About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Science & Tech

Waspada Dark WebDark Web Menargetkan Para Pencari Kerja Muda

Rusman

Rusman·26 November 2025·4 min read

Share
Waspada Dark Web Menargetkan Para Pencari Kerja Muda

Kaspersky Digital Footprint Intelligence menyiapkan laporan baru berjudul “Inside the dark web job market: Their talent, our threat”. Terdapat peningkatan dua kali lipat jumlah resume dan lowongan kerja¹ yang diposting di forum gelap pada Q1 2024 dibandingkan dengan Q1 2023, dan angka ini tetap sama pada Q1 2025. Secara keseluruhan, pada tahun 2025, jumlah resume melebihi jumlah lowongan sebesar 55% hingga 45%, didorong oleh PHK global dan masuknya kandidat yang lebih muda. Distribusi usia di antara para kandidat menunjukkan rata-rata usia pencari kerja berada di umur 24 tahun, menandai kehadiran remaja yang signifikan.

Lowongan kerja yang ditemukan di dark web sebagian besar terkait dengan kejahatan siber atau aktivitas ilegal lainnya, meskipun beberapa posisi yang sah juga tersedia. Temuan Kaspersky menunjukkan adanya ekonomi bayangan di mana 69% pencari kerja tidak menentukan bidang yang disukai, secara terbuka mengisyaratkan bahwa mereka akan mengambil peluang apa pun selama itu berbayar– mulai dari pemrograman hingga menjalankan penipuan atau operasi siber berisiko tinggi. Peran TI yang paling banyak diminati yang diposting oleh pemberi kerja di dark web mencerminkan ekosistem kriminal yang matang:

  • Developer/pengembang (mencakup 17% lowongan) untuk membuat alat serangan;
  • Penguji penetrasi (12%) untuk menyelidiki kelemahan jaringan;
  • Money launderers/pencuci uang (11%) untuk membersihkan dana ilegal melalui transaksi berlapis;
  • Carder (6%) untuk mencuri dan memonetisasi data pembayaran;
  • Traffer (5%) untuk mengarahkan korban ke situs phishing atau unduhan yang terinfeksi.

Pola spesifik gender muncul dalam aplikasi khusus. Pelamar perempuan sebagian besar mencari peran interpersonal, termasuk posisi pendukung, pusat panggilan, dan asisten teknis. Sebaliknya, pelamar laki-laki lebih sering mengincar peran teknis dan kejahatan finansial– developer, kurir uang, atau pawang kurir.

Ekspektasi gaji sangat bervariasi berdasarkan spesialisasi. Insinyur balik (reverse engineer) mendapatkan kompensasi tertinggi, rata-rata lebih dari $5.000 per bulan, diikuti oleh penguji penetrasi dengan $4.000 per bulan dan developer dengan $2.000. Penipu cenderung menerima persentase tetap dari pendapatan tim. Money launderer (pencuci uang) rata-rata menerima 20%, sementara carder dan traffer masing-masing mendapatkan sekitar 30% dan 50% dari total pendapatan. Angka-angka ini mencerminkan premi pada keterampilan yang langka dan berdampak tinggi dalam ekosistem bayangan.

“Pasar kerja bayangan tidak lagi bersifat periferal; pasar ini menyasar para penganggur, anak di bawah umur, dan mereka yang berkualifikasi tinggi. Banyak yang datang dengan berpikir bahwa dark web dan ekosistem hukum pada dasarnya sama, lebih menghargai keterampilan yang terbukti daripada ijazah, bahkan dark web menawarkan beberapa keuntungan – seperti tawaran kerja dalam waktu 48 jam dan tanpa wawancara HR. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa bekerja di dark web dapat mengakibatkan hukuman penjara,” komentar Alexandra Fedosimova, Analis Jejak Digital di Kaspersky.

Anak muda yang mempertimbangkan pekerjaan di dark web harus menyadari bahwa pendapatan jangka pendek memiliki konsekuensi hukum dan reputasi yang tidak dapat diubah. Orang tua, pendidik, dan masyarakat didesak untuk segera melaporkan permintaan daring yang mencurigakan. Anak-anak harus terinformasi bahwa terdapat berbagai jalur pengembangan keterampilan dan karir di sektor teknologi yang sah, seperti keamanan siber. Simak proyek khusus Kaspersky What we should do with kids who hack, tentang bagaimana remaja dapat direhabilitasi dan diajarkan untuk menggunakan keterampilan mereka demi kebaikan.

Laporan lengkap akan tersedia di dfi.kaspersky.com

Kaspersky menawarkan beberapa rekomendasi untuk tetap aman.

Untuk Individu:

  • Jangan ikuti tautan ke halaman web yang tampak mencurigakan. Jangan pernah menanggapi tawaran “uang mudah” yang tidak diminta, terutama melalui Telegram atau forum yang kurang dikenal. Verifikasi keabsahan pekerjaan melalui saluran resmi.
  • Jika Anda berusia remaja – laporkan postingan yang mencurigakan kepada orang tua atau pihak berwenang. Gaji tinggi tidak sebanding dengan catatan kriminal.

Untuk Organisasi:

  • Melatih karyawan untuk mengenali phishing dan tautan mencurigakan.
  • Menerapkan pemantauan dark web untuk kredensial karyawan dan resume mantan staf. Latih departemen SDM untuk mendeteksi “pengalaman bayangan/shadow experience” dalam riwayat pelamar. Mewajibkan deteksi penipuan berlapis – money mule dan carder merupakan peran tingkat pemula dalam rantai serangan yang lebih besar.
  • Pemantauan berkelanjutan terhadap sumber daya dark web secara signifikan meningkatkan cakupan berbagai sumber potensi ancaman, dan memungkinkan pelanggan untuk melacak rencana dan tren pelaku ancaman dalam aktivitas mereka. Jenis pemantauan ini merupakan bagian dari layanan Digital Footprint Intelligence Kaspersky.
  • Menggunakan berbagai sumber informasi Threat Intelligence (dengan cakupan sumber daya web surface, deep web, dan dark web) untuk tetap waspada terhadap TTP aktual yang digunakan oleh pelaku ancaman.

Tentang Kaspersky Digital Footprint Intelligence

Kaspersky Digital Footprint Intelligence adalah layanan perlindungan risiko digital komprehensif yang membantu pelanggan memantau aset digital mereka dan mendeteksi ancaman dari Surface, Deep, dan Dark Web. Dengan peringatan real-time, Kaspersky Digital Footprint Intelligence memungkinkan organisasi untuk merespons potensi ancaman dengan cepat dan efektif. Laporan analitis melengkapi data ini dengan intelijen matang dari para ahli kami yang memberikan wawasan tentang risiko keamanan siber serta rekomendasi tentang cara memitigasinya.

Catatan kaki:

¹ Analisis ini didasarkan pada 2.225 postingan terkait pekerjaan – lowongan dan resume – yang dipublikasikan di forum dark web antara Januari 2023 hingga Juni 2025. Beberapa forum dan sumber daya yang diulas mungkin tidak lagi dapat diakses pada saat publikasi.

Rusman

Author

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousKaspersky Mengungkap Botnet “Tsundere” Yang Menargetkan Pengguna WindowsNextKaspersky Memperingatkan Adanya Email Penipuan Mengaku Dari Peretas, Penegak Hukum, Bahkan “Hitmen”

More in Science & Tech

View all
Chatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum
Culture

Chatbot AIChatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum

15 July 2026 · 6 min read

140 Juta Upaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI
Science & Tech

140 Juta Upaya PhishingUpaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI

9 July 2026 · 3 min read

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026
Science & Tech

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia TenggaraAsia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026

6 July 2026 · 3 min read

Most Read

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents