Berakhirnya Diplomasi Basa-Basi Cina

Bagikan artikel ini

0.1
Dalam pertemuan tingkat tinggi Cina dengan Uni-Eropa, Presiden Xi Jinping meninggalkan ruangan pertemuan dan mengatakan jika daripada mencari kemitraan rupanya orang eropa lebih memilih jalan perang dan mengembek saja pada perintah AS.

“Eropa harus pandai memilih jangan sampai muncul gesekan yang tidak dikehendaki”

Ia melemparkan pernyataannya setelah Ursula Leven mengangkat isu bantuan Cina terhadap Rusia di perang Ukraina dan meminta Cina fair dalam perdagangan dengan eropa.

Xi sekali lagi menghindari omong kosong dan omong besar dalam pertemuan yang menurutnya harus menghasilkan satu resolusi bersama Cina dan Eropa.

0.2
Thailand menyerang Kamboja dalam perseteruan lama batas-batas wilayah antar kedua negara. Kali ini Kamboja tidak mengalah, mereka membalas dan saling serang terjadi dengan Thailand memerintahkan pengusiran duta besar Kamboja dan menutup perbatasannya.

Ada dua hal yang bisa kita angkat, pertama bahwa ASEAN yang telah berdiri sejak 1967 pada akhirnya tidak dapat mencegah kawasan ini pecah konflik bersenjata sesama anggotanya. Pada saat yang sama ASEAN mendeklarasikan lima tahun ke depan sebagai era integrasi komunitas-politik, komunitas-ekonomi, dan komunitas-sosiokultur.

Kedua, bahwa Kamboja adalah negara yang dipilih dikunjungi pertama kali oleh Xi Jinping dalam rangkaian kunjungan inagural tahunannya ke tiga negara ASEAN lainnya yaitu Malaysia, dan Vietnam. Cina melihat bila ketiga negara di Teluk Thailand adalah mitra penting mereka dalam inisiatif ekonomi dan keamanan. Cina melihat Kamboja yang memiliki akses ke teluk Thailand adalah jalan bagi negara mereka mengembangkan jalur perhubungan darat Cina-Laos-kamboja.

Singkat cerita Cina mesti memprediksikan kemungkinan pecahnya konflik terbuka Thailand-Kamboja dan pada kasus ini mereka mesti segera menempatkan bantuan militernya kepada Kamboja dalam konfliknya dengan Thailand. Ini karena Thailand sendiri memiliki hubungan yang dekat dengan militer AS dan Inggris dan Cina tidak ingin berbasa-basi kemungkinan Kamboja menjadi negara gagal yang dengan begitu mudah dimanfaatkan untuk mengganggu stabilitas Cina.

Cina melakukan apa yang telah mereka lakukan dengan membantu Pakistan pada konflik Kashmir dengan India bulan lalu. Yang juga akan dilakukannya pada Iran dalam kemungkinan konflik mereka ke depan dengan Israel atau AS.

0.3
Cina hari ini adalah Cina yang benar-benar terbuka mendeklarasikan sikap politik ekonominya. Mereka tidak lagi dalam posisi berbasa-basi sebagaimana strategi Tsun Zu. Jika anda kuat maka tunjukkan saja kalau anda kuat agar orang tidak bermain-main dengan anda.

Andi Hakim, Pemerhati Perkembangan Internasional

Facebook Comments
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com