Membangun Pemberitaan Media Massa yang Bertanggung Jawab

Bagikan artikel ini

Faizal Jazuli Akhmad, Media for Peace Institute

Jelang Pemilu 2014

Perang politik di media massa menjelang Pemilu 2014 diprediksi akan semakin panas dibandingkan dengan edisi pesta demokrasi lima tahunan sebelumnya. Fenomena pemilik bisnis media terjun ke kancah politik jelang Pemilu 2014 dipercaya merupakan alasan utama mengapa perang berita antarmedia massa akan semakin panas dalam Pemilu mendatang.

Menurut anggota Dewan Pers, Nezar Patria, media akan terus menjadi “outlet etalase” partai politik dalam memperkenalkan dirinya kepada publik. Tinggal nanti bagaimana partai mampu mengemas iklannya dengan cara kreatif dan efektif dalam menarik minat publik. Di satu sisi partai membutuhkan publikasi, sedang media akan mendapatkan pemasukan dari ruang iklan yang dijual. Namun pemilik dari media akan memiliki keleluasaan yang lebih dalam menyiarkan iklan yang terkait dengan partai atau dirinya.

Isu-isu yang kini kian santer di khalayak ramai pun dipercaya merupakan agenda setting media massa sebagai bagian dari maneuver politik para pemilik media untuk menjatuhkan lawan politiknya atau sekedar mencari muka di depan publik. Mulai dari isu hingga isu. Kini yang menjadi pertanyaan, dapatkah media massa mempertanggung jawabkan pemberitaannya yang cenderung partisan dan tidak lagi objektif memandang suatu masalah.

Media massa memiliki dampak sosial yang sangat besar bagi masyarakat sehingga media perlu bertanggung jawab penuh atas informasi yang disebarluaskan. Sayangnya, media massa saat ini cenderung berkiblat ke komersialisasi. Alih-alih membuat masyarakat cerdas dan kritis, media lebih suka membuat program atau berita yang memancing emosi. Produk jurnalisme pun sekarang banyak yang menjual sensasi dibanding memberitakan hal yang memang penting bagi masyarakat.

Media Harus Proporsional

Mengingat tingginya kerawanan konflik di tahun politik jelang pemilu 2014, pers seharusnya memberikan informasi yang seimbang, sehat, dan menenangkan suasana, dan bukannya malah memanas-manasi atau memprovokasi publik untuk ikut mengamuk. Secara ideal pers atau media seharusnya menyediakan informasi yang jujur, jernih dan seluas mungkin mengenai apa yang layak dan perlu diketahui oleh masyarakat sehingga dapat membantu meredakan dan menyelesaikan krisis.

Media massa memiliki tanggung jawab yang sangat besar pada masyarakat, khususnya pada khalayak yang mengkonsumsi berita yang ditayangkannya. Inilah tantangan bagi media yang memiliki kapasitas distribusi tidak terbatas.

Facebook Comments
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com