About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analysis

Membaca Kebakaran di Los AngelesLos Angeles dari Perspektif Musibah

Rusman

Rusman·14 January 2025·3 min read

Share
Membaca Kebakaran di Los Angeles dari Perspektif Musibah
Tampaknya, ada 2 (dua) perspektif yang menonjol dalam diskusi di publik terkait kebakaran yang melanda Los Angeles (LA), California, Amerika Serikat (AS). Pertama, faktor fisik. Kedua, nonfisik alias faktor spiritual. Sebenarnya ada faktor ketiga yakni teori konspirasi yang mengatakan bahwa LA sengaja dibakar oleh kaum pemilik modal karena hendak didirikan Smart City di LA pada 2028-an, namun abaikan dahulu teori tersebut sebab terlalu mengada-ada. Lebay. Kita fokus pada dua perspektif di atas tadi, yakni fisik dan spiritual (nonfisik). Kecenderungan sisi fisik membahas perihal kelalaian manusia dan faktor alam semacam efek rumah kaca, contohnya, atau “puntung rokok”, LA tengah dilanda kekurangan air, dan yang paling logis ialah faktor Angin Santa Ana, yakni jenis angin kering dan panas yang terjadi di wilayah barat daya AS, terutama di California. Angin ini terbentuk ketika udara bergerak dari wilayah pegunungan ke dataran rendah dan dipanaskan serta dikompresi saat turun. Angin Santa Ana dapat meningkatkan suhu udara dan menyebabkan kelembaban relatif rendah yang sering kali memicu kebakaran hutan. Angin ini juga dapat menyebabkan gangguan cuaca dan memengaruhi kualitas udara. Itu sisi fisik. Sedangkan sisi spiritual selalu dikaitkan dengan azab-Nya, kenapa? Viral Donald Trump mengancam akan me-“neraka”-kan Gaza bila Hamas tak segera melepaskan tawanannya sebelum ia dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari nanti. Apa yang terjadi setelahnya? Usai Trump mengancam, tiga hari kemudian LA justru terbakar hebat laksana neraka! Tak pelak, kedua perspektif tadi (fisik dan spiritual) bertarung di permukaan baik melalui elektronika, media mainstream, offline, khususnya pertarungan netizen dua pihak yang berseberangan di media sosial. Catatan ini tidak membahas hal-hal yang sudah berserak di lapangan tentang kerugian material, misal, atau korban jiwa, ataupun tak hendak membandingan nasib Gaza dan LA dan lain-lainl. Namun, langsung menukik sesuai perspektif tulisan ini yakni musibah. Ya. Dalam hidup dan kehidupan, apapun musibah —peristiwa yang menyedihkan— selalu berangkat dari empat hal alias faktor, antara lain: 1. Faktor kelalaian; 2. Azab; 3. Durhaka/kualat; 4. Faktor roh. Secara umum, faktor pertama (kelalaian) adalah sisi fisik dan logika. Sedangkan faktor kedua (azab), ketiga (durhaka) dan keempat (faktor roh) ialah faktor nonfisik alias spiritual. Ketika anak manusia atau sekelompok manusia tertimpa hal-hal menyedihkan seperti ditabrak mobil, atau rumahnya kebakaran, sakit, dan lain-lain biasanya selalu dihubungkan, “Wah, saya lagi diuji. Dapat ujian dari-Nya!”. Inilah perilaku dan sikap mengkambinghitamkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Sah-sah saja. Akan tetapi, tatkala ditelisik bahwa mereka lalai mematikan kompor, atau tidak hati-hati dalam menyeberang jalan, tapi Tuhan terlanjur dijadikan kambing hitam. Sikap ini menggejala pada “komunitas agamis” yang lebih mengkedepankan rasa daripada logika. Kenapa? Agama itu logika, tetapi logika belum tentu agama. Ada hukum sebab akibat, bahkan hukum tanda-tanda sebagai indikator yang dapat dikaji secara akal sehat. Dengan kata lain, selama tidak ada fenomena yang unik dan ganjil dalam hukum sebab akibat, atau tanda-tanda, sebuah musibah tak boleh digebyah-uyah sebagai “ujian-Nya”. Itu sikap mengkambinghitamkan Tuhan. Tak elok. Pertanyaan pamungkas, “Dalam musibah di LA, adakah fenomena ganjil mendominasi sebagai penyebab dan tanda-tanda sebelum kejadian, saat kejadian dan sesudah kejadian?” Nah, interaksi sebab akibat dan hukum tanda-tanda inilah yang perlu didiskusikan di publik untuk menarik kesimpulan tentang musibah di LA, California. Terima kasih. M Arief Pranoto, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)
Rusman

Author

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousMenjerat Elang, Menjebak Naga! (Bagian-1)NextKemana “Isu OCCRP” Akan Berlabuh di Indonesia?

More in Analysis

View all
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analysis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 August 2026 · 5 min read

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analysis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikHidupkan Kembali Geopolitik?

18 August 2026 · 10 min read

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

Most Read

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents