About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analysis

Industri Usang Punya Dampak Lebih Berbahaya Terhadap Udara UkrainaUdara Ukraina Daripada Perang

Hendrajit

Hendrajit·1 November 2023·5 min read

Share
Industri Usang Punya Dampak Lebih Berbahaya Terhadap Udara Ukraina Daripada Perang

Ketika meletus perang militer antara dua negara, sudah jamak jika kedua belah pihak saling menyalahkan antar timbulnya kerusakan di berbagai sektor di luar lingkup kemiliteran itu sendiri. Misalnya pada Oktober 2022 lalu  kantor berita Inggris Reuters mewartakan bahwa Kementerian Lingkungan Ukraina mengklaim kerusakan lingkungan akibat invasi Rusia ke wilayah mereka  tembus US$35,3 miliar atau Rp542,3 triliun (berdasarkan hitungan kurs Rp15.270 per dolar AS).

Baca: Ukraina Sebut Kerusakan Lingkungan Akibat Invasi Rusia Tembus Rp542 T

Klaim kerugian itu didasarkan pada 2.000 kasus kerusakan lingkungan yang telah mereka catat. Dari 2.000 kasus itu kata mereka, ada kerugian akibat polusi udara yang disebabkan oleh perang di Ukraina sebesar 25 miliar euro.

Namanya agitasi dan propaganda tentu saja masih harus diverifikasi akurasi dan kebenaran datanya. Apakah memang dengan sengaja menyebabkan kerusakan lingkungan sebagaimana klaim pihak Ukraina, atau semata-mata dampak tak terhindarkan di wilayah Ukraina seturut perang militer Ukraina dan Rusia. Namun sementara itu berkembang informasi bahwa Ukraina pun berencana untuk meminta bantuan Amerika Serikat berupa senjata berbahan uranium. Pada 5 September 2023 lalu terbetik kabar bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden akan akan mengirim amunisi penembus lapis baja kontroversial yang mengandung uranium terdeplesi ke Ukraina. Hal itu terungkap dalam sebuah dokumen yang dilihat oleh Reuters dan dikonfirmasi secara terpisah oleh dua pejabat AS.

Baca: Alert! AS Mau Kirim Peluru Uranium ke Ukraina, Putin Tamat?

Meskipun sebelumnya Inggris pun sudah pernah mengirim amunisi uranium ke Ukraina awal tahun ini, namun pengiriman untuk kali pertama amunisi bermuatan uranium oleh pemerintah Amerika Serikat pada perkembangannya bukan saja akan menyebabkan kerusakan lingkungan, bahkan jauh lebih berbahaya lagi, yaitu membahayakn kehidupan warga masyarakat sipil Ukraina itu sendiri, maupun yang berada di wilayah yang berdekatan dengan Ukraina. Sebab menghirup uranium bisa menyebabkan penyakit kanker dan cacat sejak lahir.

Ukrainian service members fire a SPG-9 anti-tank grenade launcher toward Russian troops in the frontline town of Bakhmut, amid Russia’s attack on Ukraine, in Donetsk region, Ukraine, in this handout picture released February 13, 2023. Iryna Rybakova/Press Service of the 93rd Independent Kholodnyi Yar Mechanized Brigade of the Ukrainian Armed Forces/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY.

Celakanya, bagi angkatan bersenjata Amerika Serikat bukan kali pertama menggunakan menggunakan amunisi uranium terdeplesi dalam jumlah besar. Yaitu Pada Perang Teluk Pertama pada 1990 dan Perang Teluk  Dua pada 2003, dan juga saat melancarkan pengeboman AS dan NATO di negara eks Yugoslavia pada 1999. Yang lebih mengerikan lagi, mengutip laporan The Wall Street Journal pada pertengahan Juni 2023 lalu, bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan peluru uranium ke Ukraina.

Maka itu menarik merujuk pada studi yang dilakukan oleh sebuah lembaga swadadaya masyarakat yaitu Arnika dan World Space berdasarkan citra satelit  dari Badan Antariksa Eropa.

Baca:  Outdated Industry had a bigger impact on Ukraine’s air than war

Kesimpulan temuan kedua lembaga tersebut cukup mengejutkan. Meskipun perang menghancurkan kehidupan manusia dan lingkungan, kualitas udara dalam jangka panjang justru meningkat secara paradoks. Studi ini menyimpulkan bahwa pengoperasian terus-menerus pembangkit listrik tenaga batu bara, pabrik peleburan, dan pabrik kimia yang sudah ketinggalan zaman sebelum invasi Rusia menyebabkan lebih banyak polusi dibandingkan ledakan dan kebakaran selama perang.

“Kami sama sekali tidak ingin meremehkan dampak buruk perang terhadap kehidupan warga Ukraina dan kerusakan lingkungan yang diakibatkannya,” kata Jan Labohy, kepala tim peneliti dari Luar Angkasa. “Namun, gambar penginderaan jauh Bumi menunjukkan bahwa perang mempunyai dampak lokal yang lebih besar di lokasi ledakan dan kebakaran tertentu. Sebelumnya, kita melihat lapisan polusi yang terus menerus dengan nilai yang signifikan di kawasan industri Kryvbas dan Donbas, bahkan di seluruh Eropa. Namun, sejak invasi bulan Februari, telah terjadi penurunan polusi udara secara keseluruhan secara signifikan, kemungkinan besar disebabkan oleh penutupan atau penghentian sebagian besar fasilitas industri dan perpindahan penduduk,” tambahnya .  

Menurut Marcela Cernochova dari Arnika, penelitian ini menegaskan bahwa pengoperasian teknologi usang di industri berat merupakan ancaman besar bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

“Dalam rekonstruksi Ukraina pascaperang, penting untuk mengecualikan investasi pada teknologi yang tidak memenuhi standar teknis dan lingkungan Uni Eropa. Masyarakat Ukraina tidak pantas melihat industri industri menghasilkan uang dengan mengorbankan kesehatan mereka,” katanya.

Oleksiy Angurets  dari LSM Ukraina Green World menyatakan bahwa menggunakan metode selain penginderaan jauh dari luar angkasa untuk menggambarkan tingkat kerusakan akibat perang adalah hal yang penting. “Meskipun polusi udara hanya dipengaruhi oleh ledakan dalam jangka waktu terbatas, kami prihatin dengan kontaminasi yang signifikan terhadap lahan pertanian dan sumber air minum. Karena perang masih berlangsung, penelitian mendetail hanya mungkin dilakukan pada tingkat terbatas,” kata pakar tersebut, yang sedang mempersiapkan analisis terhadap beberapa situs bekerja sama dengan peneliti Ceko.

“Arnika meluncurkan proyek tahun ini untuk memetakan dampak perang terhadap lingkungan Ukraina,” jelas Marcela Cernochova.

“Studi mengenai polusi udara hanyalah yang pertama dari serangkaian analisis yang harus kita lakukan. Hasil kerja kami kemudian akan membantu mengidentifikasi lokasi prioritas untuk remediasi dan melindungi kesehatan masyarakat yang masih tinggal di sana atau berencana untuk kembali setelah pembebasan,” tambahnya .

Industri yang sudah ketinggalan zaman mempunyai dampak yang lebih besar terhadap udara Ukraina dibandingkan perang

Arnika telah bekerja di Ukraina sejak tahun 2017 berkat dukungan Program Kerja Sama Transformasi Kementerian Luar Negeri Ceko dan melibatkan beberapa organisasi lokal dan pakar dalam kegiatannya. Sebuah studi yang menggunakan pemetaan polusi berbasis satelit dari situasi sebelum perang diterbitkan oleh Arnika pada tahun 2020.

Celakanya, menurut salah satu kesimpulan utama studi tersebut, bahwa pemantauan kualitas udara resmi hampir tidak ada di Ukraina. Pada dasarnya, satu-satunya sumber informasi adalah jaringan pemantauan warga (misalnya EcoCity) atau pusat regional yang sporadis (misalnya Pusat Pemantauan Lingkungan Hidup Dnipro).

Studi ini mengkaji dampak lingkungan dari aksi militer terbatas Rusia ke Ukraina. Selain dampak tragis yang nyata terhadap kehidupan manusia dan hancurnya infrastruktur negara, perang tersebut juga mengakibatkan kerusakan lingkungan yang signifikan. Laporan ini mengkaji polusi udara dan, berdasarkan citra satelit, membandingkan situasi sebelum perang dan sejak awal aksi militer terbatas Rusia pada tahun 2022.

Tentu saja ini merupakan kesimpulan studi yang menarik dari Arnika. Bahwa Penurunan konsentrasi NO2 yang berakibat pencemaran udara kemungkinan besar disebabkan oleh berkurangnya kegiatan ekonomi secara signifikan di kawasan tersebut dan ditutupnya atau berkurangnya secara signifikan operasional perusahaan industri besar selama berlangsungnya perang.

Hendrajit, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)

Hendrajit

Author

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

PreviousSeturut Meletusnya Pergolakan Bersenjata di Timur-Tengah, AS Mulai Mengalihkan Bantuannya Dari Ukraina ke IsraelNextTak Ada Manfaatnya Indonesia Berpartisipasi Dalam Program “Grain From Ukraine”

More in Analysis

View all
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analysis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 August 2026 · 5 min read

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analysis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikGeopolitik?

18 August 2026 · 10 min read

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

Most Read

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents