About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analysis

Persekongkolan Beberapa Senator Kongres AS Dengan Koalisi Lobi Anti-SuriahLobi Anti-Suriah Memboikot Bantuan Kemanusiaan Untuk Percepat Kejatuhan Bashar al-Assad

Hendrajit

Hendrajit·29 December 2024·3 min read

Share
Persekongkolan Beberapa Senator Kongres AS Dengan Koalisi Lobi Anti-Suriah Memboikot Bantuan Kemanusiaan Untuk Percepat Kejatuhan Bashar al-Assad

Menjelang peringatan 13 tahun operasi militer dan intelijen menggusur Presiden Suriah Bashar al-Assad, Koalisi Amerika Untuk Suriah, menyelenggarakan hari advokasi tahunannya di Washington DC. Yang menyebabkan saya gusar, dalam pertemuan antara Koalisi AS untuk Suriah tersebut, mengusung sebuah tema yang kontradiktif. Untuk mendorong runtuhnya pemerintahan Presiden Assad, maka diluncurkanlah Sanksi ekonomi dan bantuan kemanusiaan, yang berakibat rakyat Suriah dilanda kelaparan.

Ironisnya, yang memprakarsai kampanye anti-Assad itu justru 50 orang Suriah yang mendorong advokasi menjatuhkan sanksi bantuan kemanusiaan untuk rakyat Suriah. Inilah sepak-terjang Kelompok Lobi anti-Suriah. Betapa mereka di dalam gedung DPR mendesak secepatnya penggulingan Assad dengan menggunakan sanksi boikot bantuan pangan kepada rakyat Suriah. Sementara paralel dengan itu, di dalam DPR AS, kelompok koalisi anti-Suriah ini malah secara sinis mengabaikan kelaparan yang sedang dialami warga Palestina di Gaza.

Adapun salah satu sosok warga Suriah yang tergabung dalam koalisi lobi anti Suriah, adalah Raed Saleh, Ketua Helm Putih Suriah (Syrian White Helmets), yang selama ini secara gencar mempropagandakan segera terjadi perubahan rejim di Suriah dengan berkedok sebagai gerakan kemanusiaan.

Baca:

Inside the anti-Syria lobby’s Capitol Hill push for more starvation sanctions

Dalam aksi lobi anti-Suriah tersebut ternyata melibatkan beberapa anggota kongres AS seperti: Sherrod Brown, Maggie Hassan, Ben Cardin, Mark Kelly, Chris Van Hollen, John Fetterman, dan Rick Scott.

Menurut Hekmat Aboukhater, yang hadir dalam pertemuan pada Maret 2024 lalu itu, Kelompok Helm Putih yang dipimpin oleh Raed Saleh tersebut, sejatinya didirikan oleh intelijen Inggris, dan didanai oleh negara-negara yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Hal ini semakin memperkuat dugaan kuat sejak 2011 lalu, bahwa gerakan pemberontakan menjatuhkan Bashar al-Assad yang dimotori Free Syrian Army didukung dari belakang  layar oleh AS, Inggris dan Prancis.

Indikasi kuat keterlibatan AS semakin nyata ketika dalam kesaksian Hekmat Aboukhater,  Wa’el Alzayat dari lembaga Muslim pro Zionis Israel bahkan mendesak kantor Senator Chris Van Hollen untuk mendukung persetujuan bantuan bagi milisi yang terkait Al Qaeda di Suriah, untuk melancarkan aksi militer menggulingkan Assad.

Dengan mengklaim sebagai juru bicara seluruh warga Suriah, kelompok lobi anti-Suriah dipelopori oleh Koalisi Amerika untuk Suriah (ACS), sebuah organisasi induk yang mewakili kelompok-kelompok oposisi seperti  Dewan Amerika Suriah (SAC), Forum Suriah , dan beberapa kelompok lain yang berlokasi di AS dan Turki.

Syrian Civil War map (November 24, 2023) via Wikimedia Commons. Edited by authorSementara itu, Emgage dianggap berjasa dalam menggalang dukungan dari diaspora untuk kandidat Joe Biden pada November 2020. Kelompok tersebut sejak itu dikritik karena bertindak sebagai agen-agen perpanjangan tangan Gedung Putih dan Presiden Joe Biden dan Partai Demokrat dalam komunitas Muslim.

Adapun anggota dewan Emgage, Farooq Mitha, secara resmi bekerja untuk Pentagon di era pemerintahan Biden sejak Maret 2021. Pada 7 Maret 2024 lalu, Alzayat bermaksud menggunakan pengaruh Emgage untuk melawan Senator Demokrat yang tampaknya tidak setuju dengan kebijakan sanksi memboikot bantuan kemanusiaan ke Suriah hanya karena bermaksud untuk mempercepat kejatuhan  pemerintahan Bashar al-Assad.

Cara-cara seperti ini menurut saya justru bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Sejatinya ini adalah Humanitarian Imperialism. Advokasi Kemanusiaan hanya kedok untuk tujuan-tujuan yang sejatinya adalah untuk melumpuhkan kedaulatan nasional Suriah.

Saat ini, dari 12 juta warga Suriah, separuh dari total populasi, berarti sekitar 6 juta jiwa, menghadapi rawan pangan. Berarti rawan pangan meningkat 51 persen terhitung sejak 2019. Sementara 90 persen penduduk Suriah berada di bawah garis kemiskinan. Hal itu akibat dikenakannya sanksi oleh pemerintah dan kongres AS terhadap sektor-sektor vital perekonomian Suriah.

Berdasarkan keterangan Hekmat Aboukhater, aksi yang dimotori oleh Koalisi Lobi anti-Suriah tersebut, sebenarnya tidaklah berdiri sendiri dan berdasarkan prakarsa mereka sendiri. Ada seseorang di dalam gedung Capitol Hill (gedung kongres AS di Washington) yang menggerakkan kelompok tersebut seakan-akan mewakili 12 juta penduduk Suriah.

Hendrajit, Ppengkaji Geopolitik, Global Future Institute (GFI)

Hendrajit

Author

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

PreviousSistem Kolonialisme Gaya Baru dan Kontra SkemanyaNextPengerahan Sistem Rudal Jarak Menengah AS di Filipina Menciptakan Instabilitas di Asia Tenggara

More in Analysis

View all
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analysis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 August 2026 · 5 min read

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analysis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikHidupkan Kembali Geopolitik?

18 August 2026 · 10 min read

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

Most Read

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents