Kejahatan Perang Presiden Harry Truman di Hiroshima dan Nagasaki Agustus 1945

Bagikan artikel ini

SUMBER BERITA: Hiroshima: A “Military Base” according to President Harry Truman

73 tahun yang lalu bom atom pertama-kali dijatuhkan di Hiroshima, yang kemudian disusul di Nagasaki. Yang oleh Presiden Amerika Serikat Harry Truman dianggap sebagai markas militer tentara Jepang. Sehingga tal berapa lama kemudian Jepang menyerah kalah terhadap tentara sekutu.

Bom atom sebagai senjata pemusnah massal ini pada gilirannya telah membunuh 100 ribu warga sipil Jepang hanya sepersekian detik sejak ledakan bom atom itu terjadi.  Segi inilah yang sampai sekarang belum banyak menjadi obyek analisis dan studi di media-media arus utama. Bahwa betapa berbahaya dan mematikannya perang nuklir bagi masyarakat secara massal. Sebab bom atom atau senjata nuklir juga termasuk kategori senjata pemusnah massal alias Weapon of Mass Destruction.

Bahkan ada semacam penggiringan opini bahwa senjata nuklir merupakan senjata untuk menciptakan perdamaian (Peace Making Bombs). Padahal senjata nuklir taktis punya kapasitas ledakan enam kali lebih dahsyat dan mematikan dibandingkan bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima pada 1945.

Dalam kaitan dengan isu ini, AS memiliki kemampuan persenjataan nuklir yang bisa menghancurkan planet bumi berkali-kali.

Sehubungan dengan kasus bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, alasan pembenaran yang dinyatakan Presiden Truman inilah yang justru amat mengganggu benak kita hingga kini. Menurut Truman saat memutuskan untuk menjatuhkan bom atom di kedua kota berpendduk padat di Jepang itu, bertujuan untuk menyelamatkan hidup warga sipil yang tidak berdosa. Faktanya, 100 ribu warga sipil Jepang tewas akibat bom atom angkaan udara AS itu.

Atas dasar keyakinan bahwa Hiroshima merupakan pangkalan militer Jepang, Truman mengatakan:

“Dunia akan akan segera tahu bahwa bom atom yang untuk pertama-kali dijatuhkan di pangkalan militer Jepang Hiroshima, kami harap akan mencegah sebisa mungkin terjadinya pembunuhan terhadap warga sipil.”

Begitulah pidato Truman pada saat bom atom dijatuhkan di Hiroshima pada 9 Agustus 1945. Bom atom Hiroshima itu sendiri terjadi pada 6 Agustus 1945.

Facebook Comments