Donald Trump Menculik Nicolas Maduro

Bagikan artikel ini

Penyerangan sepihak AS terhadap Ibukota Caracas dan penculikan presiden negara berdaulat Venezuela, Nicolas Maduro dan istrinya dihubungkan orang dengan peristiwa 39 tahun lalu. Di bawah administrasi George Bush Senior, AS menyerang Panama dan menculik presiden Manuel Noriega atas dalih memutus mata rantai mafia narkotika.

Dalih yang sama digunakan AS untuk menyerang Venezuela, yaitu peran Maduro dalam penyebaran narkotika di AS. Tetapi dalih tadi dibantah sendiri oleh Donald Trump dalam pidatonya lepas penculikan Maduro. Ia mengatakan bahwa serangan militer dan penculikan Maduro adalah mengambil alih minyak dan mengatur Venezuela.

Sejak lama hubungan AS dengan para tetangganya yang disebut sebagai Amerika Latin dan Selatan tidaklah berlangsung baik. AS dan CIa berkali-kali melakukan operasi pergantian pemerintahan kepada para pemimpin Amerika Selatan yang dianggap berbahaya bagi kepentingan politik dan ekonomi AS. Kudeta atas Presiden Jacobo Arbenz di Guatemala karena program reformasi tanah dan pertanian, Salvador Allende di Chili dan Juan Bosch di Dominika, dst..

Perbedaannya kali ini adalah; Trump segera mengubah dalih narkotika menjadi dalih minyak dan secara terang-terangan melakukan itu karena AS memiliki kekuasaan untuk mengimplementasikan unsur force (paksa) daripada coercion (tekan) dari beberapa elemen hegemoni.

Apa yang akan dilakukannya kemudian sangat streotyping dari operasi-operasi kudeta a la AS diseluruh dunia.

1. Memberi efek deterance pada pihak-pihak yang tidak disukai AS
2. Membentuk pemerintahan transisional yang menjadi boneka AS
3. Jika kedua gagal maka dibentuk pemerintahan rejim baru yang bekerja menekan (coercion) bagi kepentingan AS
4. Jika ketiga gagal maka akan dibentuk gerakan-gerakan separatis (sebagai mana terjadi di Sudan, Somalia dan seterusnya)
5. Jika aksi keempat gagal maka akan dilakukan operasi failed states atau negara gagal.

Wakil Presiden Venezuela mengatakan bahwa AS mesti mengembalikan Maduro dan akan menuntut AS di PBB. Sebagian pengamat mengatakan bahwa orang Venezuela akan melakukan aksi perlawanan, sementara yang lain menganggap akan mendukung tindakan AS.

Bila kita melihat sejarah, maka sepertinya pengamatan pertama yang akan terjadi. Orang Venezuela akan melawan.

Andi Hakim, Pengamat Politik Internasional 

Facebook Comments
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com