About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analysis

Pilpres 2029Pilpres 2029: Perebutan Senyap Dua Mesin Suara Paling Strategis

Rusman

Rusman·9 June 2026·3 min read

Share
Pilpres 2029: Perebutan Senyap Dua Mesin Suara Paling Strategis

MBG dan KDMP — Dua Instrumen yang Bisa Menentukan Arah Kekuasaan

Jika berbicara tentang Pilpres 2029, selama ini perhatian publik masih tertuju pada figur calon presiden, dan/atau siapa partai politik pengusungnya. Padahal, dalam politik modern, yang kerap lebih menentukan bukanlah figur semata, tetapi siapa yang menguasai jaringan hingga ke akar rumput.

Dalam konteks itulah, muncul dua instrumen yang layak dicermati sejak sekarang, yakni: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Keduanya (MBG dan KDMP) bukan sekadar program pemerintah. Ya. Keduanya berpotensi menjadi infrastruktur sosial-politik yang menjangkau langsung ke masyarakat desa, keluarga, kelompok usaha kecil, hingga komunitas lokal di seluruh Indonesia.

Bila dikelola secara konsisten selama lima tahun ke depan, MBG dan KDMP dapat membentuk jaringan sosial yang sangat luas, militan, bahkan melampaui kemampuan partai politik konvensional.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, “Siapa yang pada akhirnya akan mengendalikan jaringan tersebut?”

De Jure Prabowo, De Facto Siapa?

Secara formal (de jure), pemerintahan saat ini berada di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, publik dengan mudah berasumsi bahwa seluruh program strategis nasional otomatis menjadi instrumen politik yang berada dalam kendali penuh Prabowo dan kelompoknya. Namun, politik Indonesia tidak pernah sesimpel itu.

Pemerintahan hari ini juga diisi oleh banyak figur, birokrat, relawan, dan operator politik yang tumbuh pada era Joko Widodo. Sebagian tetap bertahan dalam struktur kekuasaan, sebagian lain berada di lingkar luar, tetapi masih memiliki akses terhadap jaringan yang dibangun selama satu dekade terakhir.

Di sinilah muncul pertanyaan yang menarik: apakah MBG dan KDMP pada akhirnya akan menjadi basis konsolidasi politik Prabowo menjelang 2029, atau justru menjadi arena perebutan pengaruh antara jaringan Prabowo dan jaringan yang masih memiliki kedekatan dengan Jokowi?

“Pertempuran Belum Terlihat”

Kontestasi politik besar jarang dimulai dari panggung terbuka. Ia biasanya diawali melalui perebutan posisi, pengaruh, dan kendali atas institusi. Karenanya, berbagai peristiwa politik dan hukum yang terjadi beberapa waktu terakhir sering dibaca oleh sebagian pengamat sebagai bagian dari dinamika konsolidasi kekuatan menjelang 2029. Bukan karena ada bukti bahwa lembaga penegak hukum bekerja atas perintah politik tertentu, melainkan karena setiap tindakan terhadap figur-figur yang memiliki posisi strategis selalu menimbulkan implikasi politik.

Makanya Hendrajit, yang bersama saya menulis buku Perang Asimetris dan Skema penjajahan Gaya Baru, mengingatkan khalayak, perhatian publik seharusnya tidak berhenti pada penangkapan Kepala BGN dan dua wakilnya oleh Kejagung RI serta penangkapan Wakil Menteri Imigrasi oleh KPK. Tapi, tanyakan apa yang lumpuh gegara penangkapan Kepala BGN dkk.

“Nah, itu baru membaca koridor, bukan hanya melihat panggungnya”, ucap Hendrajit. Sejak awal, melihat kasus BGN bukan semata perkara korupsi. Korupsi hanya cangkangnya. Yang dibongkar bisa jadi lebih besar, yakni gerakan bawah tanah, sabotase struktural, bahkan upaya makar,” katanya.

Pertanyaan menggelitik muncul, “Apakah benar ada pertarungan dua poros besar di balik layar?”

Memang masih terlalu dini untuk menyimpulkan. Namun, auranya telah bisa dirasakan bersama. Satu hal yang sulit dibantah: siapa pun yang berhasil menguasai dan mengonsolidasikan jaringan MBG serta KDMP dalam lima tahun ke depan niscaya bakal memiliki modal politik yang luar biasa besar.

Kunci Pertarungan 2029 Ada di Desa

Pilpres 2029 kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh perang narasi di media sosial atau popularitas figur semata. Pertarungan sesungguhnya bisa jadi berlangsung di tingkat desa, melalui jaringan distribusi program, koperasi, kelompok masyarakat, pelaku UMKM, dan komunitas penerima manfaat yang terhubung secara langsung dengan negara.

Oleh sebab itu, MBG dan KDMP layak dilihat bukan hanya sebagai program pembangunan, tetapi juga sebagai aset politik jangka panjang yang potensial membentuk peta kekuasaan nasional.

Pertanyaan besarnya bukan lagi siapa yang akan maju pada 2029. Pertanyaan yang jauh lebih penting ialah, “Siapa yang sejak hari ini berhasil membangun kendali atas jaringan yang menjangkau rakyat hingga ke tingkat paling bawah?”

Di Bumi Pertiwi ini, masih banyak tamu tak diundang di antara rerumpun kembang sore dan bunga-bunga sedap malam.

M Arief Pranoto, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)

Rusman

Author

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousKerja Sama Strategis Indonesia-Rusia Dalam Bidang Pertanian, Alternatif Terhadap Pemasok Tradisional Blok-BaratNextMasalah Senjata Kimia Suriah Warisan Bashar Al Assad Memasuki Fase Yang Semakin Dinamis

More in Analysis

View all
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analysis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 August 2026 · 5 min read

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analysis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikHidupkan Kembali Geopolitik?

18 August 2026 · 10 min read

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

Most Read

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents