About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analysis

Demo 27 AgustusDemo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan

Hendrajit

Hendrajit·27 August 2026·2 min read

Share
Demo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan

Ada satu hal yang menarik untuk dicermati di balik hiruk-pikuk aksi demonstrasi 27 Agustus: apakah seluruh tuntutan yang dibawa benar-benar lahir dari kepentingan rakyat, atau ada kepentingan politik tertentu yang ikut menungganginya?

Demonstrasi adalah hak warga negara. Kritik terhadap pemerintah juga merupakan bagian penting dari demokrasi. Karena itu, aksi 27 Agustus tidak semestinya langsung dicap sebagai gerakan politik tertentu hanya karena membawa isu yang berpotensi menekan pemerintah.

Ambil contoh RUU Perampasan Aset. Bagi masyarakat awam, ini memang bukan isu yang sehari-hari mereka rasakan secara langsung seperti harga sembako, biaya berobat, pendidikan, lapangan pekerjaan, atau daya beli yang semakin tertekan. Tetapi bukan berarti RUU Perampasan Aset tidak menyangkut kepentingan rakyat. Pemberantasan korupsi dan pengembalian aset hasil kejahatan pada akhirnya juga berkaitan dengan kepentingan publik.

Memang beredar dugaan adanya kesepakatan politik tertentu antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto, termasuk mengenai batas waktu atau pembagian kekuasaan. Namun, sejauh ini belum ada bukti publik yang cukup untuk memastikan adanya perjanjian tertulis bahwa Prabowo harus mundur setelah dua tahun. Karena itu, hal tersebut lebih tepat ditempatkan sebagai dugaan yang masih perlu dibuktikan.

Dari sinilah muncul pertanyaan politik yang menarik. Jika benar terdapat kesepakatan tertentu dan kemudian salah satu pihak tidak menjalankannya, mungkinkah tekanan politik digunakan untuk memaksa perubahan sikap? Dalam konteks ini, aksi 27 Agustus tentu menarik untuk diamati.

Namun, terlalu jauh jika langsung menyimpulkan bahwa demonstrasi tersebut merupakan operasi Joko Widodo untuk menekan Prabowo. Belum ada bukti yang cukup untuk membuat kesimpulan sejauh itu.

Yang lebih masuk akal untuk dicermati adalah kemungkinan terjadinya penunggangan kepentingan. Sebab, demonstrasi bukanlah ruang yang steril dari kepentingan politik. Berbagai kelompok dapat hadir dengan agenda yang berbeda, dan isu yang legitimate di mata publik dapat sekaligus dimanfaatkan oleh kelompok yang memiliki kepentingan politik tertentu.

Karena itu, persoalannya bukan apakah isu tersebut “isu rakyat” atau “isu elite”. Pertanyaan yang lebih penting adalah: siapa yang mengangkat isu itu, untuk kepentingan apa, dan siapa yang paling diuntungkan secara politik dari momentum tersebut?

Maka, daripada buru-buru menyimpulkan bahwa demo 27 Agustus sepenuhnya merupakan gerakan rakyat atau sebaliknya sepenuhnya merupakan operasi kelompok politik tertentu, lebih sehat jika kita melihatnya sebagai ruang pertemuan berbagai kepentingan.

Di dalamnya bisa ada keresahan rakyat yang genuine, ada tuntutan kebijakan yang memang legitimate, dan pada saat yang sama sangat mungkin ada kelompok politik yang mencoba mengambil keuntungan dari momentum tersebut.

Pada akhirnya, yang harus dibuktikan bukan sekadar “siapa yang berdemo”, tetapi juga siapa yang menginisiasi, mengorganisasi, membiayai, mengarahkan isu, dan siapa yang memperoleh keuntungan politik dari aksi tersebut.

Di situlah publik dapat membedakan antara gerakan rakyat yang autentik dengan gerakan yang sekadar menggunakan keresahan rakyat sebagai kendaraan menuju kepentingan politik tertentu.

M Arief Pranoto, Pengiat Geopolitik Global Future Institute (GFI)

Hendrajit

Author

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

NextAntara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

More in Analysis

View all
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analysis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 August 2026 · 5 min read

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analysis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikHidupkan Kembali Geopolitik?

18 August 2026 · 10 min read

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

Most Read

  1. 01Demo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan
  2. 02Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  3. 03Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  4. 04Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  5. 05Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents