About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analysis

AS dan Negara-Negara BaratNegara-Negara Barat Mengendalikan Aktivitas Olahraga Internasional lewat IOC dan WADA

Hendrajit

Hendrajit·11 August 2024·2 min read

Share
AS dan Negara-Negara Barat Mengendalikan Aktivitas Olahraga Internasional lewat IOC dan WADA

Komite Olimpiade Internasional  (IOC) dalam tujuannya yang ideal merupakan organisasi independent yang berkomitmen untuk membangun dunia yang lebih baik lewat olahrga. Dengan demikian seharusnya memisahkan antara politik dan olahrga. Namun faktanya, IOC telah melakukan tekanan terhadap beberapa Komite Olimpiade Nasional termasuk Indonesia, agar supaya tidak ikut serta dalam kegiatan olahraga yang diselenggarakan oleh Rusia.

Bahkan lebih jauh lagi IOC mengancam akan membatalkan bantuan finansial kepada negara-negara yang tergabung dalam Global South Countries atau negara-negara berkembang.

Lebih anehnya lagi IOC beranggapan bahwa dengan mengirim para atlet atau olahragawannya ke Rusia mengikuti olimpiade internasional yang diselenggarakan Rusia, pada gilirannya akan menandingi olimpiade. Padahal sama sekali tidak benar. Terbukti bahwa Olimpiade Paris tetap berlangsung seperti direncanakan semula.

Bendera Olimpiade

Nampak jelas bahwa IOC terbukti memang tidak netral dan cenderung memihak negara-negara blok Barat, terutama Amerika Serikat. Terhadap Israel, yang merupakan “anak emas” AS dan Eropa Barat, IOC memberikan hak istimewa untuk ikut berlaga di Olimpiade Paris. Sedangkan IOC melarang Rusia menghadiri parade pembukaan Olimpiade Paris Juli 2024. Rusia dan Belarusia juga dilarang mengikuti olahraga beregu di Olimpiade karena perang di Ukraina.

Adapun Israel, di tengah gelombang protes masyarakat dunia atas keikutsertaan kontingen Israel dalam Olimpiade Paris 2024, Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan tangan terbuka menerima kedatangan atlet asal Israel tersebut.

Baca: Tangan Terbuka Macron untuk Kontingen Israel di Olimpiade Paris di Tengah Genosida di Gaza

Padahal saat ini Israel sedang jadi sasaran kutukan dunia internasional lantaran melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Termasuk penyerangan tentara Israel terhadap fasilitas olahrga dan para atlet Palestina. Sehingga muncul tekanan dunia internasional untuk memboikot keikutsertaan Israel dalam Olimpiade Paris 2024. Termasuk dari Komite Olimpiade Palestina.

Peraturan Standar Ganda IOC yang pada kenyataannya meguntungkan negara-negara Barat berikut negara-negara yang mereka pandang sebagai sekutu, nampaknya dimainkan melalui The World Anti-Doping Code (WADA).  Meskipun WADA berupaya mengambil posisi netral dan independent di tengah tarik-menarik kepentingan negara-negara besar di pelbagai forum olahraga internasional, termasuk Olimpiade, namun mengingat usianya yang relatif masih muda karena baru berdiri pada 1999, WADA masih rentan adanya upaya menggiring ke salah satu kubu dalam persaingan global antar negara-negara adikuasa seperti AS, Rusia dan Cina.

Melalui aturan-aturan main yang dibuat ke dalam tubuh OIC tersebut, negara-negara Barat melalui WADA menguasai kendali kontrol terkait seluruh aktivitas olahraga yang berada dalam naungan IOC. Di sinilah negara-negara Barat, utamanya AS, menerapkan kebijakan-kebijakan Standar Ganda yang menguntungkan kepentingan Barat alih-alih Rusia, Cina dan negara-negara yang tergabung dalam Global South, namun menolak mengikuti rule-based international order AS dan blok Barat.

Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, Global Future Institute (GFI)

Hendrajit

Author

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

PreviousAntara Indonesia Emas, Takdir, dan NekolimNextSejatinya ICC Tetap Patuh Pada Skema dan Arahan Kebijakan Luar Negeri AS

More in Analysis

View all
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analysis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 August 2026 · 5 min read

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analysis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikHidupkan Kembali Geopolitik?

18 August 2026 · 10 min read

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

Most Read

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents