About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

International

Pusat Kajian Asia TengahKajian Asia Tengah – Bagian 1

Rusman

Rusman·14 June 2024·3 min read

Share
Pusat Kajian Asia Tengah – Bagian 1

Studi kawasan tentang Amerika, Eropa, Timur Tengah, Afrika, Rusia dan Cina banyak kita jumpai di Program Magister berbagai Universitas luar negeri maupun dalam negeri. Pada sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia, seperti UI, UGM, Unpad, Unair, Unbra, Undip, UIN Jakarta serta berbagai universitas swasta telah memiliki program studi S-1 Bahasa dan Kebudayaan besar dunia (Inggris, Perancis, Rusia, Jerman, China, Arab, dan Jepang). Sementara itu beberapa universitas juga telah menawarkan program Magister S-2 untuk Studi kawasan Amerika, Eropa, Timur Tengah dan Cina.

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) berani tampil beda dengan rencananya membuka Pusat Kajian Studi Wilayah Asia Tengah. Pada tanggal 28 Mei 2024, Kantor Urusan Internasional UPN Veteran Jakarta melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas dan menjaring masukan dalam rangka pendirian Pusat Kajian tersebut. Selain penulis, para narasumber yang dihadirkan pada FGD tersebut adalah Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia, Mr. Serzhan Abdykarimov, Direktur Eksekutif LP3ES Dr. Fahmi Wibawa, Diplomat Ahli Madya Kemlu Ahmad Ma’rufi, dan dosen FISIP UPNVJ Rizky Hikmawan S.IP, M.Si.

Dalam sambutannya mewakili Rekor UPNVJ, Kepala Kantor Urusan Internasional UPNVJ Dr. Bambang Susanto, MA mengatakan bahwa Negara-negara di kawasan Asia Tengah, yaitu Azerbaijan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan memiliki kekayaan sumber alam dan enerji yang melimpah, seperti minyak, gas, batubara, dan uranium. Wilayah ini juga memiliki potensi ekonomi serta corak ragam budaya yang dapat dikerjasamakan lebih erat lagi secara bilateral dengan Indonesia. Dalam hal ini UPNVJ telah merintis kerjasama di bidang pendidikan dengan Ablai Khan University, Almaty Kazakhstan.

Gambaran Umum Asia Tengah

Asia Tengah dengan total luas wilayah 4.090.051 km2, meliputi 6 (enam) negara yaitu: Azerbaijan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan. Negara-negara ini merupakan pecahan dari Uni Soviet yang secara serentak memproklamirkan kemerdekaannya pada tahun 1991. Letak geografisnya yang merupakan crossroad antara benua Asia dan Eropa, serta Sumber Daya Alam yang melimpah, utamanya minyak dan gas, tambang (uranium, emas, batu bara dll) telah menjadikan wilayah ini sebagai ajang perebutan kekuatan/pengaruh negara-negara besar.

Latar belakang sejarah dan peradaban Asia Tengah terbentuk dari percampuran berbagai budaya. Sejak sebelum Masehi wilayah ini menjadi persinggahan dan penaklukan pasukan/panglima besar, seperti bangsa Persia, Iskandar Agung dari Macedonia, bangsa Turki, pasukan kekhalifahan Arab, tentara Mongol, dan kekaisaran Tsar Rusia yang dilanjutkan dengan tentara Bolshevik Uni Soviet. Semangat masyarakat untuk kembali menjalankan syariat Islam sebagai agama mayoritas penduduk Asia Tengah mendapatkan perhatian dan pengaturan ekstra oleh pemerintah masing-masing terkait dengan kekhawatiran masuknya pengaruh paham radikal dan ekstrim yang berasal dari dalam maupun luar wilayah.

Sejak memproklamirkan sebagai negara merdeka, nasionalisme etnis mulai menguat pada masing-masing negara. Selain menggalakkan pemakaian bahasa lokal, jabatan-jabatan penting pemerintahan lebih banyak mengutamakan etnis (mayoritas) daripada kemampuan seseorang. Konflik horizontal berbasis primordial telah memperlambat pembentukan sebuah bangsa dalam suatu negara. Dalam keterlibatannya dengan masalah regional/internasional, selain dengan PBB dan OIC, negara-negara Asia Tengah secara bersama atau sebagian besar mereka menjadi anggota Commonwealth of Independent States (CIS), Shanghai Cooperation Organization (SCO), Conference on Interaction and Confidence Building Measures in Asia (CICA), dan Council of Turkic Speaking States.

Gagasan penyatuan ekonomi negara Asia Tengah dan sesama bekas Uni Soviet diwadahi dalam Commonwealth of Independent States (CIS), Eurasian Economic Community (EEC) hingga Eurasian Economic Union (EEU). Sebagai perluasan dari Customs Union yang beranggotakan Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kyrgyzstan, EEU juga mengadakan Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Ukraina, Uzbekistan dan Moldova. Sementara itu, Cina sebagai kekuatan raksasa Asia dan dunia melibatkan diri dalam perkembangan Asia Tengah melalui proyek Silk Road Economic Belt (SREB). Inisiatif ini diumumkan oleh Presiden Xi Jinping dalam kunjungan ke Kazakhstan pada September 2013 dimaksudkan untuk mengintegrasikan wilayah Asia dan Eropa melalui pembangunan infrastruktur sebagai lintas kegiatan ekonomi-perdagangan dan peradaban antara Cina-Asia Tengah-Asia Barat-Timur Tengah dan Eropa.

Bersambung ke Bagian-2

Mohamad Asruchin

Rusman

Author

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousPusat Kajian Asia Tengah – Bagian 2 (Habis)NextSurat Terbuka Kepada Duta Besar AS Untuk Malaysia: Segera Akhiri Dukungan Membabi-Buta Terhadap Aksi Genosida Israel

More in International

View all
Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

USAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia
Analysis

USAIDUSAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia

10 August 2026 · 6 min read

FPN: Indonesia Harus Hentikan Seluruh Hubungan dengan Israel
International

FPNFPN: Indonesia Harus Hentikan Seluruh Hubungan dengan Israel

8 August 2026 · 4 min read

Most Read

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents