Tahun 2022 saya membeli buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru yang ditulis oleh Mas Hendrajit dan Mas Arif Pranoto. Maksud membeli buku ini karena penasaran dengan tema Geopolitik yang masih sangat baru dalam pengalaman belajar saya lewat pemaparan materi oleh Mas Hendrajit pada kegiatan Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM) GMNI HALUT tahun 2021 waktu itu.
Dalam kegiatan KTM GMNI kala itu beliau juga sampat menghadiahi “buku itu” kepada pesarta yang menurut beliau berhak menerimanya. Judulnya membuat penasaran. Tanpa menunggu lama saya langsung memasukkan buku tersebut dalam daftar rencana pembelian buku berikutnya, hingga akhirnya terbeli.
Dalam buku itu, ternyata banyak peristiwa dalam sejarah Indonesia yang kasat mata, belum tentu itu yang sebenarnya. Banyak momen dalam sejarah selalu terselubung agenda-agenda kolonial yang memainkan peran untuk menyusupi ruang-ruang strategis untuk mengendalikan Indonesia. Mainan isu, tema dan skema (ITS) terdengar enteng, tapi dampaknya luar biasa.
Buku ini tidak hanya penting bagi kalangan mahasiswa, akademisi, tetapi sangat penting harus dibaca oleh para pemangku kebijakan, elit-elit strategis dari tingkat pusat sampai daerah.

Sebab negara ini menyimpan potensi dan posisi strategis yang harus kenali dengan baik. Tanpa pemahaman Geopolitik, kita tidak tahu apa peran yang harus kita dimainkan, apa potensi strategis kita secara nasional hingga lokal.
Neokolonialisme atau penjajahan gaya baru, terus berlangsung hingga saat ini. Yang lebih menggetarkan lagi pada Diskusi GMNI HALUT seminggu yang lalu yang dibawakan oleh Mas Hendrajit, beliau mengatakan bahwa Perang Dunia Ketiga sudah terjadi. Hanya saja belum ada pertempuran. Menakutkan, tapi itu kenyataannya.
Hari ini, dari Mas Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute, penulis buku Perang “Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru” yang saya ceritakan tadi, saya menerima kiriman buku terbarunya, Neo kolonialisme AS di Asia perspektif Indonesia. Terima kasih banyak Mas🙏🙏
Erik R. Sibu, Ketua Umum GMNI Cabang Maluku Utara