Anak Sekarang Tidak Suka Baca Buku


Siapa bilang? Saya tidak pernah memercayai sepenuhnya bahwa dunia digital melenyapkan sama sekali habit manusia membaca buku. Di Bubur Corner Kemang, 2009, beberapa kali kami mendiskusikan ini. Tanpa sadar kegiatan itu dimanfaatkan oleh Jakarta News menjadi ajang riset mereka.
Kalau itu terjadi tidak ada yang aneh di situ. Masalahnya, jangan langsung membuat simpulan bahwa Anak-Anak Tidak Suka Membaca Buku lebih karena menyukai Informasi Online.
Dan benar, sampai saat ini dunia kertas belum juga sepenuhnya binasa. Bahkan, di beberapa Negara budaya buku masih hidup. Bisnis buku sangat menguntungkan. Juga di Indonesia, para penerbit muda bermunculan. Mereka hadir menjadi ‘para sultan’ baru.
Beberapa Toko Buku Gramedia menyambut gejala ini dengan mengubah outlet-nya menjadi Perpustakaan dan Cafe. Anima masyarakat sangat baik.
Kadang kita latah terhadap giringan opini dari pihak lain. Penjual Baso yang lewat. Tanpa lebih dulu membaca anatomi masalah secara baik, baru kemudian membuat simpulan – meskipun bersifat spekulatif.
Orang tua yang suka bilang anaknya tidak suka membaca buku hanya membuktikan bahwa dirinya, mereka, para orang tua itulah, yang tidak suka baca BUKU.
Joko Koentono, Pegiat dan Penekun Sosial-Budaya. Tinggal di Jakarta

Rusman
Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.


