About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Geopolitics

Jose Rizal, Ho Chi Minh dan Deng XiaopingDeng Xiaoping Dibentuk oleh Ruang Geografis Politis Kota Paris

Rusman

Rusman·26 December 2025·1 min read

Share
Jose Rizal, Ho Chi Minh dan Deng Xiaoping Dibentuk oleh Ruang Geografis Politis Kota Paris

Geopolitik salah satu segi terpentingnyq adalah sebagai tempat atau ruang geografis yang secara tak kasatmata. Kerap menguarkan udara intelektual dan spiritual yang khas sesuai karakteristik geografisnya sehingga sewaktu-waktu bisa menyebabkan ledakan politik yang tak terduga melalui pemikiran atau gagasan seseorang.

Dengan itu pula ruang geografis-politis berupa kota kerap membentuk kesadaran dan wawasan khas para tokoh pergerakan kemerdekaan nasional. Salah satunya, Bapak bangsa Filipina. Sewaktu Jose Rizal kuliah di Madrid, meski menyadari negerinya sedang dijajah Spanyol, namun Rizal menganggap semenanjung Spanyol itu tetap aja hebat dan mentereng. Sehingga selama di Madrid Rizal sama sekali tidak memperoleh pencerahan kecuali berhasil menggondol gelar doktor filsafat dan sastra pada 1885.

Namun begitu liburan ke Paris pada 1883, dua tahun sebelum lulus kuliah, barulah ia menyadari betapa terbelakangnya Spanyol sebagai kekuatan imperial di bidang ekonomi, keilmuan, industri, pendidikan, kebudayaan dan politik. Yang serentak dengan itu pula, menyadari bahwa keterbelakangan Spanyol selaku penjajah membentuk pula corak kolonialismenya di bumi Filipina. Kolonialisme buah persekutuan busuk kaum-kaum borjuis kapitalis, kaum feodal aristokrasi, militer dan elit agama konservatif nan reaksioner.

Sepertinya bukan kebetulan kalau Rizal bukan satu satunya yang tercerahkan secara intelektual dan kemudian membuat sejarah ketika bermukim di Paris. Seperti Simon Bolivar, Bapak bangsa Venezuela yang kelak menginspirasi Hugo Chavez ketika terpilih sebagai presiden pada 1998. Ho Chi Minh pemimpin pergerakan kemerdekaan Vietnam. Dan yang tak kalah spektakuler, Deng Xiaoping, Bapak modernisasi Cina yang kisah suksesnya masih berlanjut di era Xi Jinping sekarang.

Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, Global Future Institute (GFI)

Rusman

Author

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousBab El-Mandeb dan Ambisi Israel: Mengapa Somaliland menjadi PentingNextKe Mana Trump Corollary Melaut dan Berlabuh?

More in Geopolitics

View all
Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analysis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikHidupkan Kembali Geopolitik?

18 August 2026 · 10 min read

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

Program Nuklir AS-Arab Saudi Memantik Destabilisasi Kawasan Timur Tengah
Analysis

Program Nuklir AS-Arab Saudi Memantik Destabilisasi Kawasan Timur TengahTimur Tengah

13 August 2026 · 4 min read

Most Read

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents