yang punya nilai strategis secara geopolitik di Indonesia. Cerita seputar pemberian izin Gubernur Ahok kepada anak perusahaan Pondomoro terkait Reklamasi Pulau di Teluk Jakarta, maupun manuver para Taipan dalam penguasaan lahan tanah di Madura pada era Suharto, bukan saja bakal mengakibatkan bencana ekonomi, tapi juga bencana geopolitik.




PREVIOUS   12345678910   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik
Dalam berbagai kesempatan, pemerintahan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sudah sempat meminta maaf atas sepak-terjang tentara Jepang pada Perang Dunia II di beberapa negara eks koloninya ...

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Arsip
Dilihat Dari Gelagatnya, NATO Memang Ingin Agresi Militer ke Rusia

KPK Dalami Proses Penentuan Opini Kasus Kemendes-BPK

Anggaran Polri Naik di Masa Presiden Jokowi

Ketua OPEC Optimistis Stok Minyak Global Turun

Mengunjingkan Epistemologi Keraton

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »