About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Science & Tech

Serangan Spyware Terhadap Organisasi Indonesia Meningkat Pada Paruh PertamaParuh Pertama Tahun 2025

Rusman

Rusman·19 November 2025·3 min read

Share
Serangan Spyware Terhadap Organisasi Indonesia Meningkat Pada Paruh Pertama Tahun 2025

Dari Januari hingga Juni 2025, solusi perusahaan Kaspersky memblokir lebih dari 85 ribu (85.560) serangan spyware yang menargetkan berbagai organisasi di Indonesia, setara dengan rata-rata 475 serangan per hari. Data ini juga menunjukkan lonjakan sebesar 64,2% dibandingkan dengan 52.705 serangan pada periode yang sama tahun lalu.

Spyware B2B

Perusahaan keamanan siber global ini mencatat bahwa peningkatan tajam serangan spyware tertarget yang melanda dunia korporat di Indonesia merupakan peringatan bagi perusahaan-perusahaan di dalam negeri.

Spyware adalah jenis perangkat lunak yang diam-diam diinstal di komputer pengguna untuk mengumpulkan data mereka. Tidak seperti malware, spyware biasanya tidak merusak sistem operasi, program, dan berkas. Spyware berjalan di perangkat untuk memantau aktivitas (misalnya, pencatatan tombol, tangkapan layar). Spyware dapat diinstal secara daring, tetapi pengawasannya terjadi secara lokal.

Selangkah demi selangkah, spyware akan melakukan tindakan berikut di komputer atau perangkat seluler Anda:

  • Menyusup— melalui paket instalasi aplikasi, situs web berbahaya, atau lampiran berkas.
  • Memantau dan menangkap data— melalui penekanan tombol, tangkapan layar, dan kode pelacakan lainnya.
  • Mengirim data curian— ke pembuat spyware, untuk digunakan langsung atau dijual ke pihak lain.
  • Singkatnya, spywaremengomunikasikan informasi pribadi dan rahasia tentang Anda kepada penyerang.

Informasi yang dikumpulkan mungkin berisi laporan tentang kebiasaan penjelajahan daring atau aktivitas pembelian Anda, tetapi kode spyware juga dapat dimodifikasi untuk merekam aktivitas yang lebih spesifik.

Data yang disusupi oleh spyware sering kali mencakup pengumpulan informasi rahasia seperti:

  • Kredensial login —kata sandi dan nama pengguna
  • PIN akun
  • Nomor kartu kredit
  • Ketik keyboard yang dipantau
  • Kebiasaan penjelajahan yang dilacak
  • Alamat email yang dicuri

Beberapa tahun terakhir juga menunjukkan munculnya aktivitas spyware komersial, suatu bentuk “malware legal” yang dijual kepada pemerintahan dan penegak hukum, yang telah menjadi ancaman mendesak bagi berbagai organisasi di seluruh dunia.

Spyware komersial berfungsi seperti malware yang dikembangkan oleh perusahaan swasta, dirancang untuk memantau perangkat secara diam-diam dengan mencuri pesan, menyadap panggilan, melacak lokasi, dan menghapus jejak keberadaannya. Instalasinya sering kali mengeksploitasi kerentanan zero-click, yang berarti korban bahkan tidak perlu mengklik apa pun agar infeksi terjadi.

Pegasus adalah salah satu spyware paling terkenal. Spyware ini dikenal karena infeksi zero-click melalui iMessage, WhatsApp, dan platform lainnya, serta mampu melakukan pengawasan penuh terhadap perangkat, termasuk pesan, panggilan, dan lokasi. Pada tahun 2024, Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky (GReAT) telah menciptakan teknik ringan untuk menemukan jejak spyware iOS canggih seperti Pegasus, Reign, dan Predator dengan memeriksa Shutdown.log, sebuah jejak forensik yang sebagian besar luput dari perhatian pada masa itu.

“Di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi di berbagai sektor, spyware merupakan ancaman nyata yang dapat melumpuhkan kelangsungan bisnis di Indonesia. Serangan siber yang menggunakan spyware tidak hanya mencuri data, tetapi juga dapat secara diam-diam menyusup ke sistem penting dan infrastruktur nasional,” komentar Simon Tung, General Manager untuk ASEAN dan Negara Berkembang Asia (AEC) di Kaspersky.

“Ancaman spyware dapat berkisar dari gangguan kecil hingga kerugian finansial jangka panjang jika tidak ditangani dengan serius. Bagi sebuah organisasi, satu eksploitasi dari spyware dapat mengakibatkan kebocoran data, kerugian finansial, hilangnya kepercayaan klien, dan bahkan hancurnya reputasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, kami di Kaspersky menekankan pentingnya pendekatan keamanan siber yang proaktif dan berbasis intelijen ancaman untuk melindungi bisnis dan sistem vital negara dari risiko yang terus berkembang.” tambahnya.

Memastikan perlindungan penuh terhadap serangan spyware umumnya memiliki tantagan tersendiri, namun, organisasi setidaknya dapat mempersulit calon penyerang. Kaspersky menyarankan rekomendasi berikut:

  • Perbarui perangkat lunak secara berkala di semua perangkat Anda. Pertama dan terpenting: sistem operasi, peramban, dan aplikasi perpesanan
  • Jangan klik tautan yang mencurigakan— satu kunjungan ke situs web mungkin cukup untuk menginfeksi perangkat Anda
  • Gunakan VPN untuk menyamarkan lalu lintas internet Anda —ini akan melindungi Anda dari pengalihan ke situs berbahaya saat menjelajahi halaman HTTP
  • Nyalakan ulang perangkat secara berkala. Seringkali, spyware tidak dapat bertahan lama di sistem yang terinfeksi, jadi menyalakan ulang perangkat akan membantu menyingkirkannya
  • Pasang solusi keamanan yang andaldi semua perangkat Anda
  • Gunakan informasi Intelijen Ancamanterbaru untuk selalu waspada terhadap Taktik, Teknik, dan Prosedur (TTP) yang sebenarnya digunakan oleh pelaku ancaman.
Rusman

Author

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousKaspersky Memperingatkan Adanya Email Penipuan Mengaku Dari Peretas, Penegak Hukum, Bahkan “Hitmen”NextKaspersky: Sektor Keuangan Menghadapi Ancaman AI, Blockchain, dan Kejahatan Terorganisir Pada Tahun 2025

More in Science & Tech

View all
Chatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum
Culture

Chatbot AIChatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum

15 July 2026 · 6 min read

140 Juta Upaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI
Science & Tech

140 Juta Upaya PhishingUpaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI

9 July 2026 · 3 min read

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026
Science & Tech

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia TenggaraAsia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026

6 July 2026 · 3 min read

Most Read

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents