About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analysis

Mengenal Kampung Pembuat Senjata Ilegal, Darra Adam KhelDarra Adam Khel

Rusman

Rusman·6 April 2025·3 min read

Share
Mengenal Kampung Pembuat Senjata Ilegal, Darra Adam Khel

Saya ingin membawa followers saya ke luar negeri lagi. Kali ini ke Pakistan. Ada sebuah kampung dikenal sebagai pembuat senjata ilegal terkenal di dunia, Darra Adam Khel. Dengan barang bekas, penduduknya bisa membuat segala jenis senjata. Menarik ya, wak! Yok, kita berkunjung ke sana.

Darra Adam Khel, sebuah kampung kecil di Pakistan. Kampung ini telah menjadi legenda tak tertandingi dalam dunia industri persenjataan bawah tanah. Ini bukan sekadar desa, ini adalah Hollywood-nya senjata ilegal. Para pengrajin bisa membuat replika senjata hanya dengan menggunakan peralatan seadanya dan, mungkin, doa.

Bayangkan sebuah tempat di mana deru mesin bubut lebih merdu dari simfoni Mozart, di mana aroma besi panas dan minyak pelumas menggantikan bau kopi pagi. Di sini, tidak ada taman hiburan, tidak ada pusat perbelanjaan mewah, hanya deretan bengkel kecil yang menghasilkan sesuatu yang bisa mengubah nasib seseorang dalam hitungan detik. Satu tarikan pelatuk, satu keputusan, dan voila! Sejarah baru tertulis.

Darra Adam Khel telah menjadi pusat produksi senjata selama lebih dari satu abad. Para pengrajinnya mampu menciptakan AK-47 dengan ketepatan nyaris sempurna hanya dari besi tua dan sejumput keberanian. Tidak ada pelatihan resmi, tidak ada sekolah teknik, hanya warisan turun-temurun yang diajarkan dari generasi ke generasi. Bocah-bocah di sini mungkin tidak bisa menyelesaikan persamaan matematika tingkat lanjut, tetapi beri mereka sepotong logam, dan mereka bisa menyulapnya menjadi pistol yang bisa menembak dengan akurasi yang mengejutkan.

Jika dunia ini adalah pasar bebas, maka Darra Adam Khel adalah surganya senjata murah. Sebuah pistol Beretta yang di tempat lain berharga 600 dolar bisa ente dapatkan dengan harga 100 dolar di sini. Mau yang lebih garang? AK-47 buatan Rusia yang seharusnya bernilai 1.500 dolar bisa ente beli dengan hanya 200 dolar! Ini lebih murah dari beberapa smartphone terbaru di pasaran. Kenapa beli gadget kalau bisa beli alat pertahanan diri, bukan? (Harap dicatat: kami tidak menyarankan hal ini, kecuali ente sedang hidup di dunia Mad Max)

Pelanggan Darra Adam Khel datang dari berbagai latar belakang. Ada yang mencari perlindungan, ada yang mencari kekuatan, ada pula yang hanya ingin punya koleksi senjata karena hobi mereka lebih ekstrem dibanding orang normal. Bahkan, konon, ada turis aneh yang datang ke sini hanya untuk “mencicipi pengalaman”. Bayangkan mereka kembali ke negara asal dan dengan santai berkata, “Oh ya, aku baru pulang dari Pakistan, beli pistol di pasar, tapi nggak jadi beli karena terlalu murah.”

Namun, tidak semua kisah di Darra Adam Khel penuh dengan romansa persenjataan. Pemerintah Pakistan beberapa kali mencoba menertibkan kawasan ini, meskipun hasilnya lebih mirip usaha menegakkan benang basah. Hukum? Peraturan? Di sini, semua itu hanya sekadar saran. Pernah suatu kali aparat datang untuk melakukan razia, tetapi mereka justru ditawari AK-47 dengan harga diskon. Beberapa orang bilang, kalau ada pengusaha di dunia yang bisa menjual es ke suku Eskimo, maka di Darra Adam Khel, mereka bisa menjual RPG ke pasukan anti-senjata.

Tentu saja, masa depan Darra Adam Khel tidak pasti. Ada tekanan internasional, ada upaya modernisasi, dan ada keinginan untuk mengubah tempat ini menjadi lebih “legal”. Tapi pertanyaannya, apakah mungkin sebuah kampung yang telah hidup selama ratusan tahun dengan DNA industri senjata tiba-tiba beralih menjadi desa pengrajin kerajinan tangan? Mungkinkah mereka yang terbiasa membuat revolver beralih menjadi pengrajin pot bunga?

Darra Adam Khel bukan sekadar tempat. Ini adalah simbol. Simbol dari kegigihan, kreativitas, dan… yah, mungkin sedikit nihilisme. Jika ada satu tempat di dunia ini yang bisa membuat James Bond, John Wick, dan Rambo merasa kecil hati karena kalah inovatif, maka tempat itu adalah di sini. Jika ente mencari destinasi wisata yang “berbeda” dan tidak ingin pulang dengan sekadar kaos bertuliskan “I Love Pakistan“, ente mungkin ingin mempertimbangkan Darra Adam Khel. Hanya saja, pastikan asuransi perjalanan ente mencakup hal-hal yang tidak terduga.

Ingin rasanya ke sana. “Mau ngapain, Bang? Mau beli Beretta, Glock, dan Colt.” Bukan, mau jualan kopi, ups..

Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Rusman

Author

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousIndonesia Diserbu Dari Internal dan Eksternal!NextLangkah Proteksionis Donald Trump, Isyarat AS Menghidupkan Kembali Sistem Ekonomi Merkantilisme

More in Analysis

View all
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analysis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 August 2026 · 5 min read

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analysis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikHidupkan Kembali Geopolitik?

18 August 2026 · 10 min read

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

Most Read

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents