ABRI Penegak Demokrasi UU 45

Bagikan artikel ini

.
Di buku terbitan Seruling Masa tahun 1966 ini, Jenderal A. H. Nasution menguraikan garis-garis besar konsep Saptamarga, yakni rumusan akhlak prajurit ABRI (atau kini kita kenal dengan sebutan TNI). Iya, Saptamarga, tujuh butir rumusan akhlak TNI bersumberkan dari amanat Presiden RI tahun 1945 bahwa UUD 1945 adalah asas dan politik tentara. “Tentara tidak mengenal kompromi dalam membela negara dan ideologi negara,” tulis A. H. Nasution.
.
Selain bersumber dari amanat Presiden RI, Saptamarga juga disarikan dari amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman tahun 1945: percaya pada kekuatan sendiri, jangan mengenal menyerah kepada siapa pun yang menjajah/menindas kita kembali.
.
Oleh karena itu, pesan Jenderal A. H. Nasution, “UUD 1945 bukan saja kita dukung atau bela dalam arti juridis, tetapi juga dalam arti ideologis.”
.
Hal yang sama ditegaskan oleh Nasution pada ‘up-grading’ PWI tanggal 1 April 1966, “Dalam memuncaknya kegawatan-kegawatan sosial politik dan ekonomi belakangan ini maka lahirlah gagasan-gagasan dan kekuatan-kekuatan pendobrak. Gagasan kembalikan UUD 1945 secara konsekuen, baik idial maupun struktural, kembalikan revolusi kepada rel aslinya, rel UUD 1945. Koreksi semua penyelewengan UUD 1945 dan lain-lain seterusnya ….”
.
Pesan penting buku ini adalah seruan Jenderal A. H. Nasution agar kita jangan meninggalkan sejarah, jangan sampai hal-hal buruk terulang lagi, yakni pengkhianatan-pengkhianatan terhadap bangsa dan negara.

Facebook Comments
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com