Tangan-Tangan Amerika: Kisah Operasi AS di Pelbagai Belahan Dunia

Menelusuri jejak operasi Amerika Serikat di berbagai kawasan dunia — dari agresi militer hingga perang ekonomi yang berlangsung tanpa satu peluru pun.
Buku ini berangkat dari sebuah catatan yang jarang diakui secara terbuka: dalam sejarah perang modern, Amerika Serikat memegang rekor tertinggi sebagai negara agresor. Merujuk William Blum dalam Killing Hope: U.S. Military and CIA Interventions Since World War II, para penulis mengingatkan bahwa sejak memproklamasikan kemerdekaannya pada 1776, AS terus melancarkan arus tetap pertempuran — sembilan perang besar dan lebih dari dua ratus penyerbuan angkatan bersenjata.
Namun kekuatan utama buku ini justru terletak pada babak yang lebih senyap. Hendrajit dan para kontributornya menaruh perhatian pada perang ekonomi: bentuk peperangan yang berlangsung tenang, nyaris tanpa gegap gempita, tetapi memiliki daya rusak yang setara dengan operasi militer. Peperangan semacam ini dilancarkan untuk melumpuhkan lawan tanpa meletuskan sebutir peluru pun.
Pada tingkat yang paling ekstrem, tulis mereka, perang ekonomi menunjukkan daya hancur yang tak ubahnya bom nuklir — ia melemahkan rakyat dan melumpuhkan infrastruktur secara perlahan. Justru karena tidak terlihat sebagai kekerasan, korbannya kerap tidak menyadari sedang berada dalam sebuah medan pertempuran.
Bagi pembaca Indonesia, nilai buku ini terletak pada refleksinya. Para penulis tidak berhenti pada kritik terhadap kekuatan asing, melainkan menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kemandirian dalam merumuskan politik luar negeri yang benar-benar berpijak pada kepentingan nasional.
Yudi Kobo
Redaktur The Global Review.


