About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analysis

Prabowo Harus Belajar Dari Iran Bermain Di Antara Dua KarangDua Karang

Rusman

Rusman·16 April 2024·2 min read

Share
Prabowo Harus Belajar Dari Iran Bermain Di Antara Dua Karang

Iran membalas Israel dengan serangan militer masif langsung dari teritorialnya. Serangan Iran mendapat kecaman dari negara-negara blok Barat seperti AS, Inggris, Prancis, plus Korea Selatan dan Jepang. Sementara blok Timur seperti Rusia, Cina, Korea Utara, Brazil, Afrika Selatan, dan Venezuela membenarkan alasan Iran. Ini menarik melihat bagaimana blok-blok ekonomi (EU-OECD-G7) versus BRICS mulai melibatkan diri secara terbuka dalam dukung-mendukung konflik bersenjata.

Yang cukup menarik adalah bagaimana Iran menempatkan diri . Sejak revolusi Iran lebih dari 4 dekade lalu maka ini adalah aksi pertama Teheran menyerang ke dalam wilayah dan sasaran militer Israel langsung dari Iran. Sebelumnya mereka sekadar menggunakan janji ancaman atau serangan melalui pihak ketiga (proxy) kepada target-target Israel. Baik Cina dan Rusia biasanya mengambil langkah sama atau netral seperti blok AS, Inggris, dan Prancis dalam Konsil Keamanan PBB. 

Apa yang dilakukan Iran adalah membuat sebuah aturan permainan baru atau ROE (Rule of Engagement) baik kepada kawan dan juga lawan mereka. Bahwa mereka mempunyai kemampuan melakukan penggentaran kepada lawan. Tidak ada yang dapat memprediksi bila besok Iran menggunakan hulu ledak yang lebih destruktif dengan sasaran acak non militer yang dapat membuat kawasan terbakar bila konflik terbuka terjadi. Blokade laut Yaman di Laut Merah sudah sangat merepotkan, bagaimana bila Iran menutup lalu lintas Teluk Persia.

Meskipun begitu orang Iran adalah bangsa pedagang, mereka orang yang rasional dan bisa diajak berdiplomasi. Ketika para bazariah dan ulama melakukan revolusi 1978 dengan mendukung Khomeini menggulingkan Syah Iran namun mereka tetap menjaga persatuan dengan kelompok pasdarannya (elit militer pendukung Syah). Artinya orang Iran adalah orang yang pandai berhitung untung rugi dan tahu kapan mendorong kapan menarik.

Mereka faham kapan memainkan kepentingan nasionalnya.

Capres Prabowo mesti pandai belajar dari Iran bagaimana membawa Indonesia di antara dua karang.

Konflik dan perubahan struktur ekonomi politik dunia sedang berpindah dari barat ke timur. Ini tentu tidak disukai mereka yang akan kehilangan peran hegemoniknya.

Andi Hakim, pemerhati Sosial-Politik, alumni ITB dan Lee Kuan Yew School of  Public Policy

Rusman

Author

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousPakta Militer JAPHUS dan AUPHUS: Bisa Meningkatkan Eskalasi Ketegangan dan Perlombaan Senjata di Asia TenggaraNextPeople Power dan Wal Ashri

More in Analysis

View all
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analysis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 August 2026 · 5 min read

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analysis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikHidupkan Kembali Geopolitik?

18 August 2026 · 10 min read

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

Most Read

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents