About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analysis

Terpilihnya Indonesia Sebagai Auditor Eksternal, Momentum Mendorong OPCWOPCW Lebih Independen, Netral dan Obyektif

Hendrajit

Hendrajit·3 June 2025·3 min read

Share
Terpilihnya Indonesia Sebagai Auditor Eksternal, Momentum Mendorong OPCW Lebih Independen, Netral dan Obyektif

Ada berita menggembirakan bagi Indonesia pada saat mengikuti pertemuan negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Penghapusan Senjata Kimia atau Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) di Den Haag, Belanda, 25-29 November 2024 lalu. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terpilih menjadi pemeriksa eksternal pada OPCW. Berarti, sebagai auditor eksternal OPCWl, BPK akan mengaudit operasional keuangan dan administrasi OPCW untuk tahun anggaran 2027-2029.

Bagi Indonesia, terpilihnya BPK sangat membanggakan bukan sekadar mendapat apresiasi dalam kinerja BPK dalam audit internasional. Melainkan juga karena mendapat kehormatan ikut serta dalam OPCW. OPCW merupakan organisasi yang dibentuk pada 1997 berdasarkan konvensi internasional untuk pelarangan penggunaan senjata kimia. OPCW bermarkas di Den Haag dan punya kewenangan untuk mengawasi pelaksanaan konvensi tersebut dan memastikan bahwa negara-negara pihak mematuhi komitmen mereka dalam menghapus senjata kimia.

Ini merupakan isu strategis penting yang harus menjadi fokus perhatian pemerintah Indonesia, utamanya BPK yang mana Indonesia telah  terpilih menjadi pemeriksa eksternal pada OPCW. Apalagi pada 14 Februari 2025 lalu, OPCW telah  telah mengirimkan kepada Ukraina laporan mengenai Kunjungan Bantuan Teknis (TAV) kedua menyusul tiga insiden terpisah yang diduga terkait penggunaan bahan kimia beracun sebagai senjata. Ini merupakan laporan OPCW yang kali kedua. Laporan pertama dirilis pada November 2024.

Baca juga:

OPCW issues report on second Technical Assistance Visit to Ukraine following three incidents of alleged use of toxic chemicals as a weapon

Sayangnya, laporan OPCW sarat motivasi politik, padahal baik Rusia maupun Ukraina sebagai para pihak yang bersengketa telah saling menuduh dan saling melaporkan telah menggunakan senjata-senjata kimia kepada OPCW. Akar penyebabnya para ahli yang dalam misi kunjungan ke Ukraina sebagai Tim Bantuan Teknis (TAV) dinilai tidak netral dan independent dalam melakukan proses pengumpulan dokumentasi dan berkas digital, maupun ketika menerima sembilan sampel lingkungan yang dikumpulkan oleh Ukraina.

Terlepas dari kontroversi terkait laporan OPCW, Direktur Jenderal OPCW Arias menyatakan keprihatinan yang mendalam atas temuan tersebut, dengan menyatakan: “Laporan ini menandai kasus kedua yang dikonfirmasi tentang granat pengendali huru-hara yang ditemukan di garis konfrontasi di wilayah Dnipropetrovsk, yang selanjutnya menggarisbawahi urgensi untuk mempertahankan dan menegakkan prinsip-prinsip Konvensi Senjata Kimia. Sehingga  dari sebelumnya, saat ini sangatlah penting untuk menegakkan norma global terhadap senjata kimia dan perlu tindakan yang lebih keras dan tegas dalam menegakkan larangan penggunaan senjata-senjata kimia tersebut.

Sekadar informasi latarbelakang, Sekretariat Teknis OPCW telah memantau situasi di wilayah Ukraina sejak dimulainya perang pada Februari 2022 terkait dengan tuduhan penggunaan bahan kimia beracun sebagai senjata.

Sebagai badan pelaksana Konvensi Senjata Kimia, OPCW, dengan 193 Negara Anggota, mengawasi upaya global untuk melenyapkan senjata kimia secara permanen. Sejak Konvensi mulai berlaku pada tahun 1997, ini adalah perjanjian pelucutan senjata paling sukses yang melenyapkan seluruh kelas senjata pemusnah massal.

Dengan itu, sudah seharusnya OPCW bersikap lebih independent, netral dan obyektif. Maka terkait hal tersebut, terpilihya Indonesia sebagai auditor eksternal OPCW diharapkan dapat menciptakan atmosfer dan suasana baru yang kondusif untuk terciptanya OPCW yang independent, netral dan obyektif. Apalagi ketika harus menghadapi baku tuduh dan baku tuding antara Rusia dan Ukraina yang kebetulan hingga kini masih terlibat dalam konflik bersenjata.

Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, Global Future Institute (GFI)

Hendrajit

Author

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

PreviousKriminalisasi Versus Babat AlasNextMenuding Negara-Negara Mitra Dagangnya Curang, Hanya Dalih Untuk Melanggengkan Hegemoni Ekonomi Global AS

More in Analysis

View all
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analysis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 August 2026 · 5 min read

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analysis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikGeopolitik?

18 August 2026 · 10 min read

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

Most Read

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents