About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Science & Tech

Maraknya S-CommerceS-Commerce, Tips Belanja Online Aman di Media Sosial Saat Lebaran

Rusman

Rusman·26 March 2025·3 min read

Share
Maraknya S-Commerce, Tips Belanja Online Aman di Media Sosial Saat Lebaran

Puncak belanja akan tiba di musim lebaran, Kaspersky menghimbau konsumen di Indonesia untuk tetap berhati-hati dengan jebakan penawaran menarik di media sosial

Menjelang lebaran, tren belanja daring cenderung meningkat dan ini menjadi peluang bagi para pelaku bisnis untuk memaksimalkan usahanya dan konsumen pun cenderung meningkatkan pola konsumsinya, tidak terkecuali di Indonesia.

Salah satu platform belanja daring yang paling mencolok saat ini adalah social commerce (s-commerce) yang kian populer. Data Statista memproyeksikan pendapatan dari social commerce akan mencapai 22% dari seluruh transaksi e-commerce pada tahun 2028.

Berdasarkan hasil survei, 60% masyarakat Indonesia merasa puas dan akan terus menggunakan s-commerce, sementara 40% lainnya masih menunggu pembaruan fitur menarik dari s-commerce. Hal ini merupakan hasil survei terkait jenis s-commerce yang paling banyak mereka gunakan untuk berbelanja, antara lain TikTok, Instagram, dan Facebook.

Namun, tren ini juga diiringi dengan risiko keamanan. Misalnya, data terbaru Kaspersky menunjukkan bahwa pengguna TikTok juga menjadi sasaran. Penipu membuat halaman TikTok Shop palsu untuk mencuri kredensial penjual, yang berpotensi menimbulkan kerugian reputasi dan finansial.  Faktanya, skema penipuan melalui platform ini juga menyasar pengguna di Indonesia.

Selain itu, pada tahun 2024, teknologi anti-phishing Kaspersky mendeteksi lebih dari 8 juta upaya phishing yang menargetkan pengguna Indonesia. Sebanyak 8.199.021 deteksi phishing berhasil dicegah Kaspersky selama tahun 2024 di dalam negeri.

“Era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam metode berbelanja. Kini, masyarakat tidak hanya berbelanja di toko fisik atau pasar tradisional, tetapi juga melalui media sosial. Kami mengapresiasi pemerintah dalam negeri yang juga memprioritaskan pemantauan tren e-commerce ini. Belanja online dan pembayaran elektronik menjadi bagian penting dari aktivitas perayaan populer. Oleh karena itu, kami menghimbau masyarakat Indonesia untuk waspada terutama terhadap pengumuman penjualan yang disampaikan melalui email, pesan teks, postingan media sosial, atau bahkan panggilan telepon. Ancaman dapat datang dari mana saja, tetapi kita dapat melindungi diri dengan kewaspadaan dan solusi keamanan yang kuat yang terpasang di perangkat kita,” kata Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.

Untuk terhindar menjadi korban penipuan phishing di media sosial selama berbelanja online di Hari Raya Idul Fitri, Kaspersky menyarankan pengguna untuk:

  • Jangan sekali-kali mengklik tautan mencurigakan yang dikirimkan kepada Anda melalui media sosial, teks, SMS, aplikasi messenger, atau platform lainnya
  • Kenali saluran komunikasi resmi bank digital Anda. Penting untuk mengidentifikasi saluran komunikasi resmi lainnya seperti media sosial, situs web, email, dan WhatsApp dari bank digital yang Anda gunakan, untuk menghindari penipuan yang meniru bank terkait
  • Berbelanja di situs yang aman. Cari alamat URL yang dimulai dengan https://, bukan http://. Cari juga gembok tertutup pada bilah alamat peramban web – dengan mengeklik atau mengklik dua kali, Anda akan dapat melihat detail keamanan situs tersebut.
  • Kelola dan lindungi kata sandi daring Anda. Menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun daring merupakan salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk belanja daring yang aman. Anda dapat menggunakan pengelola kata sandi untuk membantu menjaga kata sandi yang kuat pada beberapa akun.
  • Berhati-hatilah terhadap jenis informasi yang diminta. Jangan berikan informasi lebih dari yang diperlukan untuk menyelesaikan pembelian Anda. Jangan pernah membagikan informasi pribadi melalui telepon kecuali Anda yang menelepon, dan jangan pernah membalas permintaan informasi pribadi yang tidak diminta (terutama kata sandi, nomor kartu kredit atau rekening bank).
  • Gunakan VPN. Jika Anda benar-benar harus berbelanja daring saat menggunakan Wi-Fi publik, pasang solusi VPN (jaringan pribadi virtual) terlebih dahulu.
  • Cetak dan simpan catatan transaksi daring. Baca semua laporan transaksi dengan saksama saat Anda menerimanya dan periksa apakah ada tagihan yang tidak sah. Jika ada yang tidak biasa, segera laporkan.
  • Gunakan solusi keamanan yang komprehensif: Perangkat lunak keamanan siber yang andal, seperti Kaspersky Premium, dapat memblokir situs phishing dan mencegah infeksi malware.
Rusman

Author

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousWaspada Serangan Ransomware Melalui Kamera IPNextIlusi Digital: Generasi Milenial dan Risiko Kepercayaan Onlinenya

More in Science & Tech

View all
Chatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum
Culture

Chatbot AIChatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum

15 July 2026 · 6 min read

140 Juta Upaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI
Science & Tech

140 Juta Upaya PhishingUpaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI

9 July 2026 · 3 min read

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026
Science & Tech

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia TenggaraAsia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026

6 July 2026 · 3 min read

Most Read

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents